Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Saturday, 27 June 2020

Perkara "Bekal Buat Suami"

June 27, 2020 6 Comments
Assalamualaikum! Annyeong~

Picture and template by Canva, edited by @Niklosebelas

Beberapa bulan terakhir ini, saya lebih suka lama-lama main di Twitter. Soalnya pergerakan informasinya cepet banget dan lebih seru karena sering banyak bahas ke-tubir-an (keributan) dan isu-isu (baik politik, budaya, sosial dll) yang lagi in saat ini. Kadang juga ada yang bikin utas mengenai tips and tricks sesuatu.

Saya biasanya buka Twitter yang lumayan lama itu pas siang-siang nyambi mimik-in baby G. Nah kalo weekend malah jarang buka Twitter karena urusan domestik hihi

Terus, sore ini (sabtu 27/6) baru buka Twitter lagi dan ternyata ada keramaian yang saya lewatkan. Yaitu soal utas "Bekal Buat Suami Hari Ini" oleh akun @rainydecember.

Sebenernya utas tersebut biasa aja sih... Gak ada yang aneh atau wah hanya utas mengenai resep bekal. Kurang tertarik sebetulnya karena tidak cocok dengan gaya per-bekal-an saya. 

Nah yang jadi bikin rame adalah:

Yang bikin rame

Jadi ada sebuah akun yang nge-Retweet with comment utas tersebut. Saya sih nangkepnya kayak ybs nyinyir gitu ๐Ÿ˜… maapkeun kalo saya jadi mainstream dan ikut mbahas ybs disini (tadinya mau nulis di Twitter juga tapi saya urungkan karena kepikiran untuk bahas lebih lanjut) soalnya... Saya juga kaya mbaknya~ tim bikin bekal buat suami. 

Sejak awal menikah, suami saya cerita katanya dia bosan sama menu makan siang di kantornya yang itu lagi itu lagi. Akhirnya suami saya lebih seneng jajan daripada makan siang yang proper padahal load kerja di perusahaan swasta itu berat, jadi perlu asupan yang bergizi untuk mengimbangi kesibukannya yang gila-gilaan. Saya dengan 'nekat' nya menawarkan diri untuk masakin dia bekal makan siang padahal waktu itu kemampuan masak saya baru sebatas goreng frozen food aja haha

BACA JUGA: Cuma Di Kampung : Hajatan Sebagai Ajang Investasi


Setiap pagi, setelah sholat shubuh saya akan jadi sibuk banget di dapur karena masak untuk sarapan dan makan siang (untuk saya dan bekal suami) Ritual masak-memasak akan selesai kisaran jam 6-6.30 am karena jam 7 pagi suami saya harus sudah berangkat ke kantor. 

Kebayang gimana repotnya... Padahal cuma masak nasi, 1 jenis lauk dan 1 jenis sayuran doang tapi untuk 2x makan untuk 4 porsi. Jadi repot soalnya saya amatiran hahah potong-potong bawang aja pake mikir.

Makanya, seiring meningkatnya jam terbang memasak, saya akhirnya jadi beli terlatih. Kalo misal pas mau bikin bekal yang agak ribet dan lama prosesnya biasanya saya udah siap-siap dari semalem. Contohnya mau masak bekal ayam goreng saos teriyaki, nah saya pas malemnya akan masak ayam ungkep dulu supaya pas pagi tinggal goreng ayam dan bikin saos teriyaki aja deh. 

Tired but happy

Kembali ke soal si ybs. 
Saya gak ngerti juga kenapa kok dia nulis begitu. Kaya seolah olah ngomong "Kok cuma suami aja yg dibuatin bekal? Ayah gak dibuatin bekal? Emang yang kerja suami aja... Kan ayah juga kerja. Atau adik... Atau kakak... Atau... Tetangga (?)" ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Kalo misal pertanyaan dia ditujukan ke saya, akan saya jawab begini:

Kenapa bikinin bekal untuk suami yaitu untuk memastikan suami makan dengan layak dan bersih. Walaupun menunya sederhana, tapi insya allah bersih, sehat dan dibuat sesuai selera suami. Harapannya, dengan asupan yang baik maka kesehatan akan terjaga sehingga suami bisa terus kerja dan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Dan kebetulan yang bekerja hanya suami, maka dengan bikin bekal tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi dan bakti saya ke suami yang sudah lelah-lelah mencari nafkah untuk anak istri di rumah. 

Ingat lah, tugas utama seorang istri adalah berbakti ke suami jadi ya udah sewajarnya dong kalo istri buat bekal untuk suami. Kalo bekal untuk anggota keluarga lainnya hukumnya jadi sunnah menurut saya sih.

Gitu kira-kira jawaban saya. 

BACA JUGA : Oh Begini Rasanya Melahirkan


Lagian dengan masak dan bawain bekal untuk suami tuh banyak manfaatnya. Antara lain:

  1. Jadi motivasi untuk terus belajar masak
  2. Hemat uang belanja
  3. Mutu makanan lebih terjamin
  4. Melatih kreativitas
  5. Melatih menejemen urusan dapur
  6. Lebih disayang suami eeaaakkk ๐Ÿ˜

Sekian dulu tulisan saya kali ini. 
Salam dari tim bawain bekal untuk suami



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Wednesday, 10 June 2020

Cuma Di Kampung : Hajatan Sebagai Ajang Investasi

June 10, 2020 9 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


Hallooo~
Kali ini saya mau nulis tentang kebiasaan di kampung saya yang menurut saya agak gimana gitu.

Kabiasaan ini berkaitan dengan kondangan/ondangan atau njagong dalam bahasa jawa yaitu kegiatan menghadari sebuah acara yang utamanya adalah acara pernikahan atau sunatan atau syukuran.

Bagi sebagian orang, ketika diundang ke sebuah acara misalnya pernikahan maka biasanya mereka gak akan datang dengan tangan kosong. Mereka akan memberi hadiah (berupa uang atau barang) sebagai ungkapan turut berbahagia dan juga untuk menambahkan kebahagiaan tuan rumah tanpa mengharap balasan apapun dikemudian hari.

Sementara untuk orang di kampung saya terutama untuk generasi tua, hal tersebut tidak berlaku.
Bukan pada bagian "memberi hadiah"nya... tapi pada bagian "tanpa mengharap balasan".

Masyarakat di kampung saya terbiasa kondangan dengan membawa sejumlah beras dan/ uang dengan harapan pada saat mereka punya hajatan serupa, akan dibalas kondangan dengan sejumlah beras dan uang yang (minimal) sama. 

Jangan salah loh, kondangan dengan beras itu sangat bernilai. Makanya musim hajatan di kampung saya biasanya rame pas musim panen padi. Jumlah beras yang dikondangkan juga bisa mencapai hitungan kwintal. Tergantung seberapa "tajir" dan seberapa dekat hubungan seseorang dengan tuan rumah.

Contohnya, si A mengundang si B keacara pernikahan anaknya si A. Lalu si B kondangan dengan membawa beras 1 kwintal beserta uang Rp. 100.000. Nah dikemudian hari si B juga menikahkan anaknya, maka si A HARUS datang dengan 1 kwintal beras dan uang Rp. 100.000 juga.


