Follow Us @soratemplates

Friday, 13 September 2019

Bubur Sura, Nasi Bogana dan Longsong: 3 Hidangan Penuh Makna

Assalamualaikum! Annyeong~

-


Budaya irim-irim (dari kara "kirim") mungkin terdengar asing untuk masyarakat yang tinggal di area perkotaan. Tapi, untuk masyarakat di desa saya... irim-irim adalah sebuah rutinitas yang sudah turun temurun dilakukan. Irim-irim ini adalah sebuah kegiatan berbagi makanan ke tetangga dan sanak saudara sekitar dalam rangka tertentu

Sebetulnya, irim-irim bisa kapan aja dan makanan yang dikirim juga bisa apa aja sih. Tapi seringnya irim-irim ini dilakukan pas ada acara syukuran/selamatan dan pada hari-hari tertentu dengan menu makanan tertentu pula. Beberapa menu khusus tersebut adalah bubur sura, nasi bogana dan longsong.

📜Bubur Sura/Suro


Pada sistem penanggalan jawa... ada bulan yang namanya bulan Suro/Sura kan ? Nah, pada bulan ini orang-orang (yang mampu dan mau*) di desa saya biasanya pada irim-irim bubur Sura yang ternyata (setelah saya googling) bertepatan dengan bulan Muharram dalam sistem penanggalan Islam, sehingga saya berasumsi irim-irim bubur sura adalah kebiasaan di desa saya untuk menyambut tahun baru Islam. Saya pernah denger juga ada filosofi lain dari bubur sura yaitu untuk tolak bala (penangkal hal-hal buruk).

BACA JUGA : Cuma di Kampung : Rame-rame Dimanapun Kemanapun


Bubur sura ini warnanya kuning dengan campuran bulir jeruk Bali dan diberi toping berupa irisan telur dadar, kacang kedelai goreng, kelapa parut yang disangrai dll. Rasanya agak aneh menurut saya hahah soalnya buburnya sendiri udah "kaya rasa" banget.

*Gak semua orang yang mampu mau untuk irim-irim dan gak semua orang yang mau irim-irim mampu
-
Bubur Suro
Sumber: brilio.net

📜Nasi Bogana


Pernah dengar makanan yang namanya nasi bogana gak ?
Enggak ya kayaknya ?
Kalo saya ketik "nasi bogana" di Google maka yang muncul adalah : Nasi Bogana khas Tegal.

Nasi Bogana yang merupakan makanan khas Tegal Jawa Tengah

Bukan, bukan nasi bogana yang ini yang saya maksud. Kalo nasi bogana khas Tegal ini lebih mirip nasi rames. 

Nasi bogana yang saya maksud adalah nasi yang berwarna kuning (tapi bukan nasi kuning) yang rasanya kaya akan rempah-rempah khas Indonesia dan ada daging didalamnya. Mirip dengan nasi kebuli khas timur tengah. Bedanya sudah pasti pada rempah yang digunakan, tanpa kismis dan pake daging daging ayam bukan daging sapi/kambing


Nasi kebuli
Sumber : blog.tempo.co

Rupanya di desa saya, nasi bogana ini biasanya dibuat khusus untuk acara tertentu aja. Misalnya pada saat baru pindah rumah karena kata "Bogana" berasal dari kata "Boga" yang artinya "Punya" dengan harapan rumah tersebut nanti akan "Kaboga" yang artinya "Dipunyai". Kalo saya gak salah tangkap, dari penjelasan tersebut tujuan irim-irim/bikin nasi bogana saat baru pindah rumah adalah supaya rumah tersebut langgeng dimiliki si tuan rumah dan membawa berkah.

BACA JUGA : Cuma Di Kampung: Majengan, Sebuah Tradisi Dalam Bertetangga

📜Longsong


Bagaimana dengan longsong ?
Setelah saya Googling dengan kata kunci Longsong, hasil yang muncul malah nama tempat di Melbourne Australia! Jauh bangetttt HAHAH....

Kalo di desa saya, longsong adalah nama makanan. Terdiri dari 2 komponen:

🌻Komponen pertama adalah sayur yang mirip dengan opor ayam yang banyak dihidangkan saat Lebaran. Bedanya kalo opor kan isinya ayam semua ya... nah kalo sayur di longsong itu isinya lebih minimalis, cuma potongan kentang, potongan wortel dan udang kecil. Tapi rasanya mirip opor. Agak pedas dan bersantan.

🌻Komponen kedua adalah karbohidrat dalam bentuk nasi/bubur tim yang dibungkus dengan daun pisang yang dikukus. Mirip seperti lontong/ketupat tapi lebih lembut dan lembek. 

Kedua komponen tersebut harus disajikan bersamaan (maapkeun gak ada gambarnya karena susah dicari dan saya gak ada dokumentasi pribadi)

Sama seperti nasi bogana, longsong ini dibuat untuk irim-irim/sajian khusus untuk acara-cara yang ada hubungannya dengan traveling atau safar dalam kebiasaan umat muslim. Contohnya, acara syukuran sebelum berangkat ibadah haji/umroh. 

Karena menurut penuturan ibu saya, longsong itu asalnya dari kata "los" dalam bahasa lokal di desa saya yang artinya "melepaskan/mengikhlaskan". Maksudnya dengan membuat longsong artinya tuan rumah sudah ikhlas untuk melepas keluarga yang akan melakukan perjalanan tersebut dan sekaligus doa agar perjalanannya lancar.

Kalo di tempat temen-temen ada gak makanan yang punya makna khusus seperti di desa saya ini ?
Yuk kita berbagi informasi lewat kolom komentar di bawah 😁

Sekian dulu tulisan saya kali ini, semoga gak bingung ya heheh



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Wassalamu'alaikum and see ya~
💗Salam hangat dan have a good day💗

3 comments:

  1. Unik unik ya makanan dan budaya Indonesia ini hihi

    ReplyDelete
  2. baru tahu loh ada nasi bogana yang lain selain yang di Tegal itu. Saya belum pernah ngicipin.
    Longsong juga baru dengar. taunya lingsong peluru. hahahah
    bubur suro juga beda sama yang di Jawa Tengah, meski saya juga nggak paham-paham amat.

    ReplyDelete
  3. Penasaran sama rasanya, bener deh. Baru ini tau makanan Bogana dan Longsong. Kalo bubur suro kayaknya kalo di Jawa emang sering ada kalo Muharram gini. Tapi tempat suamiku sepi2 aja padahal desa ������

    ReplyDelete

Hai~ Terima Kasih Sudah Mampir ^^
Semoga tulisan gw membawa manfaat untuk yang baca. Aamiin