Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Crime. Show all posts
Showing posts with label Crime. Show all posts

Thursday, 22 November 2018

Ocean's Eight/Action-Comedy-Crime/2018

November 22, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main Cast: Sandra Bullock, Cate Blanchett, Anne Hathaway, Sarah Paulson, Helena Bonham Carter, Rihanna, Mindi Kaling, Awkwafina (waaahh banyak yaaa πŸ˜…)Rate Imdb: 6,2/10
Director: Gary Ross
Movie Ratings: PG-13


If you're going to have a problem with stealing, then you're not going to like the rest of this conversation
--Debbie Ocean--

Shaaap bu Debbie πŸ‘

Jadi kalo berharap film Ocean's Eight adalah film action versi cewek-cewek cakep tinggi semampai a la model-model Victoria Secret yang banyak adegan kelahi sana-sini sama penjahat berbadan Ade Rai... you better prepare for the disappointment yaaaa πŸ˜† Tapiiii... kalo kalian suka film dengan sentuhan fashion kelas atas, you'll love Ocean's Eight


Bicara soal Ocean's Eight, gw baru ngeh setelah 2x nonton ternyata film ini adalah salah satu franchise dari Ocean's Eleven, Twelve, Thirteen... but unfortunately gw belum pernah nonton film Ocean-Ocean lainnya jadi pada beberapa bagian film ini gw kaga nyambung. So better nonton film Ocean yang lainnya dulu biar paham dan biar tau betapa berbedanya atau sama persis nya film ini dengan pendahulunya. Sama aja kalo lu tiba-tiba nonton Infinity Wars tanpa ngikutin seri Marvel yang lainnya πŸ˜† bakal roaming!

Dilihat dari jargon yang dijual film ini lewat posternya "The plan is priceless" harusnya sih kita sebagai penonton udah kebayang ini film tentang sebuah rencana brilliant yang direncanakan oleh the experts 😁 rencana apakah ini ? Penculikan Presiden kah ? atau Teror bom ? atau pembunuhan mafia kelas kakap ? 


Ini tentang rencana pencurian kalung paling berharga milik Cartier (ini nama toko perhiasan BTW) yang direncanakan selama 5 tahun lamanya oleh Deborah/Debbie Ocean (Sandra Bullock), adik dari Danny Ocean (George Clooney) pas dia dipenjara. Untuk meluluskan rencananya dia dan partnernya, Lou (Cate Blanchett), mereka ngajak 6 cewek lain untuk kerja sama. Ada Nine Ball (Rihanna) sebagai hacker, Tammy (Sarah Paulson) sebagai penadah dan distributor, Amita (Mindi Kaling) sebagai ahli berlian, Constance (Awkwafina) sebagai ahli nyopet (?) dan Rose Weil (Helena Bonham Carte) sebagai designer baju yang akan dipake oleh Dephne Kluger (Anne Hathaway) untuk menghadiri acara The Met Gala, salah satu acara pesta paling bergengsi yang bertabur artis dan fashion designer papan wahid. Nah pada malam Met Gala inilah mereka mau nyolongnya. Eh nyolong bukan sekedar nyolong yaaaa...nyolong yang elegan loh yaaa karena kan udah mah perhiasannya yang muahaaalll banget harganya ditambah lokasinya didalam museum dengan banyak benda-benda seni yang tentu aja punya high security system πŸ˜† Debbie ternyat diam-diam gak cuma mau nyolong kalungnya Cartier aja, doski punya hidden agenda untuk ex-bf nya Claude Becker (Richard Armitage). Enough with the synopsis ah nanti gak seru 😁

Kalo liat cast lengkapnya, film ini bertabur cameo tokoh kelas atas. Beberapa yang gw kenali adalah Dakota Fanning, Serena Williams, Kim Kadarshian West, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Anna Wintour dan Heidi Klum. Yaiyalah wong ceritanya kan tentang pencurian perhiasan di The Met Gala. Biar lebih menjiwai kali ya jadi pake cameo artezzzz beneran haha

Pasti tau kan tau dong Met Gala itu apa ? Sebuah acara  penggalangan dana untuk kepentingan Metropolitan Museum of Arts's Costume Institute di New York yang di-organize Anna Wintour dari American Vogue. Ini bukan sembarang acara amal. Ini acara pesta bergengsi bertabur bintang dan designer papan atas. Gimana gak bergengsi coba, harga tiketnya aja udah $30.000 dan harga per mejanya adalah $275.000 😱 eeeiitttsss...biar kata lu punya duit segitu banyak, gak semua orang bisa masuk loh. INVITATION ONLY! hahaha (Sumber: wiki/Met_Gala dan )

Salah satu memenya Rihana diacara Met Gala tahun 2017 (eh apa 2016 ya?) Bajunya udah macem telor dadar nih 🍳(Sumbernya dari sini)
Enough with The Met Ball. 
Mari kita bahas seputar film aja.

