Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Comedy. Show all posts
Showing posts with label Comedy. Show all posts

Thursday, 22 November 2018

Ocean's Eight/Action-Comedy-Crime/2018

November 22, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main Cast: Sandra Bullock, Cate Blanchett, Anne Hathaway, Sarah Paulson, Helena Bonham Carter, Rihanna, Mindi Kaling, Awkwafina (waaahh banyak yaaa πŸ˜…)Rate Imdb: 6,2/10
Director: Gary Ross
Movie Ratings: PG-13


If you're going to have a problem with stealing, then you're not going to like the rest of this conversation
--Debbie Ocean--

Shaaap bu Debbie πŸ‘

Jadi kalo berharap film Ocean's Eight adalah film action versi cewek-cewek cakep tinggi semampai a la model-model Victoria Secret yang banyak adegan kelahi sana-sini sama penjahat berbadan Ade Rai... you better prepare for the disappointment yaaaa πŸ˜† Tapiiii... kalo kalian suka film dengan sentuhan fashion kelas atas, you'll love Ocean's Eight


Bicara soal Ocean's Eight, gw baru ngeh setelah 2x nonton ternyata film ini adalah salah satu franchise dari Ocean's Eleven, Twelve, Thirteen... but unfortunately gw belum pernah nonton film Ocean-Ocean lainnya jadi pada beberapa bagian film ini gw kaga nyambung. So better nonton film Ocean yang lainnya dulu biar paham dan biar tau betapa berbedanya atau sama persis nya film ini dengan pendahulunya. Sama aja kalo lu tiba-tiba nonton Infinity Wars tanpa ngikutin seri Marvel yang lainnya πŸ˜† bakal roaming!

Dilihat dari jargon yang dijual film ini lewat posternya "The plan is priceless" harusnya sih kita sebagai penonton udah kebayang ini film tentang sebuah rencana brilliant yang direncanakan oleh the experts 😁 rencana apakah ini ? Penculikan Presiden kah ? atau Teror bom ? atau pembunuhan mafia kelas kakap ? 


Ini tentang rencana pencurian kalung paling berharga milik Cartier (ini nama toko perhiasan BTW) yang direncanakan selama 5 tahun lamanya oleh Deborah/Debbie Ocean (Sandra Bullock), adik dari Danny Ocean (George Clooney) pas dia dipenjara. Untuk meluluskan rencananya dia dan partnernya, Lou (Cate Blanchett), mereka ngajak 6 cewek lain untuk kerja sama. Ada Nine Ball (Rihanna) sebagai hacker, Tammy (Sarah Paulson) sebagai penadah dan distributor, Amita (Mindi Kaling) sebagai ahli berlian, Constance (Awkwafina) sebagai ahli nyopet (?) dan Rose Weil (Helena Bonham Carte) sebagai designer baju yang akan dipake oleh Dephne Kluger (Anne Hathaway) untuk menghadiri acara The Met Gala, salah satu acara pesta paling bergengsi yang bertabur artis dan fashion designer papan wahid. Nah pada malam Met Gala inilah mereka mau nyolongnya. Eh nyolong bukan sekedar nyolong yaaaa...nyolong yang elegan loh yaaa karena kan udah mah perhiasannya yang muahaaalll banget harganya ditambah lokasinya didalam museum dengan banyak benda-benda seni yang tentu aja punya high security system πŸ˜† Debbie ternyat diam-diam gak cuma mau nyolong kalungnya Cartier aja, doski punya hidden agenda untuk ex-bf nya Claude Becker (Richard Armitage). Enough with the synopsis ah nanti gak seru 😁

Kalo liat cast lengkapnya, film ini bertabur cameo tokoh kelas atas. Beberapa yang gw kenali adalah Dakota Fanning, Serena Williams, Kim Kadarshian West, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Anna Wintour dan Heidi Klum. Yaiyalah wong ceritanya kan tentang pencurian perhiasan di The Met Gala. Biar lebih menjiwai kali ya jadi pake cameo artezzzz beneran haha

