Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Monday, 23 September 2019

Wanita dan Rokok?

September 23, 2019 24 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


-

"Rokok Membunuhmu"

Sebuah peringatan yang ringkas, padat, jelas gak pake ba bi bu tertulis disetiap bungkus dan iklan rokok.
Tapiii... tapi.... kok masih banyak aja ya yang merokok ?
Heran gak ? Saya sih herman eh heran heheh.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Rokok saat ini udah gak lagi jadi simbol ke-maco-an cowok tapi kayaknya udah jadi gaya hidup untuk sebagian orang.
Orang yang mana nih yang saya maksud?
Hmmm... mungkin orang yang lagi penat, yang lagi suntuk, yang lagi mencari pengakuan "gw merokok dan gw keren" atau yang menuntut kesetaraan karena merasa dengan rokok mereka bisa mendobrak stigma masyarakat:

"Rokok cuma buat cowok aja cewek gak pantes merokok"

Heeemmmm... padahal banyak bahaya kesehatan yang mengintai mereka dan orang-orang disekitarnya yang (terpaksa) menjadi perokok pasif. Contohnya meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan kanker karena paparan asap rokok yang mengandung berkali-kali lipat zat beracun dibandingkan rokok itu sendiri. Gak usah disebutin lah ya berapa banyak jumlah korban baik perokok pasif dan aktif sebagai akibat dari rokok.

"Mau ngerokok mau enggak, toh nanti juga sama-sama meninggal juga"

Loh iya emang bener. Urusan umur kan rahasia Allah.
Tapi plis atuh laaah~ :") Ibaratnya udah dikasih tau nih didepan ada lubang, masa iya kita tetep aja jalan menuju lubang itu terus jatoh ? Kan bisa kita cari jalan lain biar gak kejeblos... Itu lah mengapa manusia dikasih akal pikiran sama Allah :")

Kalo udah dikasih tau tapi ngeyel, itu namanya apa ?
E.G.O.I.S. dan D.Z.A.L.I.M terhadap diri sendiri dan orang lain.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Suami dan keluarga saya gak ada yang ngerokok. Teman-teman dekat saya juga bukan perokok. Saya juga jarang sekali hang out ke tempat yang banyak perokok macem cafe-cafe outdoor gitu. Jadi, saya dan inner circle saya adalah golongan orang yang sensitif dengan adanya asap rokok kalo lagi ditempat umum dan berusaha menghindarinya.

Menyesal dengan sempitnya lingkup pergaulan saya ? Enggak. Bahkan saya bersyukur karena didekatkan dengan teman-teman yang sama "lempeng"nya dengan saya hahah

Cerita sedikit, ayah mertua saya dulu adalah perokok berat berdasarkan cerita suami. Tapi beliau udah berhenti merokok bertahun-tahun lalu karena kemalingan motor! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜… Entah apa korelasinya antara berhenti merokok dan kemalingan motor tapi syukur lah karena kejadian tersebut ayah mertua saya stop merokok sampe sekarang heheh...

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Kembali pada judul tulisan.
Karena cupunya, saya dulu agak kaget saat melihat seorang teman cewek saya semasa KKN (bukan KKN di desa Penari loh ya) merokok di rumah pondokan kami saat lagi bosan dan gak ada kerjaan. Kagetnya bukan yang gimana-gimana sih... cuma saya jadi sadar bahwa saya ini naif sekali. Naif karena dulu menganggap rokok cuma buat cowok aja. Ternyata enggak tuh hahah... Cewek juga ada yang ngerokok.

Gak berhenti disitu. Saya makin menyadari kenaifan saya saat pertama kali merantau buat kerja di Jakarta di area perkantoran yang didominasi milenials. Bukanlah hal yang aneh dengan pemandangan cewek berjilbab dan merokok. Tapi pemandangan tersebut cukup bikin saya berkata "wow" dalam hati.

"WOW... this is to the real world"

Masih ada lagi. Kali ini saya udah gak kaget tapi ditahap miris.

Waktu saya dan keluarga liburan ke Jogja bersama anak-anak, terus kami lagi nunggu pesenan makan siang di salah satu restoran berkonsep outdoor-tradisional di area Kaliurang, datanglah segerombol ibu-ibu paruh baya dan anak-anaknya duduk disebelah meja kami. Kayaknya mau reuni apa arisan.

Apa yang bikin saya gemezzz ? Dua orang ibu-ibu (satu berkerudung dan satunya enggak) merokok dengan santainya. 

Saya gak pernah mempermasalahkan soal wanita-berjilbab-merokok.
Saya paham bahwa gak ada korelasi antara rokok, moralitas seseorang dan kerudung apalagi menyangkut tingkat keimanan. Kerudung adalah urusan ibadah manusia dengan Allah dan kita gak ada hak samasekali untuk menghakimi urusan ibadah orang lain. Sementara rokok adalah urusan gaya hidup masing-masing dan moral seseorang tentu saja gak dibentuk oleh sebungkus rokok tapi lebih ke didikan keluarga.