BACA JUGA : Cuma Di Kampung: Majengan, Sebuah Tradisi Dalam Bertetangga


Bagaimana jika si B punya 2 orang anak atau lebih ?

Maka 1 kwintal beras dan uang Rp.100.000 tersebut bisa dibagi sejumlah anaknya si B. Tapi ini opsional sih, yang penting Si A harus "mengembalikan" ke si B (minimal) dengan jumlah yang sama. Terserah mau dibayarkan sekaligus atau "dicicil" sejumlah anaknya si B

Jika ingin "dicicil", maka si A akan kondangan ke pernikahan pertama anaknya si B dengan membawa 50 Kg beras dan uang Rp. 50.000. Begitu pula saat si A kondangan ke pernikahan anak kedua si B. Begitu seterusnya. Seperti hutang yang wajib dibayar. Sehingga sangat perlu dibuat adanya dokumentasi berupa database khusus. 

Terdengar sangat transaksional macem bisnis yang kental nuansa untung rugi ya?

Bagaimana database tersebut dibuat ?

Sebelumnya, saya akan sedikit memberi gambaran gimana orang-orang dikampung saya kalo kondangan ya...

Ketika seseorang menghadiri kondangan, orang pertama yang dituju sang tamu diacara tersebut bukanlah tuan rumah tapi pajengan yang bertugas sebagai notulen alias tukang catet beras(1) Tamu akan melaporkan "data kondangannya" (berupa nama, alamat dan jumlah beras yang dibawa) ke tukang catet beras. Kemudian si tukang catet beras mencatatnya disebuah buku besar yang nantinya akan menjadi buku database kondangan. Kalo beras biasanya dibawa pake karung atau ceting (Mirip tempat nasi yang biasa disajikan di rumah makan berkonsep sunda tapi dengan ukuran lebih besar).

Sementara (2) untuk kondangan dalam bentuk uang dalam amplop, akan dimasukkan dalam kotak khususselanjutnya dicatat oleh tuan rumah sendiri (setelah acara selesai) dibuku yang sama yang digunakan tukang catet beras. (3) Setelah itu barulah tamu menemui tuan rumah, lalu (4) menyantap hidangan di prasmanan yang sudah disediakan. Terakhir (5) kembali ke tukang catet beras untuk mengambil karung/ceting yang mereka tinggal untuk diisi dengan berkat berupa nasi dan lauk pauk yang sama yang dihidangkan diprasmanan acara tersebut.

*pajengan: orang yang bantu-bantu dalam sebuah acara hajatan 


Pasti semua orang dikampung saya yang pernah hajatan punya buku besar database kondangan yang isinya daftar orang-orang yang kondangan ke mereka. Pada umumnya database tersebut berisi (1) nama suami dan istri sekaligus (karena ada yang namanya sama, makanya dibedakan dengan mencantumkan nama pasangannya), (2) alamat (hanya blok/gang/RT rumah), (3) jumlah beras dan  (4) jumlah uang yang dibawa saat kondangan. 

Kok saya tau ? Karena saya sering disuruh mamah ngubek-ngubek database kondangannya T.T

Buku database ini ditulis manual, gak ada format baku dan kadang 1 buku untuk 1 acara bisa ditulis oleh beberapa pajengan. Alhasil, pas nyari nama seseorang, pusingnya bukan main. Satu buku isinya bisa ratusan bahkan seribuan orang dengan tulisan yang kadang susah dibaca huhu. Bayanginnnnnn!!!

Database tersebut sangat berguna ketika ada undangan yang datang kerumah. Jadi pas ada undangan ke sebuah acara, mereka akan nyari secara manual nama si empunya hajat (yang ngundang) di database yang mereka punya.

Kalo ada namanya di database tersebut, berarti HARUS kondangan sejumlah tersebut. Dengan catatan sudah memperhitungkan jumlah anak yang dimiliki si empunya hajat. Makanya orang dikampung saya sebagian besar hapal anggota keluarga orang lain. si anu punya anak sekian, si anu anaknya udah berada diusia menikah, si anu anaknya mau disunat, si anu punya sodara sekian dst.

Kalo namanya gak ada database tersebut, berarti hukumnya sunnah untuk kondangan. Boleh datang boleh enggak.


BACA JUGA : Cuma di Kampung : Rame-rame Dimanapun Kemanapun


Bagaimana jika saat diundang, ternyata lagi gak punya uang dan beras sejumlah tersebut atau gak hadir atau nominalnya kurang ?

Jawabannya adalah siap-siap DITAGIH sehari setelah acara tersebut dan penagihan seperti itu adalah sebuah hal yang memalukan untuk orang di kampung saya. Pernah suatu ketika, orang tua saya lupa kondangan ke orang yang ada di database kondangan mereka karena sedang diluar kota. Maka orang tua saya mau gak mau harus minta tolong sama sodara untuk di-kondangin dulu biar gak ada drama tagih-menagih tersebut.

Karena proses penulisan daftar kondangan yang masih dilakukan secara manual, maka tingkat human error-nya sangat tinggi. Saya pernah mendengar ada tetangga yang sampe musuhan gara-gara kurang kondangannya. 

Si A ngaku kondangan ke si B sejumlah beras 1 kwintal, tapi si B merasa si A kondangan cuma 90 Kg jadi pas si A punya acara si B cuma kondangan 90 Kg aja. Si A gak terima... datang lah si A menagih kerumah si B. Lalu berantem lah mereka dan musuhan Berbulan-bulan lamanya ckckc

Saya juga heran dengan kebiasaan seperti ini dan saya gak tau gimana asal usulnya sampai tercipta  dan mendarah daging kebiasaan seperti ini soalnya orang tua saya juga kalo ditanya hal ini pasti gak bisa jawab wkwkwk.

Dalam pandangan saya, kebiasaan seperti ini ada plus dan minusnya.

♦️Sebagai ajang investasi jangka panjang

Misalnya kita punya 2 orang anak perempuan yang masih masih 10 tahun. Anggaplah mereka menikah 10 dan 15 tahun kemudian. Nah dari sekarang kita udah "menanam benih" dengan rajin kondangan kesana-sini. Sehingga pada saat nanti kita menikahkan mereka, seenggaknya modal yang kita keluarkan untuk bikin acara pernikahan bisa balik modal lah. Dengan catatan orangnya cermat dalam berhitung loh yaaa... karena gak jarang ada juga yang malah rugi karena terlalu "royal" bikin sebuah hajatan. Maksudnya bikin acara yang wah padahal dirinya males kondangan ke orang lain.

♦️Diperoleh keuntungan dari selisih harga jual-beli beras pada saat tersebut

Soalnya setelah hajatan biasanya banyak tengkulak yang datang dan nawarin untuk beli beras tersebut. Siapa yang nawarin dengan harga yang tertinggi, dia lah yang berhak membeli beras tersebut.

♦️Mempererat silaturahmi

Dengan makin sering kondangan, otomatis makin sering ketemu sama tetangga-tetangga.