Pasti tau kan tau dong Met Gala itu apa ? Sebuah acara  penggalangan dana untuk kepentingan Metropolitan Museum of Arts's Costume Institute di New York yang di-organize Anna Wintour dari American Vogue. Ini bukan sembarang acara amal. Ini acara pesta bergengsi bertabur bintang dan designer papan atas. Gimana gak bergengsi coba, harga tiketnya aja udah $30.000 dan harga per mejanya adalah $275.000 😱 eeeiitttsss...biar kata lu punya duit segitu banyak, gak semua orang bisa masuk loh. INVITATION ONLY! hahaha (Sumber: wiki/Met_Gala dan )

Salah satu memenya Rihana diacara Met Gala tahun 2017 (eh apa 2016 ya?) Bajunya udah macem telor dadar nih 🍳(Sumbernya dari sini)
Enough with The Met Ball. 
Mari kita bahas seputar film aja.

Keliatan dari anggota komplotan yang semuanya wanita dan salah satu cuplikan percakapan Debbie dan Lou  pas lagi nyeleksi komplotannya, this film is all about gender equality, bahwa yang jadi penjahat bengis gak cuma cowok aja tapi cewek juga bisa. Bahwa cewek juga bisa secerdik cowok. Bahwa cewek itu kuat. Bla bla bla πŸ˜„ 

Menurut ada 5 jenis konflik dalam film yaitu: 
  1. Manusia vs Alam
  2. Manusia vs Dirinya sendiri
  3. Manusia vs Manusia 
  4. Manusia vs Masyarakat
  5. Manusia vs Supranatural

Berdasarkan klasifikasi diatas, gw ngerasa Ocean's Eight ini abu-abu konfliknya. Masih kurang jelas dan kurang kuat. Ini film action tapi gak ada berantem-beranteman sama sekali. Cuma permainan taktik dan rencana aja yang semuanya hampir berjalan mulus lancar jaya. Paling ada yaaa konflik-konflik (no.3) yang sifatnya minor yang bisa segera teratasi. Untungnya, ketutup sama editing, tone, musik, set lokasi, baju dan sinematografi yang cantik nan glamour. Jadi ya gw betah-betah aja nontonnya 😁 tapi si aa nontonnya udah sambil main Hp wkwk. Gaya-gaya Ocean's Eight nih mirip buangeettt sama The Devil Wears Prada (6,9/10) dan dikombinasikan dengan taktik pencurian yang matang kaya The Italian Job (7,0/10). Kalo suruh ngurutin dari 3 film itu, Ocean's Eight in bottom dari segi cerita tapi kalo dari editing Ocean's Eight in top.

ngomong-ngomong soal alur dan irama film, standar aja sih scene-scene awal untuk pengenalan masing-masing tokoh terus lanjut konflik dan resolusi. Sesuai sama target ratingnya yang PG-13 jadi kayaknya Gary Ross sebagai Director mau main aman aja. Film yang simpel dan minim adegan kekerasan. ngerasa pada beberapa bagian ada yang bolong, "kok tau-tau begini? lah kok bisa begitu" πŸ˜… sehingga kubingung sendiri. 

Urusan akting, gw suka banget sama Anne Hathaway dan Helena Bonham Carter. Cuma mereka doang yang mencuri perhatian gw karena ekspresinya yang sungguh beneran bikin gw mikir kalo Daphne adalah brainless actress yang gampang dikomporin dan Rose adalah orang yang kaku dan kuno. Lainnya B aja. Hal lain yang gw sayangkan dari Ocean's Eight adalah karakter sama hubungan antarkarakternya kurang dikembangin. Jadi ya gw tidak merasakan apapun dengan ngeliat 8 cewek itu (mungkin dikecualikan untuk Dephne dan Rose yang bikin gw sesekali ketawa). 