Keliatan dari anggota komplotan yang semuanya wanita dan salah satu cuplikan percakapan Debbie dan Lou  pas lagi nyeleksi komplotannya, this film is all about gender equality, bahwa yang jadi penjahat bengis gak cuma cowok aja tapi cewek juga bisa. Bahwa cewek juga bisa secerdik cowok. Bahwa cewek itu kuat. Bla bla bla πŸ˜„ 

Menurut ada 5 jenis konflik dalam film yaitu: 
  1. Manusia vs Alam
  2. Manusia vs Dirinya sendiri
  3. Manusia vs Manusia 
  4. Manusia vs Masyarakat
  5. Manusia vs Supranatural

Berdasarkan klasifikasi diatas, gw ngerasa Ocean's Eight ini abu-abu konfliknya. Masih kurang jelas dan kurang kuat. Ini film action tapi gak ada berantem-beranteman sama sekali. Cuma permainan taktik dan rencana aja yang semuanya hampir berjalan mulus lancar jaya. Paling ada yaaa konflik-konflik (no.3) yang sifatnya minor yang bisa segera teratasi. Untungnya, ketutup sama editing, tone, musik, set lokasi, baju dan sinematografi yang cantik nan glamour. Jadi ya gw betah-betah aja nontonnya 😁 tapi si aa nontonnya udah sambil main Hp wkwk. Gaya-gaya Ocean's Eight nih mirip buangeettt sama The Devil Wears Prada (6,9/10) dan dikombinasikan dengan taktik pencurian yang matang kaya The Italian Job (7,0/10). Kalo suruh ngurutin dari 3 film itu, Ocean's Eight in bottom dari segi cerita tapi kalo dari editing Ocean's Eight in top.

ngomong-ngomong soal alur dan irama film, standar aja sih scene-scene awal untuk pengenalan masing-masing tokoh terus lanjut konflik dan resolusi. Sesuai sama target ratingnya yang PG-13 jadi kayaknya Gary Ross sebagai Director mau main aman aja. Film yang simpel dan minim adegan kekerasan. ngerasa pada beberapa bagian ada yang bolong, "kok tau-tau begini? lah kok bisa begitu" πŸ˜… sehingga kubingung sendiri. 

Urusan akting, gw suka banget sama Anne Hathaway dan Helena Bonham Carter. Cuma mereka doang yang mencuri perhatian gw karena ekspresinya yang sungguh beneran bikin gw mikir kalo Daphne adalah brainless actress yang gampang dikomporin dan Rose adalah orang yang kaku dan kuno. Lainnya B aja. Hal lain yang gw sayangkan dari Ocean's Eight adalah karakter sama hubungan antarkarakternya kurang dikembangin. Jadi ya gw tidak merasakan apapun dengan ngeliat 8 cewek itu (mungkin dikecualikan untuk Dephne dan Rose yang bikin gw sesekali ketawa). 

Intermezzo. Menurut gw nih ya, akting yang bagus dari aktor/aktris adalah ketika gw juga bisa merasakan emosi dari apa yang mau dia tunjukin. Misal kaya aktingnya Tom Hiddleston sebagai Loki di Avanger tuh...kan dia jahat ya, nah ketika gw sebel sama si Loki brati aktingnya si Tom berhasil.


As my final conclusion,
Ocean's Eight tak ubahnya adalah film dengan sederet artis papan atas bertema pencurian dengan kesan glamour yang minim konflik


Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): Yes. Abis cakep editingnya 😁

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Saturday, 3 November 2018

Catch Me If You Can/Biography-Crime-Drama/2002

November 03, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Leonardo Di Caprio, Tom Hanks
Rate Imdb: 8,1/10
Director: Steven Spielberg
Movie Ratings Guide: PG-13 


"Catch me if you can"
Kalo denger kalimat itu gw teringat 2 hal:
Pertama: sebagai salah satu lagunya Girl's Generation (SNSD). 
Kedua: It's Di Caprio's film! 