Namun sayangnya minusnya adalah... 
๐Ÿ”ดBerasa kurangnya ketulusan pada saat kondangan 

Terutama saat memberikan beras/uang. Karena adanya harapan "dibalas" dengan hal yang setimpal.

๐Ÿ”ดNambah-nambahin drama kehidupan bertetangga

Malesin banget deh kalo udah ada masalah tagih menagih soal kondangan tuh.


Ohiya perlu dicatat, kebiasaan tersebut hanya berlaku untuk internal orang-orang dikampung saya dan sekitarnya aja ya. Jadi kalo ada orang  luar yang kondangan ke salah satu warga kampung saya, maka hukum tagih-menagih itu tidak berlaku. Seenggaknya kalo dikeluarga besar saya sih gitu heheh karena menganggap udah berbeda adat kebiasaan.


Sekian dulu tulisan saya hari ini.
Semoga menambah pengetahun mengenai kehidupan kampung a la saya.


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Wednesday, 12 February 2020

Berencana untuk Umroh ? Jangan Lupa Bawa Barang-barang Berikut ini

February 12, 2020 25 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

-

Haii~
Kali ini saya mau nulis sedikit pengalaman saya saat Umroh. Pasalnya, saya merasa ada beberapa barang yang saya bawa dari Indonesia yang ternyata sangat berguna untuk menunjang ibadah selama di tanah suci.

Ibadah Umroh merupakan ibadah yang sangat memerlukan kekuatan fisik.
Apalagi buat orang Indonesia yang terbiasa tinggal di iklim tropis dengan 2 musim (Kemarau dan Penghujuan), iklim gurun di negara Arab Saudi adalah tantangan tambahan dalam menjalankan ibadah di tanah suci. Karena perbedaan iklim tersebut tak jarang menyebabkan menurunnya stamina para jemaah, jadi kita harus pintar-pintar menjaga ketahanan tubuh supaya optimal dalam beribadah.

Selain pakaian, alat ibadah dan perlengkapan pribadi seperti obat-obatan, skincare dan alat mandi... alangkah baiknya membawa beberapa barang berikut ini sebelum berangkat menjalankan ibadah Umroh demi kelancaran ibadah. Ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi ya..

Jaket (dan sarung tangan)

Iklim di negara Arab Saudi adalah iklim gurun yang kalo siang panas terik tapi kalo malem bisa dingin banget. Tapi tergantung kondisi badan juga sih... Apalagi di Madinah. Beberap hari pertama di tanah Arab Saudi, saya merasa kedinginan saat waktu isya dan pagi hari. Mungkin badan saya masih beradaptasi kali ya dan lagi capek karena perjalanan Indonesia-Arab Saudi yang lumayan jauh... jadi tiap keluar hotel saya selalu bawa jaket, bahkan kalo ada pake sarung tangan heheh.

Belum lagi kalo kebagian tempat sholat yang deket AC masjid. BBBRRRRR~ makin dingin aja. Jadi perlu banget untuk bawa jaket, gak perlu yang tebel-tebel kok... sweater atau jaket rajut udah cukup menghangatkan badan.

Botol Semprot dan botol minum

Ini adalah benda yang menurut saya paling jenius yang saya bawa saat Umroh heheh.

Fungsinya apa sih ?
Pertama botol minum itu kita bawa untuk kita isi dengan air zam-zam untuk persediaan selama di hotel. Biar makin puas minum banyak air zam-zam...

Botol minum sekaligus botol semprot
Beli di Tokopedia harganya 60-70an K ukuran 600 mL

Kedua botol semprot (botol yang ada sprayer-nya) itu fungsinya sebagai air wudhu darurat dalam masjid. Gak perlu yang gede kok... ukuran 100 mL udah cukup.

Tau kan masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu luasnya kaya apa ? Kadang-kadang kita dapet tempat sholat yang jauh dari tempat wudhu yang kalo jalan kaki itu lumayan banget.

Apalagi kalo jarak antara hotel dan masjid lumayan jauh... daripada bolak-balik hotel-masjid mendingan diem aja dalam masjid sambil nunggu waktu sholat berikutnya. Misalnya waktu sholat Ashar-sholat Magrib-sholat Isya. Nah waktu jeda antarsholat ini kan kadang kita pakai untuk tidur (tapi lebih baik buat dzikir atau ngaji sih). Kalo udah tidur brati wudhunya batal. Atau kita kentut pas lagi dzikir... Berarti harus wudhu lagi kan pas mau sholat tuh... tapi tempat wudhu-nya jauh, biar praktis bisa wudhu 'darurat' pake botol semprot ini.

Tutorial wudhu dengan botol semprot bisa dilihat disini: Cara Ambik Wuduk Guna Botol Spray Dengan Syarat2 Tertentu (bahasa Malaysia)

Ohiya, wudhu darurat ini bisa juga dipraktekan saat kita lagi di pesawat loh...
Jadi kita gak perlu tayamum karena kita punya sumber air yang bisa dipakai untuk wudhu.


BACA JUGA : Umroh dan Obat Penunda Menstruasi

Lip balm

Iklim gurun yang kalo panas bisa terik banget dan kalo dingin bisa dingin banget tentu akan mempengaruhi kondisi kulit terutama bibir. Makanya penting banget untuk bawa lip balm saat Umroh. Takutnya kalo bibir udah kering, terus mengelupas lalu bikin luka pasti bikin bibir perih... akibatnya bikin gak enak makan. Kalo udah susah makan tentu akan mempengaruhi kekuatan dan daya tahan tubuh kita selama menjalankan ibadah umroh.

Saya sarankan bawa lip balm Vaseline Lip Therapy karena mantul banget bikin bibir lembab terus. Tapi gak enaknya adalah bentuk kemasannya yang kaya balsem jadi kurang higienis menurut saya karena harus dicolek-colek pake jari. Kalo mau yang praktis, beli aja lip balm yang bentuknya kaya lipstik.

Cemilan

Ibadah Umroh dilakukan di kota suci Mekkah dan Madinah. Jarak kedua kota tersebut lumayan jauh yaitu sekitar 7 apa 6 jam perjalanan dengan bus *CMIIW. Saya pernah ngalamin delay yang lumayan lama pada saat perjalanan Madinah-Mekkah ini.

Ceritanya rombongan saya berangkat dari Madinah ba'da Dzuhur dengan perkiraan jadwal : sholat Ashar di Bir Ali sekalian ambil miqat terus lanjut perjalanan sampai Mekkah ba'da Isya, dilanjut makan malam dulu di hotel, sholat isya dikamar hotel masing-masing abis itu langsung menjalankan serangkaian ibadah utama Umroh yaitu Thawaf, Sa'i dan Tahalul. 

Diluar rencana, dalam perjalanan bus yang kami naiki kena tilang polisi ๐Ÿ˜… gak tau apa sebabnya. Terus kami digiring ke kantor polisi setempat yang letaknya ditengah gurun antah berantah hahah. Dari perkiraan sampai Mekkah sekitar jam 7 atau 8 malam... ternyata kami baru sampai Mekkah sekitar jam 12 malam dengan kondisi perut kosong, kafetaria hotel sudah tutup dan harus segera menjalankan Umroh karena kami sudah sudah berihram.