Intermezzo. Menurut gw nih ya, akting yang bagus dari aktor/aktris adalah ketika gw juga bisa merasakan emosi dari apa yang mau dia tunjukin. Misal kaya aktingnya Tom Hiddleston sebagai Loki di Avanger tuh...kan dia jahat ya, nah ketika gw sebel sama si Loki brati aktingnya si Tom berhasil.


As my final conclusion,
Ocean's Eight tak ubahnya adalah film dengan sederet artis papan atas bertema pencurian dengan kesan glamour yang minim konflik


Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): Yes. Abis cakep editingnya 😁

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Friday, 9 November 2018

Bajrangi Bhaijaan/Action-Comedy-Drama/2015

November 09, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Salman Khan, Kareena Kapoor, Nawazuddin Siddiqui
Rate Imdb: 8/10
Director: Kabir Khan
Movie Ratings Guide: NA


Gw gak terlalu banyak nonton film asia. Paling beberapa film Korea... Thailand dan yang paling banyak gw tonton adalah India. Gw makin tertarik sama Bollywood karena makin kesini tema-tema yang diangkat makin out of the box dan kadang mengangkat tema yang sensitif contonya film PK yang ngebahas tentang agama yang dikombinasikan dengan alien-alien-an 😁 Nah kalo Bajrangi Bhaijaan lebih ektrim lagi. Mereka ngebahas soal keberagaman beragama di India ditambah konflik India-Pakistan! Soal keberagaman beragama ini menurut gw sangat relate sama kehidupan di Indonesia yang orangnya macem-macem. Dari yang kulit putih sampe gelap. Dari Islam sampe Hindu. Dari Sabang sampe Merauke. Dari appearance aja udah beragam, pasti isi kepalanya lebih beragam kan. 

Gak usah lah ngerasa jadi yang paling superior jadi yang paling bener jadi yang paling suci yang lain penuh dosa. Toh diatas langit masih ada langit lagi.
Spektrum kita tuh luas banget loh. Gak cuma melulu hitam dan putih aja


Oke, cukup orasi dari gw 😁
Mari bahas film ini.

This is good movie, must and worth to watch. Selain kedalaman moral value yang disampaikan, lagi-lagi gw tidak hanya dihibur melalui ceritanya tetapi juga lewat pemandangan alam, sinematografi dan kemeriahan set film.

Film ini film yang cocok banget buat ditonton satu keluarga pas liburan. Dari anak-anak sampe oma opa bisa nonton film ini karena menurut gw ini filmnya seimbang antara bagian drama yang sedih-sedihan sama bagian lucu-lucunya. Ya gak heran sih film ini dirilis pas libur lebaran ya 😊 

karena ini adalah family movie, maka alur ceritanya gak berbelit-belit.
Ceritanya simpel. Tentang perjuangan Pawan Kumar Chaturvedi (Salman Khan) untuk mulangin anak kecil yang bisu, Shahida (Harshaali Malhotra) dari India ke keluarganya di Pakistan. Dalam perjalanan nekatnya itu, Pawan ketemu sama jurnalis Pakistan Chand Nawab (Nawazuddin Siddiqui) yang tadinya cuma mau ngeliput berita tapi karena tersentuh sama ketulusan Pawan, akhirnya dia bantuin Pawan walaupun jelas-jelas berbahaya buat dia.

Selama gw nonton ini film 2 jam 40an menit (lama ya filmnya πŸ˜…), gw gak ngerasa bosen sama sekali. Lah iya gimana mau bosen, dari credit awal aja mata gw udah dijejelin pemandangan deretan gunung es sama padang rumput. Kaya di Swiss gitu deh...padahal gw kira Pakistan itu negara yang tandus dan kering. Ternyataaaa, indah!