Yang pertama bikin gw ngerutin alis karena ini bukan lagu, music video (MV) ataupun koreografi terbaik dari SNSD. Gak ada yang menarik disitu. Mungkin SM Ent. lagi pengen bikin SNSD in another version tapi menurut gw sih gagal. Sorry SONE πŸ™ Kalo mau liat gimana MVnya bisa klik link youtube ini

Nah! untuk Catch me if you can sebagai film, bikin gw mesem-mesem 😝 Babang Leo, waktu muda ternyata kyuuut yeeee~


Kalo denger dari judulnya, bayangan pertama gw ketika denger (denger doang loh ya tanpa liat trailer sama poster filmnya) judul film "Catch me if you can" adalah perjungan cinta seorang lelaki yang gigih kepada perempuan yang sulit ditaklukan dan filmnya penuh drama-drama percintaan yang akan lovey-dovey gitu.  Tapi deng..dong.. I was wrong. Ternyata ini film cerita kucing-kucingan antara penipu kelas kakap dengan FBI. Ketipu deh gw πŸ˜† Etenang. Walaupun gw tertipu sama judulnya, tapi setalah sekitar 2 jam 21 menit nonton film ini, gw gak merasa wasting time karena ini film worth to watch. Biarin deh ketipu juga.

Catch me if you can berlatar tahun 1960an, bercerita tentang Frank Abagnale Jr. (Leonardo Di Caprio) seorang anak SMA yang lihai menipu Bank hingga jutaan USD dengan bermodalkan cek palsu hand made-nya. Selain itu, Frank punya modal lain yaitu tampang yang memikat hati dan lambe yang lemes (alias pinter memanipulasi) untuk ngerayu cewek-cewek demi kemulusan rencananya. Selama beraksi, ternyata aksi tipu-tipunya tercium sama agen FBI khusus penipuan, Carl Hanratty (Tom Hanks). Terjadilah kejar-kejaran yang entah gimana malah memunculkan hubungan khusus antara Carl dan Frank, bukan sekeder petugas dan penjahat.

Walaupun film ini dilabeli dengan kategori 'crime', film ini bukannya serem tapi malah berkesan indah dan menyenangkan buat mata dan kuping gw. Sangat mendukung label 'drama'nya. Kenapa ? Coba liat beberapa cuplikan film dibawah ini ⬇⬇⬇⬇⬇ Buat gw ini cakep banget! 

Keindahan film ini munculnya dari sinematografi dan musik yang diramu lewat editing yang oke. Kadang-kadang kamera zoom-in untuk ngeliatin hal yang detail, kadang-kadang close up untuk ngeliatin ekspresi aktornya, kadang-kadang gerak ngikutin aktornya jalan sana sini biar lebih dinamis. Bikin gak boring deh πŸ˜€ terus ya dari awal sampe akhir film, backsoundnya itu musik-musik instrumen a la jazz (eh apa blues ya?) yang identik sama era tahun 50-60an. Ngasih sensasi calming dan menyenangkan buat gw. Cuma sayangnya untuk beberapa bagian yang harusnya menegangkan, gara-gara backsoundnya yang begitu jadi kerasa kurang nendang aja. Best part is editing! Suka banget gw sama efek yellowish, blink-blink sama gloomy difilm ini. Efeknya warm gitu deh. Sinkron sama setting tempatnya yang rata-rata emang pake kota dengan cuaca hangat yang punya pesisir pantai kaya California, Miami dan New Orleans. Selain yellowish, ada juga efek bluish disini tapi cuma untuk scene-scene yang kesannya gelap dan kejam. Kaya ini:
Kantor FBI
Penjara di Perancis
Gak heran sih film ini lumayan banyak dinominasikan (beberapa diantaranya bahkan ada yang menang) dibanyak award pada tahun 2002-2003. Contohnya aja :

Academy Awards, USA 2003

Best Actor in a Supporting Role
Christopher Walken 
Best Music, Original Score
John Williams 