Nah gunanya cemilan adalah untuk kondisi-kondisi darurat seperti yang pernah saya alami. Cemilan ibaratnya seperti pertolongan pertama supaya kita tetep berenergi dan menjaga kebugaran tubuh.

Sepengalaman saya juga, selama kita di tanah suci, pihak travel akan selalu menyediakan cemilan kok. Tapi kadang cemilannya gak masuk untuk lidah sebagian orang Indonesia terutama yang picky eater seperti saya heheh. Seringnya sih pihak travel ngasih cemilan berupa kacang-kacangan, maamoul atau roti croissant yang ketiga-tiganya saya gak doyan jadi mau gak mau harus selalu sedia cemilan yang saya bawa dari Indonesia deh. 

Cemilan yang saya bawa biasanya coklat bar gitu soalnya gak makan tempat tapi cepet nge-boost energi. Kalo biskuit kan ukurannya agak bulky ya heheh...
Oiya bawa cemilannya disesuaikan sama kebutuhan, misal untuk sehari perlu 2 coklat bar... brati untuk ibadah selama 9 hari kita perlu 18 bungkus coklat bar.

Extra (foldable) bag, Lakban dan Spidol

Seperti kebanyakan orang Indonesia pada umumnya, saat bepergian ke suatu tempat... beli oleh-oleh untuk dibagikan ke sanak saudara adalah sebuah kebiasaan. Ya kan ? Bener kan ?
Nah gak jarang oleh-oleh yang kita beli itu suka gak muat dalam koper. Inilah fungsinya bawa extra bag (bahkan ada yang sengaja bawa extra koper kecil loh).

extra bag yang saya bawa saat Umroh. Ini foldable jadi gak makan tempat dalam koper tapi pas dibuka bisa muat banyak.
Beli di ACE Hardware atau di Online shop juga banyak yang jual
Sumber : AliExpress.com

Biar extra bag tersebut gak "nyasar" makanya kita perlu untuk bawa spidol dan lakban bening untuk bikin label di tas tersebut. Sebenernya kalo mau simple sih kita tinggal bawa name tag koper aja... cuma kadang-kadang name tag koper itu kan kecil ukurannya... berasa kurang noticeable jadi mendingan bikin label sendiri karena bisa kita tulis besar-besar biar terpampang nyata!

Sebagai informasi tambahan, berikut ini saya bikin list barang-barang apa saja yang perlu dibawa saat berangkat Umroh (versi Wanita) :
  • ID card dari Travel yang harus selalu dipake dimanapun kemanapun
  • Uang cash Real dan Rupiah secukupnya (kalo perlu bawa ATM, beberapa Bank Indonesia udah ada yang kerjasama dengan Bank di Arab Saudi. Menurut saya gak perlu bawa dompet yang biasa kita pake di Indonesia yang banyak macem-macem kartu ini itu... cukup bawa 1 dompet khusus yang isinya uang cash, KTP, Paspor dan ATM aja) *Pssssttt... banyak toko-toko yang terima pembayaran dengan Rupiah loh
  • Pakaian ganti (jangan lupa kaos kaki dan kaos tangan untuk Ihram)
  • Alat mandi dan skincare (walaupun dihotel pasti disediain amenities sih)
  • Obat-obatan pribadi (tolak angin is a must! kalo khawatir menstruasi, bawa juga pembalut)
  • Alat Ibadah (termasuk buku doa dan tuntunan Umroh)
  • Extra bag (foldable travel bag)
  • Sandal jepit (swallow for lyfe wkwkw)
  • Jaket
  • Botol semprot
  • Cemilan
  • Lakban dan spidol permanent/name tag koper tambahan
  • Charger

Sekian dulu tulisan saya kali ini.
Semoga membantu yaaa



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Monday, 23 September 2019

Wanita dan Rokok?

September 23, 2019 26 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


-

"Rokok Membunuhmu"

Sebuah peringatan yang ringkas, padat, jelas gak pake ba bi bu tertulis disetiap bungkus dan iklan rokok.
Tapiii... tapi.... kok masih banyak aja ya yang merokok ?
Heran gak ? Saya sih herman eh heran heheh.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Rokok saat ini udah gak lagi jadi simbol ke-maco-an cowok tapi kayaknya udah jadi gaya hidup untuk sebagian orang.
Orang yang mana nih yang saya maksud?
Hmmm... mungkin orang yang lagi penat, yang lagi suntuk, yang lagi mencari pengakuan "gw merokok dan gw keren" atau yang menuntut kesetaraan karena merasa dengan rokok mereka bisa mendobrak stigma masyarakat:

"Rokok cuma buat cowok aja cewek gak pantes merokok"

Heeemmmm... padahal banyak bahaya kesehatan yang mengintai mereka dan orang-orang disekitarnya yang (terpaksa) menjadi perokok pasif. Contohnya meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan kanker karena paparan asap rokok yang mengandung berkali-kali lipat zat beracun dibandingkan rokok itu sendiri. Gak usah disebutin lah ya berapa banyak jumlah korban baik perokok pasif dan aktif sebagai akibat dari rokok.

"Mau ngerokok mau enggak, toh nanti juga sama-sama meninggal juga"

Loh iya emang bener. Urusan umur kan rahasia Allah.
Tapi plis atuh laaah~ :") Ibaratnya udah dikasih tau nih didepan ada lubang, masa iya kita tetep aja jalan menuju lubang itu terus jatoh ? Kan bisa kita cari jalan lain biar gak kejeblos... Itu lah mengapa manusia dikasih akal pikiran sama Allah :")

Kalo udah dikasih tau tapi ngeyel, itu namanya apa ?
E.G.O.I.S. dan D.Z.A.L.I.M terhadap diri sendiri dan orang lain.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Suami dan keluarga saya gak ada yang ngerokok. Teman-teman dekat saya juga bukan perokok. Saya juga jarang sekali hang out ke tempat yang banyak perokok macem cafe-cafe outdoor gitu. Jadi, saya dan inner circle saya adalah golongan orang yang sensitif dengan adanya asap rokok kalo lagi ditempat umum dan berusaha menghindarinya.

Menyesal dengan sempitnya lingkup pergaulan saya ? Enggak. Bahkan saya bersyukur karena didekatkan dengan teman-teman yang sama "lempeng"nya dengan saya hahah

Cerita sedikit, ayah mertua saya dulu adalah perokok berat berdasarkan cerita suami. Tapi beliau udah berhenti merokok bertahun-tahun lalu karena kemalingan motor! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜… Entah apa korelasinya antara berhenti merokok dan kemalingan motor tapi syukur lah karena kejadian tersebut ayah mertua saya stop merokok sampe sekarang heheh...

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Kembali pada judul tulisan.
Karena cupunya, saya dulu agak kaget saat melihat seorang teman cewek saya semasa KKN (bukan KKN di desa Penari loh ya) merokok di rumah pondokan kami saat lagi bosan dan gak ada kerjaan. Kagetnya bukan yang gimana-gimana sih... cuma saya jadi sadar bahwa saya ini naif sekali. Naif karena dulu menganggap rokok cuma buat cowok aja. Ternyata enggak tuh hahah... Cewek juga ada yang ngerokok.