Secara garis besar, set film ini dibagi 2. Bagian di India dan bagian di Pakistan. Untuk bagian di India, gw disuguhkan dengan scene-scene yang meriah! meriah dari tone warna yang kontras dan ceria. Meriah dari lagu-lagu dan koreografi tarian yang ditampilkan. Set lokasi yang dibikin ditengah pemukiman padat penduduk, adanya perayaan-perayaan a la India dan pemilihan kostum yang warna-warni juga makin menambah kemeriahan film ini. Seneng deh bawaanya udah kaya tiap hari itu malam takbiran aja deh 😁 Yang nyenengin lagi disini adalah sinematografi dan editingnya gak monoton. Gak cuma nge-shoot gambar dari depan atau ngikutin gerakan si aktor. Ada scene yang diambil a la pake drone gitu. Ada juga yang a la-a la lagi swafoto. Keren deh.

Bagian di India ini juga merepresentasikan agama Hindu sebagai agama mayoritas dinegara tersebut. Keliatan dari dominasi warna-warna merah dan kuning. Sementara untuk bagian di Pakistan lebih didominasi warna-warna hijau mengingat negara ini kan mayoritasnya emang muslim (Sumbernya dari sini dan ini ) Dari pemilihan warna aja udah jelas mengambarkan soal diversity. It's okay to be different kan ? Toh masalah agama itu masalah kepercayaan. Percaya silahkan, enggak percaya ya udah. Gak usah dipaksa: Eh lu kalo muslim kudu begini. Eh lu kristen kok begitu. Eh...ehh... dan eehhh ehhh lainnya πŸ˜‘ 

Yang penting saling menghormati dan menghargai ibadah masing-masing

Back to movie. Secara keseluruhan scene-scene di Pakistan gak semeriah di India karena emang lokasi yang dipake daerah perbatasan yang sepi dan tandus. Mirip banget sama daerah-daerah middle-east yang berpasir. Tapi mendekati akhir cerita, middle-east berubah jadi scene Eropa! Hamparan padang rumput dengan gembala domba dan kambingnya. Adem bener deh liatnya~

Konflik dalam film ini terjadi dengan adanya bumbu sejarah konflik India-Pakistan yang udah berlangsung lama. Kalo pernah nonton film Veer Zaara (2004) bakal relate juga sama film ini karena sama-sama bawa-bawa sejarah konflik India-Pakistan cuma bedanya Veer Zaara lebih dikemas dengan bumbu romantisme dan perjuangan HAM (hak asasi manusia) lewat pengadilan sementara Bajrangi Bhaijaan dikemas dengan bumbu komedi. FYI, setelah Inggris caw dari tanah Hindustan, orang-orang India sama Pakistan ini bikin negara masing-masing. Tapi terus ada rebutan wilayah yang namanya Kashmir (yang disebut surganya dunia). Nah gara-gara rebutan ini lah akhirnya memicu konflik berkepanjangan antar dua negara ini (Sumbernya dari sini dan ini). Keliatan banget disini gimana susahnya Pawan dan Shahida mau ke Pakistan lewat jalur yang legal mengingat Pawan ini adalah orang yang agamis dan idealis banget. 
Niat baik harus dengan cara yang baik!
Katanya, lebih susah ke Pakistan daripada ke Amerika πŸ˜†

Komedi disini ditampilkan bukan cuma dari permainan dialog aja. Tapi juga lewat adegan-adegan simple dengan editing dan back sound yang selaras. Yang paling lucu menurut gw adalah pas adegan Chand dan Pawan (dengan Burqanya) yang pura-pura jadi pasangan suami istri yang kawin lari πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† ohiya ada lagi! Pas adegan Chand lagi berusaha mau liputan suasana lebaran di Stasiun! Dia bolak-balik ngulangi liputannya gara-gara banyak orang sliweran depannya. Ternyata susah ya jadi jurnalis itu πŸ˜€