Golden Globes, USA 2003

Golden Globe
Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama
Leonardo DiCaprio 
BAFTA Awards 2003

BAFTA Film Award
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Christopher Walken 
Anthony Asquith Award for Film Music
John Williams 
BAFTA Film Award
Best Screenplay - Adapted
Jeff Nathanson 
Best Costume Design
Mary Zophres 

Nah terus kenapa film ini punya label 'biografi' ? Karena ini film emang based on true story nya Frank Abagnale asli yang sekarang jadi Law Enforcement Consultant Amerika, penulis buku (The Art of the Steal (2001) dan Stealing Your Life (2007)) dan pengajar untuk Akademi FBI. Sumbernya dari sini dan sini 

Kayaknya, film hollywood itu selalu nambahin adegan kissing πŸ’‹ mau apapun genrenya yaa, sebagaimana orang Indonesia yang masak hampir selalu pake garem. Termasuk Catch Me If You Can. Menurut gw adegan kissing-nya cukup intens (bikin gw deg-degan bok! 😁) dan sedikit (banget) menjurus kearah 'itu'. Ya menyesuaikan sama rating umurnya yang dikasih PG-13 tapi  kalo untuk di Indonesia kayaknya harus dinaikin lagi ke R (Restricted) deh. Jadi kalo mau nonton ini, make sure gak ada bocah yaaa πŸ˜„ Kalo mau tau soal ratings guides bisa klik disini

Ngomong-ngomong soal plot dan irama film ini, sejujurnya gw agak ngerasa membingungkan. Maju mundur. Beruntung Leonardo dipakein gaya rambut berbeda untuk 4 masa di film ini jadi lumayan bantu sih. Jadi kalo rambutnya begini pas dia begini. Kalo rambutnya begitu pas dia begitu. Terus, secara umum, gw gak ngerasa ada emosi khusus yang terbangun. Tegang juga enggak. Sedih sampe nangis-nangis juga juga enggak. Exciting yang sampe penasaran dan bikin deg-degan juga enggak. Just okay aja gitu. So so lah~ Tapi bukan berarti film ini jadi film yang lempeng-lempeng aja ya... malah lebih terbangun rasa sedikit kasian sama si Frank sih jadinya. Dan yang pasti gw merasa menyenangkan nonton film ini. Ibarat ombak dilaut, ini jenis ombak yang mendayu-dayu gitu. Gak tenang tapi gak ngagetin juga.

Sans dulu ah~ Sumbernya dari sini
Kalo dibandingkan sama film sejenis, gw akan bandingkan dengan A Beautiful Mind (2001/PG-13/Biografi-Drama). Sama-sama dari kisah nyata seseorang, sama-sama ada dramanya tapi gw merasa lebih tegang dan deg-degan nonton A Beautiful Mind ketimbang Catch Me If You Can padahal gak ada label 'crime'-nya πŸ˜ƒ Intinya beda pengemasan sih. Kalo suka yang memacu adrenalin boleh tonton A Beautiful Mind kalo suka yang tenang-tenang boleh pilih Catch Me If You Can.

Oiya ada 1 scene yang gw heran itu fungsi dalam filmnya apaan: scene awal banget jadi kaya ada si A, B (Leonardo Di Caprio) dan C ikutan variety show yang mana ada panelis yang harus nebak dari A,B,C itu siapa yang palsu lewat QnA (Ada kok acara TV Indonesia yang kaya gitu, tp gw lupa namanya apa πŸ˜†) mungkin tujuan scene tersebut untuk ngasih garis besar film tapi gw rasa sih gak perlu. Soalnya latar belakang tiap tokoh dan latar belakang masalah difilm ini udah cukup jelas disajikan sepanjang film. Kalo kitanya ngikutin, gampang kok dipahami ini film arahnya mau kemana.