Gak berhenti disitu. Saya makin menyadari kenaifan saya saat pertama kali merantau buat kerja di Jakarta di area perkantoran yang didominasi milenials. Bukanlah hal yang aneh dengan pemandangan cewek berjilbab dan merokok. Tapi pemandangan tersebut cukup bikin saya berkata "wow" dalam hati.

"WOW... this is to the real world"

Masih ada lagi. Kali ini saya udah gak kaget tapi ditahap miris.

Waktu saya dan keluarga liburan ke Jogja bersama anak-anak, terus kami lagi nunggu pesenan makan siang di salah satu restoran berkonsep outdoor-tradisional di area Kaliurang, datanglah segerombol ibu-ibu paruh baya dan anak-anaknya duduk disebelah meja kami. Kayaknya mau reuni apa arisan.

Apa yang bikin saya gemezzz ? Dua orang ibu-ibu (satu berkerudung dan satunya enggak) merokok dengan santainya. 

Saya gak pernah mempermasalahkan soal wanita-berjilbab-merokok.
Saya paham bahwa gak ada korelasi antara rokok, moralitas seseorang dan kerudung apalagi menyangkut tingkat keimanan. Kerudung adalah urusan ibadah manusia dengan Allah dan kita gak ada hak samasekali untuk menghakimi urusan ibadah orang lain. Sementara rokok adalah urusan gaya hidup masing-masing dan moral seseorang tentu saja gak dibentuk oleh sebungkus rokok tapi lebih ke didikan keluarga.

Pas KKN dan kerja di Jakarta, saya juga gak pernah bermasalah dengan cewek-cewek yang merokok karena mereka kalo merokok juga jauh-jauh dan di area khusus ngerokok juga. Itu hak mereka kokSaling jaga privasi aja intinya. Kecuali saya yang nyari "penyakit" dengan sengaja duduk-duduk di area merokok tersebut. Itu sih sama aja saya secara sukarela masuk ke kandang singa wkwkw.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Apa yang bikin saya gusar soal "wanita dan rokok" dan bikin saya pengen nulis disini? 
Yaitu... soal ibu-ibu di restoran yang ngerokok dekat anak-anak. Anak-anaknya sendiri dan anak-anak orang lain.

Boleh kalo mau merokok ditempat umum asal telan asapnya. Bisa gak ? Enggak kan ?
Nah makanya, jadilah perokok budiman kalo kata temen saya ๐Ÿ˜ eh tapi lebih baik gak ngerokok ya!

Whatever lah ya soal kesehatan dia kan udah dikasih peringatan kalo "Rokok Membunuhmu".
Tapi...
Apakah mereka gak memikirkan dampak buruk perokok pasif? 
Apakah mereka gak mikirin kesehatan anak-anaknya yang (pasti) banyak terpapar asap rokok dari ibunya? 
Emang gak bisa ya untuk gak ngerokok deket anak-anak?

Mereka ini egois.
Ingin kesenangannya terpenuhi tapi merenggut hak orang lain untuk menghirup udara bersih.

Sebagai orang yang sering dikelilingi anak-anak kecil, deep down saya sedih ngeliat hal tersebut. Gregeeettttan tau liatnya...

Apakah saya menganggap perokok cewek = cewek nakal? 


Kita gak bisa ngecap seseorang baik/buruk hanya lewat kebiasaan merokok aja. Mungkin orang-orang dari generasi bapak ibu kita masih banyak yang berpikiran kolot bahwa:

"yang ngerokok pasti nakal... Suka ini... Suka itu... Jangan berteman sama dia karena dia ngerokok nanti ketularan ngerokok nanti kebawa-bawa jadi nakal"

Itu sih urusan prinsip aja wkwkw 
Kalo orangnya penasaran mah gak ditawarin juga pasti nyobain sendiri. They will find the way hahah
Untuk generasi "now" yang relatif lebih terbuka, pikiran kolot tersebut udah gak relevan deh...  dan saya  juga setuju bahwa rokok bukan cerminan mutlak sifat seseorang. Masih banyak faktor lain yang membetuk sifat seseorang.

Tapi yang jelas rokok itu gak baik buat kesehatan. Mau cewek mau cowok ya sama aja.

Bukan kah seorang ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya? 


Kalo mau anak-anak kita "baik" maka kita juga harus "baik". Yaaa... Seenggaknya baik didepan mereka deh karena anak-anak adalah peniru ulung. 

Gimana mau mengkampanyekan pedidikan soal bahaya rokok kalo dari kecil aja anak-anak ini udah terbiasa dan termaklumi dengan pemandangan orang tuanya lagi ngerokok ?
I mean, pendidikan terbaik dan paling basic dan paling gampang diterima anak-anak bukan dari sekolah formal loh. Justru dari keluarga inti.

Sebagai orang tua, sepatutnya kita (berusaha) mengajarkan kebaikan kepada anak-anak. Berusaha menjadi role model yang baik. Kita kasih asupan yang bergizi untuk menjaga kesehatannya. Kita sekolahkan untuk menambah pengetahuannya. Kita ajarkan bersedekah untuk belajar konsep berbagi dengan sesama dsb. Tujuannya apa ? Biar anak-anak jadi lebih baik dari orang tuanya kan?

Memang... rokok bukan ukuran sifat dan moral seseorang Tapi, dimata saya, seorang perokok (apalagi wanita... apalagi seorang ibu) adalah orang yang tidak bisa menjaga amanah dari Allah.

Dikasih tubuh sehat kok malah sengaja dimasukin "racun" sih?

Terlebih lagi, seorang anak adalah amanah dari Allah bagi orang tua.

Dititipin amanah kok malah gak dijagain sih?

Bukan kah hal tersebut adalah contoh yang buruk yang rasanya kurang pantas diperlihatkan depan anak-anak ? Pengen anaknya jadi lebih baik, tapi orang tuanya aja malah ngasih contoh yang kurang baik... gimana ceritanya coba ? Sering kali orang tua nuntut anaknya jadi lebih baik dari segala aspek tapi lupa bahwa orang tua juga harus terus belajar jadi baik.
Kita sebagai orang tua harus banyak (dan sering) bercermin

Punya anak itu emang susah. Terutama pada bagian "membesarkan dan mendidik" karena sama seperti pernikahan, raising kids is a never ending ibadah :')

Jadiiii... teruntuk para orang tua (terutama ibu-ibu) yang merokok, please... seenggaknya jangan merokok deket anak-anak. Kasihan kan, anak-anak itu berhak atas udara bersih loh~ 

Ehhh gak cuma buat orang tua yang merokok ding... BUAT SEMUA PEROKOK, TOLONG LIAT SIKON kalo mau merokok ya. Bukan cuma kalian aja yang ingin dihargai haknya, kami juga!


Sekian dulu tulisan julid saya kali ini. 
Semoga bermanfaat.