Lalu puncak konflik dalam Bajrangi Baijaan adalah terjadinya kucing-kucingan dan putar balik fakta yang dilakukan oknum setempat supaya India-Pakistan tetap tegang. Tau lah ya tipikal politik jahat itu gimana, apapun dilakukan demi kepentingan pribadi. Konfliknya gak cuma itu. Ada juga konflik internal dalam diri Pawan. Pertama konflik yang muncul karena dahsyatnya bonding yang tercipta antara Pawan dan Shahida. Kedua karena idealismenya soal agamanya. Menarik nih! Soal idealisme agama ini gw pernah merasakan sendiri. Tau Candi Borobudur ? Gw pernah dikomentarin gini "kamu ngapain jalan-jalan ke tempat ibadah agama lain?" gara-gara pas liburan kuliah gw kesitu, laaaah.... πŸ˜… kan gw juga ke situ gak pas lagi ada ibadah dan cuma pengen wisata doang. Yakaliiiii...emang ada yang gara-gara ke Borobudur terus tau-tau pindah agama ? KAN ENGGAAAKKKKKKKK, markonaaahhhh πŸ˜’ Akutu bingung sama orang yang kaya gitu...

Sumbernya dari sini

Bicara soal akting, wah... big applause lah buat Salman Khan, Harshaali Maholtra dan 
Nawazuddin Siddiqui. Mereka nih kunci dari pembangunan emosi dalam film ini. Apalagi Harshaali yang dia cuma ngomong 1 kalimat doang tapi sukses bikin penonton jatuh cinta dengan ke-imutan-nya tapi sekalinya dia nangis bikin penonton berkaca-kaca. Gak heran mereka dapet banyak award dan dinominasikan dimana-mana. Contohnya Nawazuddin Siddiqui menang sebagai Best Actor in Supporting Role untuk Apsari Film Producers Guild Awards tahun 2016, Harshaali Maholtra menang sebagai Best Child Actor untuk Screen Awards tahun 2016.
Sebagai penutup ulasan gw, film ini mengajarkan kita bahwa:

Humanity gak mengenal SARA
Pokoknya gak akan rugi meluangkan waktu 2,5 jam untuk nonton Bajrangi Bhaijaan karena banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita dapet darinya 😊 Happy watching~

Rate (1-10): 9/10
Recommendation (yes/no): Yessssss!!! wajib harus pake banget.

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Tuesday, 23 October 2018

Bad Genius/Drama-Comedy-Crime/2017

October 23, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Chutimon Chuengcharoensukying
Rate Imdb: 7,7/10

Ada yang pernah nonton film Perfect Score ? itu loh film taun 2004 yang mainnya Chris Evans sama Scarlett Johannson yang tentang sekelompok anak sekolah yang berkomplot untuk mencurangi SAT biar mereka bisa masuk kampus impian...semacem SBMPTN kali ya kalo disini. Talk about this film, gw dulu nonton ditahun 2008an pas semester akhir kelas 9 SMP. Direkomendasiin temen sekelas supaya pas Ujian Akhir nanti termotivasi 'sukses bersama'. Yeaaaa... that 'sukses bersama' have million meaning 😝 YKWIM laaa~

Mbak Scarlett masih unyu-unyu πŸ˜› (Sumbernya dari sini)
Bad Genius ini banyak sedikit satu tema sama Perfect Score. It's all about cheating for some reason.

Let me make it clear first: Cheating is bad. 
Sebagai gambaran, film ini bercerita soal Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) anak SMA super jenius yang memanfaatkan kepintarannya. Awalnya dia cuma mau bantuin temennya. Tapi lama-lama dia lihat ada keuntungan yang bisa dia ambil disitu. Pada puncaknya, dia dan Bank (Chanon Santinatornkul) harus mencurangi STIC (SAT-nya orang asing yang mau kuliah di Amerika) di Sydney, Australia dan mengirim jawaban tersebut ke komplotannya di Thailand.

Mari kita kupas setajam...golok πŸ˜†

Film ini dibuka dengan scene yang bikin penasaran dan bikin penonton bertanya-tanya. Bikin harus lanjut nonton. Makin ditonton kok makin ngerasa "waduh ini gw banget! Gw pas jaman SMP-SMA nih!". Harus lanjut nonton nih... 