Kalo ngomongin akting, ya gak usah ditanya gimana totalitasnya Tom Hanks sama Leonardo. Mereka udah kawakan. Kalo orang-orang terkesan sama aktingnya Christopher Walken sebagai Frank Abagnale Sr. sampe dinominasikan dan menang dibeberapa award, gw juga. Apalagi pas scene dia lagi curhat sama anaknya sampe speechless cuma mangap-mangap doang, mata udah berkaca-kaca tapi dia tetep harus pura-pura kuat didepan anaknya. Anak mana yang gak terpotek hatinya liat bapak yang dia kagumi sebegitunya nangis sesedih itu? πŸ’”πŸ˜­


Oke, final conclusion dari gw:

Seperti yang udah gw jelasin panjang lebar diatas, kalo lagi cari film bertema crime yang gak  kaya biasanya dengan kemasan vintage cantik dengan sensasi menyenangkan dan calming, mungkin Catch Me If You Can bisa jadi pilihan untuk berakhir pekan. Tapi kalo cari film crime yang ada sensasi mendebarkan, film ini bukan jawabannya. 

Rate (1-10): 7,5/10
Recommendation (yes/no): Yes

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Tuesday, 23 October 2018

Bad Genius/Drama-Comedy-Crime/2017

October 23, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Chutimon Chuengcharoensukying
Rate Imdb: 7,7/10

Ada yang pernah nonton film Perfect Score ? itu loh film taun 2004 yang mainnya Chris Evans sama Scarlett Johannson yang tentang sekelompok anak sekolah yang berkomplot untuk mencurangi SAT biar mereka bisa masuk kampus impian...semacem SBMPTN kali ya kalo disini. Talk about this film, gw dulu nonton ditahun 2008an pas semester akhir kelas 9 SMP. Direkomendasiin temen sekelas supaya pas Ujian Akhir nanti termotivasi 'sukses bersama'. Yeaaaa... that 'sukses bersama' have million meaning 😝 YKWIM laaa~

Mbak Scarlett masih unyu-unyu πŸ˜› (Sumbernya dari sini)
Bad Genius ini banyak sedikit satu tema sama Perfect Score. It's all about cheating for some reason.

Let me make it clear first: Cheating is bad. 
Sebagai gambaran, film ini bercerita soal Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) anak SMA super jenius yang memanfaatkan kepintarannya. Awalnya dia cuma mau bantuin temennya. Tapi lama-lama dia lihat ada keuntungan yang bisa dia ambil disitu. Pada puncaknya, dia dan Bank (Chanon Santinatornkul) harus mencurangi STIC (SAT-nya orang asing yang mau kuliah di Amerika) di Sydney, Australia dan mengirim jawaban tersebut ke komplotannya di Thailand.

Mari kita kupas setajam...golok πŸ˜†

Film ini dibuka dengan scene yang bikin penasaran dan bikin penonton bertanya-tanya. Bikin harus lanjut nonton. Makin ditonton kok makin ngerasa "waduh ini gw banget! Gw pas jaman SMP-SMA nih!". Harus lanjut nonton nih... 

Intermezzo. Gw waktu SMP apalagi SMA bandel banget. Doyan nyontekin orang. Bukan karena gw pinter banget kaya si Lynn tapi lebih karena kepuasan batin aja. Seneng aja bantuin temen. Tapi sayangnya bantuin dalam hal yang gak bener πŸ˜† Gw pernah sekali ketauan cheating pas SMP. Ujian matematika kelas 8. Gw duduk ditengah. Kiri belakang gw si Virda. How I cheat ? Pake kalkulator yang ditaroh dilaci meja mengingat gw ini payah sekali dalam berhitung πŸ‘Ž How I caught ? pas lagi ngitung pak kalkulator (tangan gw dibawah meja semua) si Virda manggil-manggil mau nanya rumus. Bodohnya gw terus sibuk ngitung tanpa liat kanan kiri terus nyeletuk "ntar dulu ih. Nanggung lagi ngitung". Ternyata Pak Pengawas (waktu itu Pak Hudaya, guru Biologi terasik sepanjang SMP gw) ada disekitar gw dan langsung nanya "kamu ngitung pake apa? kok tangan dibawah semua?" yah sebagai tersangka gw mah cuma bisa ketawa sama temen-temen sekelas. Untungnya gw gak dilaporin ke guru mata pelajaran heheh cuma disuruh simpen kalkulator aja. FYI, gw udah tobat gak cheating pas ujian sejak kuliah hihi 😁

Kembali ke laptop~

Semakin ditonton ternyata waduh...ini film kok ya Asia (terutama Indonesia) banget. Selain kecurangan dari sisi murid, juga ada kecurangan dari pihak sekolah.