Pas KKN dan kerja di Jakarta, saya juga gak pernah bermasalah dengan cewek-cewek yang merokok karena mereka kalo merokok juga jauh-jauh dan di area khusus ngerokok juga. Itu hak mereka kokSaling jaga privasi aja intinya. Kecuali saya yang nyari "penyakit" dengan sengaja duduk-duduk di area merokok tersebut. Itu sih sama aja saya secara sukarela masuk ke kandang singa wkwkw.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Apa yang bikin saya gusar soal "wanita dan rokok" dan bikin saya pengen nulis disini? 
Yaitu... soal ibu-ibu di restoran yang ngerokok dekat anak-anak. Anak-anaknya sendiri dan anak-anak orang lain.

Boleh kalo mau merokok ditempat umum asal telan asapnya. Bisa gak ? Enggak kan ?
Nah makanya, jadilah perokok budiman kalo kata temen saya ๐Ÿ˜ eh tapi lebih baik gak ngerokok ya!

Whatever lah ya soal kesehatan dia kan udah dikasih peringatan kalo "Rokok Membunuhmu".
Tapi...
Apakah mereka gak memikirkan dampak buruk perokok pasif? 
Apakah mereka gak mikirin kesehatan anak-anaknya yang (pasti) banyak terpapar asap rokok dari ibunya? 
Emang gak bisa ya untuk gak ngerokok deket anak-anak?

Mereka ini egois.
Ingin kesenangannya terpenuhi tapi merenggut hak orang lain untuk menghirup udara bersih.

Sebagai orang yang sering dikelilingi anak-anak kecil, deep down saya sedih ngeliat hal tersebut. Gregeeettttan tau liatnya...

Apakah saya menganggap perokok cewek = cewek nakal? 


Kita gak bisa ngecap seseorang baik/buruk hanya lewat kebiasaan merokok aja. Mungkin orang-orang dari generasi bapak ibu kita masih banyak yang berpikiran kolot bahwa:

"yang ngerokok pasti nakal... Suka ini... Suka itu... Jangan berteman sama dia karena dia ngerokok nanti ketularan ngerokok nanti kebawa-bawa jadi nakal"

Itu sih urusan prinsip aja wkwkw 
Kalo orangnya penasaran mah gak ditawarin juga pasti nyobain sendiri. They will find the way hahah
Untuk generasi "now" yang relatif lebih terbuka, pikiran kolot tersebut udah gak relevan deh...  dan saya  juga setuju bahwa rokok bukan cerminan mutlak sifat seseorang. Masih banyak faktor lain yang membetuk sifat seseorang.

Tapi yang jelas rokok itu gak baik buat kesehatan. Mau cewek mau cowok ya sama aja.

Bukan kah seorang ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya? 


Kalo mau anak-anak kita "baik" maka kita juga harus "baik". Yaaa... Seenggaknya baik didepan mereka deh karena anak-anak adalah peniru ulung. 

Gimana mau mengkampanyekan pedidikan soal bahaya rokok kalo dari kecil aja anak-anak ini udah terbiasa dan termaklumi dengan pemandangan orang tuanya lagi ngerokok ?
I mean, pendidikan terbaik dan paling basic dan paling gampang diterima anak-anak bukan dari sekolah formal loh. Justru dari keluarga inti.

Sebagai orang tua, sepatutnya kita (berusaha) mengajarkan kebaikan kepada anak-anak. Berusaha menjadi role model yang baik. Kita kasih asupan yang bergizi untuk menjaga kesehatannya. Kita sekolahkan untuk menambah pengetahuannya. Kita ajarkan bersedekah untuk belajar konsep berbagi dengan sesama dsb. Tujuannya apa ? Biar anak-anak jadi lebih baik dari orang tuanya kan?

Memang... rokok bukan ukuran sifat dan moral seseorang Tapi, dimata saya, seorang perokok (apalagi wanita... apalagi seorang ibu) adalah orang yang tidak bisa menjaga amanah dari Allah.

Dikasih tubuh sehat kok malah sengaja dimasukin "racun" sih?

Terlebih lagi, seorang anak adalah amanah dari Allah bagi orang tua.

Dititipin amanah kok malah gak dijagain sih?

Bukan kah hal tersebut adalah contoh yang buruk yang rasanya kurang pantas diperlihatkan depan anak-anak ? Pengen anaknya jadi lebih baik, tapi orang tuanya aja malah ngasih contoh yang kurang baik... gimana ceritanya coba ? Sering kali orang tua nuntut anaknya jadi lebih baik dari segala aspek tapi lupa bahwa orang tua juga harus terus belajar jadi baik.
Kita sebagai orang tua harus banyak (dan sering) bercermin

Punya anak itu emang susah. Terutama pada bagian "membesarkan dan mendidik" karena sama seperti pernikahan, raising kids is a never ending ibadah :')

Jadiiii... teruntuk para orang tua (terutama ibu-ibu) yang merokok, please... seenggaknya jangan merokok deket anak-anak. Kasihan kan, anak-anak itu berhak atas udara bersih loh~ 

Ehhh gak cuma buat orang tua yang merokok ding... BUAT SEMUA PEROKOK, TOLONG LIAT SIKON kalo mau merokok ya. Bukan cuma kalian aja yang ingin dihargai haknya, kami juga!