Intermezzo. Gw waktu SMP apalagi SMA bandel banget. Doyan nyontekin orang. Bukan karena gw pinter banget kaya si Lynn tapi lebih karena kepuasan batin aja. Seneng aja bantuin temen. Tapi sayangnya bantuin dalam hal yang gak bener πŸ˜† Gw pernah sekali ketauan cheating pas SMP. Ujian matematika kelas 8. Gw duduk ditengah. Kiri belakang gw si Virda. How I cheat ? Pake kalkulator yang ditaroh dilaci meja mengingat gw ini payah sekali dalam berhitung πŸ‘Ž How I caught ? pas lagi ngitung pak kalkulator (tangan gw dibawah meja semua) si Virda manggil-manggil mau nanya rumus. Bodohnya gw terus sibuk ngitung tanpa liat kanan kiri terus nyeletuk "ntar dulu ih. Nanggung lagi ngitung". Ternyata Pak Pengawas (waktu itu Pak Hudaya, guru Biologi terasik sepanjang SMP gw) ada disekitar gw dan langsung nanya "kamu ngitung pake apa? kok tangan dibawah semua?" yah sebagai tersangka gw mah cuma bisa ketawa sama temen-temen sekelas. Untungnya gw gak dilaporin ke guru mata pelajaran heheh cuma disuruh simpen kalkulator aja. FYI, gw udah tobat gak cheating pas ujian sejak kuliah hihi 😁

Kembali ke laptop~

Semakin ditonton ternyata waduh...ini film kok ya Asia (terutama Indonesia) banget. Selain kecurangan dari sisi murid, juga ada kecurangan dari pihak sekolah.

Konflik yang ditampilin difilm ini tuh enak banget. Bertahap gitu. Dari konflik yang ecek-ecek. Masuk ke yang moderat sampe konflik pamungkas yang jadi inti masalah dalam film ini. Motive kemunculan konflik juga kuat. Ditampilin secara visual yang pasti ya gak cuma 'katanya' seorang tokoh aja 😏.

shut up your mouth just enjoy the film! (Sumbernya dari sini)

Selain jalan cerita yang alus dan ide teknik nyontek yang gak kepikir sama otak rata-rata gw, gw paling suka sama sinematografinya! Bagus banget.
Here the sneak peek

Music dan backsoundnya juga mendukung ditambah sisipan musik klasik makin makin bmembangun suasana tegang pas lagi nyontek hahah.

Apalagi ya ? oiya. Akting. Gak ada masalah. Two thumb up buat Chutimon dan Chanon. Yang bagus lagi difilm ini make upnya natural. Bener-bener gambarin ini loh anak sekolahan tuh begini...bare face. Kadang kucel kalo keringetan. Anak sekolahan banget kan ?

Ada lagi ada lagiiiii. Untung difilm ini ada si Pat (Teeradon Supapunpinyo) anak konglomerat tapi otaknya terbatas yang bikin film ini renyah karena komedinya. Lebay tapi malah bikin ngakak 😝

Bukan Iqbaal loh ini

Nah yang bikin gw gusar adalah pada scene terakhir yang udah bikin jantungan tapi tiba-tiba bikin gw rada kecewa karena ada 1 pengawas ujian yang ngejar si Lynn dari lokasi ujian sampe ke Subway cuma buat nyuruh dia balik ke lokasi ujian untuk dimintai keterangan untuk kasus orang lain (πŸ˜•?) Loh emang gak bisa di telpon aja kan pasti ada data-data peserta ujian kan. Rada gak guna sih scene ini.

Kok gak kasih 9 kaya film Dhrisyham ? kenapa yaaa πŸ˜… soalnya intensitas kengeriannya belum se-wah Dhrisyham heheh
Dari film ini gw jadi kepikiran, "Apakah layak mencurangi kecurangan ?
My answer: Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang baik

Rate (1-10): 8/10
Recommendation (yes/no): Yes.