Konflik yang ditampilin difilm ini tuh enak banget. Bertahap gitu. Dari konflik yang ecek-ecek. Masuk ke yang moderat sampe konflik pamungkas yang jadi inti masalah dalam film ini. Motive kemunculan konflik juga kuat. Ditampilin secara visual yang pasti ya gak cuma 'katanya' seorang tokoh aja 😏.

shut up your mouth just enjoy the film! (Sumbernya dari sini)

Selain jalan cerita yang alus dan ide teknik nyontek yang gak kepikir sama otak rata-rata gw, gw paling suka sama sinematografinya! Bagus banget.
Here the sneak peek

Music dan backsoundnya juga mendukung ditambah sisipan musik klasik makin makin bmembangun suasana tegang pas lagi nyontek hahah.

Apalagi ya ? oiya. Akting. Gak ada masalah. Two thumb up buat Chutimon dan Chanon. Yang bagus lagi difilm ini make upnya natural. Bener-bener gambarin ini loh anak sekolahan tuh begini...bare face. Kadang kucel kalo keringetan. Anak sekolahan banget kan ?

Ada lagi ada lagiiiii. Untung difilm ini ada si Pat (Teeradon Supapunpinyo) anak konglomerat tapi otaknya terbatas yang bikin film ini renyah karena komedinya. Lebay tapi malah bikin ngakak 😝

Bukan Iqbaal loh ini

Nah yang bikin gw gusar adalah pada scene terakhir yang udah bikin jantungan tapi tiba-tiba bikin gw rada kecewa karena ada 1 pengawas ujian yang ngejar si Lynn dari lokasi ujian sampe ke Subway cuma buat nyuruh dia balik ke lokasi ujian untuk dimintai keterangan untuk kasus orang lain (πŸ˜•?) Loh emang gak bisa di telpon aja kan pasti ada data-data peserta ujian kan. Rada gak guna sih scene ini.

Kok gak kasih 9 kaya film Dhrisyham ? kenapa yaaa πŸ˜… soalnya intensitas kengeriannya belum se-wah Dhrisyham heheh
Dari film ini gw jadi kepikiran, "Apakah layak mencurangi kecurangan ?
My answer: Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang baik

Rate (1-10): 8/10
Recommendation (yes/no): Yes. 

Friday, 19 October 2018


October 19, 2018 0 Comments
Sumber gambar
Main cast: Ajay Devgn
Rate Imdb: 8,3/10


Bole chudiyan~ bole kagna 🎢
Haai main ho gayi teri saajna 🎢
Tere bin jiyo lag da main te margaiya 🎢

Siapa yang bacanya sambil nyanyi? 😝 Berarti kita satu generasi wkwkwk

Kalo jaman gw kecil, film Bollywood identik sama kisah percintaan yang selalu ada Inspektur Vijay dan joget-joget ditengah guyuran hujan. Romantis tapi ya bego juga 😐 ujan-ujanan apa kaga bikin meriang yeeee ? hahaha
Goyang terus bang (Sumbernya dari sini)
Nah tapi untungnya trend Bollywood sekarang udah bergesar. Gak melulu soal percintaan yang gak disetujui. Gak melulu drama-drama berderai air mata. They have develop into next level! πŸ˜„Good news for me yang kalo tiap sabtu siang bersemedi dalem kosan cuma buat nonton film India wkwkwk. Bollywood ini ya banyak sedikit sama kaya drama Korea yang sekarang rangenya udah luas banget. Mulai dari drama soal medis sampe drama hukum. Cuma mungkin agak kalah pamor sih πŸ˜₯

Perkembangan film Bollywood ini udah gw rasain sejak jamannya Koi Mil Gaya di tahun 2003 (yang baru gw tonton pas SMA 2008an). Terus dilanjut dengan My Name is Khan ditahun 2010 yang udah mulai ngomongin soal rasisme. Puncaknya ada pada 3 Idiots di tahun 2009 (gw nonton pas kuliah 2011an). They were amazing! Ide cerita, cast, musik dan yang paling penting pesan moralnya keren banget apalagi buat anak sekolahan. Segitu aja cerita sejarah Bollywood gw hahah 

So jangan anggap film India itu cuma joget-jogetan doang yaaa πŸ˜…

Drisyham. Film drama crime pertama yg gw tonton dari ranah Bollywood! (Thank you kak @hujandisenja  yang sudah merekomendasikan film ini). Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah untuk melindungi keluarganya dari kasus pembunuhan yang terjadi diluar dugaan mereka dengan membuat alibi yang detil banget dan celakanya kasus tersebut juga melibatkan salah satu petinggi kepolisian setempat. Simpel tapi rumit juga. mmuach!