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Thursday, 8 August 2019

Hati-hati Menggunakan Kartu Kredit Untuk Transaksi Online di Merchant Luar Negeri

August 08, 2019 28 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

-

Setelah cerita penipuan berkedok bubuk Abate (cerita lengkapnya bisa klik disini), lalu penipuan lewat telpon yang ngaku-ngaku nyulik kakak saya (cerita lengkapnya bisa klik disini) , kali ini saya mau cerita soal penyalahgunaan kartu kredit yang dilakukan oknum di luar negeri.


BACA JUGA : Strategi Mengelola Uang Bulanan


Jadi, akhir tahun 2017 lalu, tepat ketika saya dan suami lagi bulan madu di Bandung, saya minta dibelikan skincare Nature Republic Aloe Vera 92% Shooting Gel ke suami lewat aplikasi marketplace online Korea yang namanya Gmarket. Sejenis Tokopedia, Shopee-nya Korea lah.

Saya tau aplikasi tersebut dari kakak saya yang sebelumnya emang pernah beli beberapa barang dan skincare langsung dari Korea lewat aplikasi tersebut dan berhasil sampe dirumahnya di Jogja dengan selamat tanpa drama.

versi apps

Karena testimoni positif dari kakak dan harga yang murah, saya tergoda dong pengen beli juga lewat aplikasi Gmarket ini. Apalagi waktu itu lagi in banget Nature Republic Aloe Vera Gel sedangkan harga di online shop Indonesia harganya masih 150an, itu juga belinya harus dari Batam karena belum ada official store Nature Republic di Indonesia. Sementara di Gmarket saya nemuin ada toko yang jual Nature Republic Aloe Vera Gel seharga 300ribuan dapet 6 jar! 
Gimana gak tergoda...

Saya pikir harganya bisa sampe segitu murahnya karena beli langsung di Korea kan... dan positif thinking aja barangnya asli. Yaudah deh, langsung beli.

versi web

Berbeda dengan kakak saya yang melakukan pembayaran lewat transfer Bank di teller (kalo gak salah kakak saya pake jasa Bank Woori), saya justru melakukan pembayaran lewat kartu kredit suami saya sejumlah 300ribuan biar bebas masuk Indonesia tanpa kena beacukai. Inilah kesalahan pertama saya.

Biasanya kan kalo kita belanja online di marketplace Indonesia dengan metode pembayaran pakai kartu kredit, kita akan dapet kode OTP (One Time Password) dari Bank lewat SMS untuk melengkapi proses verifikasi pembayaran tersebut. Tapi kali ini, gak ada kaya gitu-gituan. Tinggal masukin data dari kartu kredit (nomer kartu kredit, CVV, alamat), terus udah deh pembayaran dinyatakan sukses.

Disinilah letak kesalahan kedua saya (dan paling fatal) . Suami juga sebenernya udah agak curiga karena harus masukin data lengkap kartu kredit tanpa OTP  dan gak support pembayaran via PayPal tapi tetep aja dia nururtin kemauan saya. Sayang istri katanya wkwkwk

Saya sempet takut data kartu kredit yang diinput ke aplikasi tersebut bisa disalahgunakan pihak lain di luar negeri karena kebijakan disana bisa belanja online pake kartu kredit tanpa OTP. Tapi suami mencoba menenangkan saya biar gak panik. Katanya soal kode verifikasi itu cuma masalah perbedaan kebijakan antarnegara aja. Saya baru sadar sekarang, suami saya bilang kaya gitu biar dia juga gak panik padahal dalam hati dia ketakutan juga hahaha.

Singkat cerita, setelah menunggu 3 bulan, paket saya tak kunjung datang. Setelah saya tracking di website EMS ternyata paket saya tertahan di Beacukai Bandung karena barang yang saya beli belum ada nomer BPOMnya. Saya kemudian cari tau gimana caranya supaya paket saya bisa lolos. Caranya adalah dengan mengajukan registrasi ke BPOM dulu. Sayangnya, registrasi ke BPOM gak bisa dilakukan atas nama pribadi, harus atas nama perusahaan. Capek dweeehhh :(


Yowes, wasalam lah paketku~


Nahhh... Akhir Juni 2019 lalu ketika saya lagi liburan sama kakak-kakak, ibu dan keponakan, saya dikabarin suami katanya dia ganti kartu kredit. Bilangnya sih karena habis masa berlakunya atau apalah saya kurang paham. Saya sih iya iya aja, wong saya gak begitu paham soal kartu kredit dkk.

Sepulang dari liburan, suami saya kayaknya merasa bersalah deh hahaha. Dia baru ngaku ganti kartu kredit itu bukan karena habis masa berlakunya. Tapi karena...

Ada yang pake kartu kredit kita untuk bertransaksi di luar negeri sejumlah 2,5juta. Tempatnya di China dengan menggunakan mata uang Yen. Transaksi pertama yaitu sekitar 450ribuan lalu transaksi kedua sekitar 2jutaan.

Kok bisa tau ? karena ada laporan ke HP suami saya lewat SMS.

DidiChuxing ini sejenis Grab, Gojek gitu

Ternyata benar dugaanku dulu :(


Untungnya, suami saya langsung bergerak cepat  (1) ngurus pemblokiran kartu kredit tersebut, abis itu (2) minta tagihan kartu kredit dipindah ke kartu lain (karena kartu sebelumnya udah minta diblokir), lalu (3) minta ganti dengan kartu baru dan (4) mengajukan penyanggahan transaksi tersebut. Untungnya penyanggahan tersebut diterima dan limit 2,5juta itu dikembalikan lagi ke kartu kredit kami.
Alhamdulillah~ masih rejeki.

Gara-gara hal tersebut, saya jadi kapok beli sesuatu lewat merchant luar negeri. Beberapa waktu lalu suami saya minta beli case handphone lewat marketplace luar negeri (kalo gak salah namanya Alibaba atau Aliexpress), langsung saya tolak mentah-mentah karena takut kejadian kaya Gmarket itu. Saya bilang mending beli yang harganya mahal tapi beli di marketplace yang ada di Indonesia aja macem Tokopedia, Shopee atau Bukalapak deh karena udah tau sistem dan kebijakan pembayarannya gimana.

Jadi kalo mau transaksi di merchant luar negeri, mendingan pake PayPal atau transfer manual aja deh yaaa... karena kita gak tau gimana kebijakan penggunaan kartu kredit dinegara lain itu kaya apa.

Intinya selalu jaga kerahasiaan data-data kartu kredit. Dimanapun dan kapanpun. Penyalahgunaan data kartu kredit gak cuma dilakukan secara online loh, saya pernah baca ada orang yang "kebobolan" kartu kreditnya gara-gara nomer CVVnya bocor pas bayar makan di sebuah restoran dengan kartu kredit dan disalahgunakan oleh oknum pegawai restoran tersebut.

Jangan gampang percaya sama orang lain untuk urusan keuangan! Karena semua orang "matanya pasti ijo" kalo liat duid hihi.

Sekian dulu tulisan saya kali ini.
Semoga membawa manfaat yaaaa...