Sumbernya dari sini
Akutu sampe bingung mau ngereview gimana biar gak jadi spoiler 😞. Film ini harus dintonton dengan zero expectation (tanpa nonton trailer) biar makin greget hahah. Serius deh. 

Tiga puluh menit pertama agak booring sih (plis bersabarlah πŸ™) rada lama naiknya. Disini gw rada khawatir kalo filmnya bakalan drama nangis-nangis. Tapi justru disini part yang penting: penggambaran tiap tokoh. Semuanya kuat. Gak cuma berfokus sama tokoh utama Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) aja. Seteleh 30 menit ini, jantung gw gak habis-habisnya dibikin deg-degan gak karuan berasa gw ada dalem filmnya juga. Intens banget. 

Rasanya kaya lagi nonton Sherlock Holmes (tanpa dr. Watson) vs Dr. Moriarty tapi yang menang Dr. Moriarty hihi πŸ˜› Holmes cuma kalah 1 langkah aja kok. Tapi faktanya mereka emang sama-sama jenius kan ?

Ide ceritanya sederhana tapi soal pembuatan alibi kejahatanya mind blowing banget 😱. Alur ceritanya juga alus banget, pake flashback gitu tapi gak bikin pusing karena maju mundur cantik caantik 😁 Gak patah-patah. Bahkan selama nonton gw hampir gak ada komentar "kok gitu sih? lah dia kenapa? apaan sih ini?". Gw bener-bener dibawa masuk dalem ceritanya. Beneran dibikin terpaku sama filmnya dan pada scene-scene terakhir adalah Jaw-dropping moment. OUTSTANDING!

(sumbernya dari sini)
Soal akting pemainnya aduh gak usah ditanya. Great! Terutama Meera Deshmukh (Tabu). Yampun dia diem aja udah serem matanya intimidating gitu. Bener-bener nunjukin kalo dia ini petinggi polisi yang heartless sama penjahat yang emang pantes jadi seorang kepala. Tapi dia juga bisa nunjukin sosok keibuannya. Dan jangan lupakan pak Polisi jahat, Gaitonde (Kamlesh Sawant). Aktingnya bikin yang nonton pengen nabok aja bawaanya 😝

Backsound sama lagu yang ada sepanjang film ini juga pas. Gak too much dan gak ada joget-joget loh ya. Pas secene seneng ya lagunya yang seneng. Pas scene sedih lagunya sedih. Apalagi backsoundnya, makin membantu membangun ke-intens-an film ini. 

Alasan kenapa gw gak kasih 10/10 (selain karena kesempurnaan hanya milik Tuhan) adalah karena the alibi is too perfect. Kok bisa ya ? Ketika ada celah yang bisa dipakai polisi untuk ngorek-ngorek bukti supaya Vijay bisa dijeblosin ke penjara pasti Vijay udah antisipasi duluan. Padahal ceritanya si Vijay ini berpendidikan rendah. Jadi aja sepanjang film gw ngoceh "waduh waduh ketauan nih! waduh kebongkar nih!waduhh...waduhhh..." 😱 

Oiya ada lagi yang rada ganggu gw. Seragamnya Meera Deshmukh terlalu ketat woooooyyyy. Masa petugas pelayanan masyarakat baju kerjanya 'macem' itu. Sesak liatnya πŸ˜“ plis atuh lah

Waduh baju mbaknyah 😨  (sumbernya dari sini)
Lupak! ada lagi. Pas scene pertama, ada Polisi pindahan mau nanya lokasi kantor polisi Pondolem (nama kota) ke pemilik warung... ternyata kantornya pas disebrang warung itu. wkwkwk πŸ˜‚ Mon maap dia polisi apa Dora The Explorer ya ?

Best scene:
Zoom in dengan aktor yang balik badan 1 per 1. Dramatis banget!

Rate (1-10): 9/10
Recommendation (yes/no): ABSOLUTELY YES!!!!!!