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Friday, 12 July 2019

Yuk Bikin Sendiri Es Kopi Susu Kekinian

July 12, 2019 12 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


Saya suka sama kopi tapi karena saya punya gastritis, jadi gak bisa minum kopi yang terlalu kuat macem Espreso atau Americano. Harus kopi yang udah dicampur susu gitu... Sebelum mengenal es kopi susu, saya biasanya minum kopi sachet-an hahaha tapi lama-lama kok ngerasa gak enak sama kopi sachetan ini karena setelah minum kopi malah bikin mulut asem dan ngantuk (lha iya wong isinya banyakan gula dan ampas kopi wkwkw)

"Kopi kok digunting ?"
Ah bodo amat, yang penting saya dapet asupan kafein heheh

Terus saya mulai suka es kopi susu kekinian pas iseng nyobain es kopi susu karamel punyanya Kopi Kenangan di KoKas. Langsung jatuh cinta~ Inilah kopi yang saya cari. Rasanya light, sedikit manis tapi masih ada rasa kopinya dan yang pasti gak bikin mulut asem.

Cuma sayangnya Kopi Kenangan kan cuma ada dibeberapa kota aja yak.... jadi akhirnya ya balik lagi ngopi kopi sachetan huhu. Fortunately, suatu hari pas lagi menjelajah Twitter, muncul resep es kopi susu dari chef @tiarbah yang sebelumnya udah sering bagi-bagi resep masak darurat dengan alat dan bahan seadanya (Untuk resep lainnya boleh cek Instagram-nya @tiarbah di @masakdarurat)

Yuk lah, tanpa banyak cincong lagi ini lah resep:

ES KOPI SUSU ala @tiarbah


Bahan : 

  • Susu Ultra full cream 250 mL
  • Kental Manis (sesuai selera)
  • Kopi Nescafe Classic 2 sdt
  • Es Batu
  • Air Panas 30 mL (dikira-kira aja... 30 mL itu sekitar 1/8 air mineral kemasan gelas)

Cara Buat :

  1. Seduh 2 sdt kopi Nescafe Classic dengan 30 mL air panas lalu sisihkan
  2. Siapkan es batu dalam gelas saji/botol tumblr
  3. Masukan kental manis dalam gelas sesuai selera (sedikit dulu biar gak kemanisan)
  4. Tambahkan susu ultra
  5. Terakhir masukkan kopi yang sudah diseduh tadi (sedikit-sedikit dulu jangan sekaligus)
  6. Atur tingkat kemanisan dan rasa pahit dari kopi dengan menambah kental manis dan kopi sesuai selera.

Enaknya bikin es kopi susu sendiri adalah kita bisa mengatur tingkat kemanisan dan "kekuatan" kopi sesuai dengan kemampuan perut dan dompet hihi... 

Ohiya, susu UHT bisa diganti dengan merk lain asal yang full cream. Pemanisnya juga bisa diganti dengan gula aren atau karamel loh. Tapi untuk kopi gak bisa diganti dengan jenis dan merk lain karena saya pernah coba pake bubuk kopi yang suka ada di kamar-kamar hotel itu hasilnya gak enak banget... paling pas emang Nescafe Classic sih.

Gampang kan bikinnya ?
Udah gitu bisa menghemat budget ngopi diluar yang sekali minum minimal ngeluarin uang 18k-25k

Selamat Ngupi~



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Tuesday, 9 July 2019

Review : Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic

July 09, 2019 17 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Haiii~
Kali ini saya mau mencoba bikin review make up product ya sekali-sekali heheh

Jadi pas liburan ke Semarang-Jogja kemaren, saya baru tau kalo ibuk saya pake cushion dong~
Katanya biar gak kalah sama anak muda. Ok baiqlah~

Cushion yang ibuk pake adalah cushion dari Wardah Instaperfect shade Ivory. Karena penasaran, saya dan kakak saya nyobain dan langsung suka sama hasilnya yang light dan dewy finish! Oke, kita gak akan bahas cushionnya, tapi liquid lipstick dari series Instaperfect.

Jadi setelah pulang dari liburan, kakak saya akhirnya beli cushion tersebut di salah satu swalayan yang ada konter Wardahnya. Eh yang ngikut kerumah gak cuma si cushion aja, tapi juga Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic! Dasar cewek...

Kebetulan saya juga emang penasaran sama series Instaperfect ini, terutama liquid lipstic-nya... kan banyak beauty vlogger yang bilang kalo series Instaperfect dari Wardah ini bagus dan beda dari series yang sebelumnya.

and... they were right!


Kebetulannya lagi, shade yang dibeli kakak saya adalah shade lipstik yang aku-banget! Coklat-coklat gitu... Langsung saya akuisisi dan besoknya saya beli Wardah Instaperfect MATTESETTER shade lain yang lebih mauve (02 Dear) untuk gantiin punya kakak heheh.

Kemasan dan Harga


Kotaknya elegan banget dengan warna rose gold yang mengkilat-mengkilat karena ada holografiknya. Berasa banget kesan luxurious dan kekiniannya. Harganya juga affordable untuk ukuran liquid lipstick lokal karena masih dibawah 100K (kemaren saya beli dengan harga 75k karena lagi ada diskon 15%). Liquid lipstick-nya dikemas dalam botol kotak plastik bening dengan tutup yang masih mengusung warna rose gold. Simple dan gak berisik. Untuk aplikatornya standar sih. Gak ada yang spesial.

Tekstur dan Performa

Saya gak akan bahas ingredients nya yaa.. karena saya gak ngerti heheh. Tapi sebagai tambahan informasi, saya lampirkan foto ingredients dari Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic.

Saya bukan pecinta lip cream/liquid lipstick karena sempat trauma sama lip cream-nya Pixy dan Purbasari yang "ngiket" bibir, bikin kering dan susah banget untuk dihapus dengan micellar water sampe bibir perih (harus dihapus dengan vaselin). 

Tapi Wardah Instaperfect MATTESETTER ini beda. Walaupun teksturnya agak lebih padat dibandingkan lip cream-nya Pixy, tapi gampang banget diaplikasikan dan gak ngegumpal sama sekali. Sekali usap udah lumayan mengcover warna bibir. Kabar baiknya juga gak bikin bibir kering setelah ngeset. Cuma sayangnya, ngesetnya agak lama dan kurang transfer proof. Tapi gak parah sih...
transfer tapi tidak parah


Warna

A : Pixy Lip Cream 01 Chic Rose
B : Wardah Instaperfect Mattesetter 03 Chic
C : Lipstik Purbasari EC81 Diamond

Untuk shade 03 Chic, warnanya coklat tapi sepintas kayak ada mauve-nya. Jadi saya coba bandingin sama Pixy Lip cream yang shade 01 Chic Rose, ternyata warnanya beda karena lebih gelap. Sebagai perbandingan, saya bandingin juga dengan  lipstik Purbasari EC81 Diamond yang warnanya coklat terang.

Menurut saya shade 03 Chic ini ngasih kesan yang bold tipis-tipis. Cocok buat yang kulitnya terang yang pengen keliatan dandan tapi gak menor. Buat yang kulitnya agak gelap harus hati-hati. Karena Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic dipake sama kakak saya yang tone kulitnya lebih gelap dari saya malah bikin mukanya berkesan kusam dan ruwet gitu heheh. 

Daya Tahan

Walau agak transfer, liquid lipstick Wardah dari series Instaperfect ini tetap membekas dibibir kok pas diajak makan, minum dan bahkan sampe semaleman dibawa tidur juga (tanpa dibersihkan)... walaupun intensitas warnanya emang semakin turun sih. Maksudnya kita masih tetep kelihatan pake pewarna bibir... gak ilang-ilang banget gitu loh pas dipake makan dan minum.

Untuk menghapusnya juga gampang cukup beberapa kali usap dengan micellar water.

Cuma pake sunscreen dan loose powder dan kekuatan kamera HP wkwk


Repurchase : Yes kalo Wardah Instaperfect ini ngeluarin shade yang lebih nude lagi.


Sekian dulu review saya kali ini.
Semoga membantu~

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Thursday, 4 July 2019

Hati-hati Saat Menjawab Telpon dari Nomer Asing. Bisa Jadi itu Penipuan!

July 04, 2019 18 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Hallo semuaaaa~
Hari ini saya mau cerita pengalaman alm. bapak dulu pernah kena tipu lewat telpon.

Modus penipuan lewat telpon emang bukan cerita baru sih dalam dunia kriminal. Tapi modus seperti ini selalu berkembang dengan macem-macem kasus. Kaya misal yang paling sering itu penipuan undian berhadiah dan tawaran kerjaan yang ujung-ujungnya adalah suruh transfer sejumlah uang.

Pengalaman yang dialami alm. bapak ini terjadi sekitar tahun 2015 apa 2016.

Waktu itu dirumah cuma ada bapak, ibuk dan 2 keponakan saya yang masih kecil. Sementara kakak pertama saya posisinya lagi nunggu pesawat di Jeddah dalam perjalanan pulang ke Indonesia setelah ibadah Umroh bareng uwa saya. Saya dan 2 kakak saya tinggal merantau di luar kota.

Biasanya bapak saya selalu matiin HP sebelum tidur. Tapi karena malam itu habis SMS-an sama kakak saya yang pertama untuk nanyain lagi dimana, bapak saya lupa matiin HPnya.

Pas dini hari sekitar jam 2-3an, HP bapak bunyi tanda ada telpon masuk.

Karena masih setengah sadar, bapak saya langsung jawab telpon tersebut tanpa tau siapa yang telpon. 

Kira-kira begini isi percakapannya :

Bapak   : Yaaa hallo *masih ngantuk*
Penipu  : Pah... tolong pah... (kata bapak saya, suranya suara perempuan dan mirip banget sama suara kakak pertama saya. Ini kayaknya pengaruh otak yang belum sadar secara penuh dan kecampur sama memori terbaru sebelum tidur yaitu kontak-kontakan sama kakak pertama saya jadi otak yang panik langsung bikin asumsi yang telpon adalah kakak pertama saya)

Bapak   : Mbak?! kamu kenapa mbak?!
Penipu  : Tolong saya pah... saya diculik *nangis*
Bapak   : Kamu dimana mbak ?! Uwa baik-baik aja kan ?! *mulai panik*

Karena panik, bapak saya lalu bangunin ibuk dan bilang kakak pertama saya diculik di Jeddah. Ibu saya berusaha menenangkan bapak supaya gak panik.

Penipu : Kalo bapak mau anaknya selamat, bapak harus transfer uang 50juta sekarang juga! (Suaranya berubah jadi suara laki-laki)
Bapak   : Pak saya gak ada uang segitu pak. Saya cuma petani disini, saya orang kampung pak *bapak saya ngibul*

Penipu  : Ya sudah 10jt aja! Sekarang bapak ke ATM kalo mau anaknya selamat *dia nawar wkwkw*

Udah sadar lagi ditipu, ibuk saya ngajak bapak ke Polsek untuk langsung lapor polisi. Tapi polseknya tutup masaaaaa hadeeuhhhh katanya pelayan masyarakat -_- masa gak ada yang piket satupun, pintu masuk bahkan pintu gerbang polseknya aja dikunci. Kesel gak sihhh... 

Bapak saya masih agak panik akhirnya nurut aja disuruh ke ATM dengan didampingi ibuk yang mungkin agak kesel sih karena udah dibilang itu Penipuan tapi masih aja ngeladenin penipu tersebut. 

Bapak   : Saya udah di ATM pak (Bapak saya udah tau lagi ditipu tapi masih belum yakin, akhirnya bapak diem-diem ngosongin ATMnya tapi tetep ngeladenin penipu lewat telpon)
Penipu  : Cepat bapak transfer uangnya! *ngasih nomer rekening*

Yang lucu, bapak saya malah nego sama penipunya. Akhirnya deal diangka 3juta. Sumpah ini penipu apa tukang dagang yak wkwkkw Dari 50jt... 10juta... Sampe berakhir di 3juta.

Lalu bapak pun transfer 3 juta itu sambil memastikan kalo saldonya semua udah dipindahin ke rekening lain. 

Penipu  : Sekarang bapak transferin pulsa 500ribu ke nomer saya lewat ATM! (Pengen ngakak sih dibagian ini. Penipunya kaga modaaallll~ )
Bapak   : Maap Pak, saldo saya udah kosong. (Telponnya dimatikan dan langsung cabut batere HP)

Keesokan harinya, bapak baru nyalakan HPnya dan ada banyak missed call dari si penipu ini wkwkw. Terus bapak langsung telponin semua anak-anaknya untuk memastikan bahwa yang semalem adalah penipuan.

Ternyata benar memang penipuan~ 
Terkonfirmasi setelah kakak pertama saya menghubungi bapak lewat SMS untuk ngabarin dia undah landing di Jakarta dengan kondisi sehat wal afiat.

Agak bingung ya sama pengalaman bapak saya ini. Antara sadar dan gak sadar kena tipu.

Dibilang sadar ya gak juga karena bapak saya transfer uang ke penipu.
Dibilang gak sadar ya gak juga karena buktinya bapak saya sempet ngosongin saldo ATMnya dulu dan bapak saya nyadar, si penipu perempuan ini nyebut dirinya pake "SAYA" padahal 4 anak-anak bapak punya nama panggilan masing-masing. 

Hikmahnya adalah...

Jangan jawab telpon dari nomer yang belum dikenal. Apalagi pas tengah malam.

Tipsnya adalah...

  1. Gak perlu angkat telpon dari nomor asing. Kalo penting banget pasti dia akan ngasih tau "eh itu nomer gw, angkat dong"
  2. Ketika mendapat telpon mencurigakan dan ngaku-ngaku jadi kerabat kita, coba tanya sesuatu yang pribadi yang cuma diketahui oleh kita dan kerabat tersebut. Contohnya nama panggilan unik atau barang-barang pribadi atau kondisi hewan piaraan
  3. Kalo memungkinkan, konfirmasi langsung ke kerabat yang bersangkutan
  4. Yang paling utama adalah jangan panik

Sekian dulu tulisan saya hari ini...
Semoga kita selalu dilindungi Allah yaaa ^^ Aamiin


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—