Sekian dulu tulisan julid saya kali ini. 
Semoga bermanfaat.



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Thursday, 8 August 2019

Hati-hati Menggunakan Kartu Kredit Untuk Transaksi Online di Merchant Luar Negeri

August 08, 2019 28 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

-

Setelah cerita penipuan berkedok bubuk Abate (cerita lengkapnya bisa klik disini), lalu penipuan lewat telpon yang ngaku-ngaku nyulik kakak saya (cerita lengkapnya bisa klik disini) , kali ini saya mau cerita soal penyalahgunaan kartu kredit yang dilakukan oknum di luar negeri.


BACA JUGA : Strategi Mengelola Uang Bulanan


Jadi, akhir tahun 2017 lalu, tepat ketika saya dan suami lagi bulan madu di Bandung, saya minta dibelikan skincare Nature Republic Aloe Vera 92% Shooting Gel ke suami lewat aplikasi marketplace online Korea yang namanya Gmarket. Sejenis Tokopedia, Shopee-nya Korea lah.

Saya tau aplikasi tersebut dari kakak saya yang sebelumnya emang pernah beli beberapa barang dan skincare langsung dari Korea lewat aplikasi tersebut dan berhasil sampe dirumahnya di Jogja dengan selamat tanpa drama.

versi apps

Karena testimoni positif dari kakak dan harga yang murah, saya tergoda dong pengen beli juga lewat aplikasi Gmarket ini. Apalagi waktu itu lagi in banget Nature Republic Aloe Vera Gel sedangkan harga di online shop Indonesia harganya masih 150an, itu juga belinya harus dari Batam karena belum ada official store Nature Republic di Indonesia. Sementara di Gmarket saya nemuin ada toko yang jual Nature Republic Aloe Vera Gel seharga 300ribuan dapet 6 jar! 
Gimana gak tergoda...

Saya pikir harganya bisa sampe segitu murahnya karena beli langsung di Korea kan... dan positif thinking aja barangnya asli. Yaudah deh, langsung beli.

versi web

Berbeda dengan kakak saya yang melakukan pembayaran lewat transfer Bank di teller (kalo gak salah kakak saya pake jasa Bank Woori), saya justru melakukan pembayaran lewat kartu kredit suami saya sejumlah 300ribuan biar bebas masuk Indonesia tanpa kena beacukai. Inilah kesalahan pertama saya.

Biasanya kan kalo kita belanja online di marketplace Indonesia dengan metode pembayaran pakai kartu kredit, kita akan dapet kode OTP (One Time Password) dari Bank lewat SMS untuk melengkapi proses verifikasi pembayaran tersebut. Tapi kali ini, gak ada kaya gitu-gituan. Tinggal masukin data dari kartu kredit (nomer kartu kredit, CVV, alamat), terus udah deh pembayaran dinyatakan sukses.

Disinilah letak kesalahan kedua saya (dan paling fatal) . Suami juga sebenernya udah agak curiga karena harus masukin data lengkap kartu kredit tanpa OTP  dan gak support pembayaran via PayPal tapi tetep aja dia nururtin kemauan saya. Sayang istri katanya wkwkwk

Saya sempet takut data kartu kredit yang diinput ke aplikasi tersebut bisa disalahgunakan pihak lain di luar negeri karena kebijakan disana bisa belanja online pake kartu kredit tanpa OTP. Tapi suami mencoba menenangkan saya biar gak panik. Katanya soal kode verifikasi itu cuma masalah perbedaan kebijakan antarnegara aja. Saya baru sadar sekarang, suami saya bilang kaya gitu biar dia juga gak panik padahal dalam hati dia ketakutan juga hahaha.

Singkat cerita, setelah menunggu 3 bulan, paket saya tak kunjung datang. Setelah saya tracking di website EMS ternyata paket saya tertahan di Beacukai Bandung karena barang yang saya beli belum ada nomer BPOMnya. Saya kemudian cari tau gimana caranya supaya paket saya bisa lolos. Caranya adalah dengan mengajukan registrasi ke BPOM dulu. Sayangnya, registrasi ke BPOM gak bisa dilakukan atas nama pribadi, harus atas nama perusahaan. Capek dweeehhh :(


Yowes, wasalam lah paketku~


Nahhh... Akhir Juni 2019 lalu ketika saya lagi liburan sama kakak-kakak, ibu dan keponakan, saya dikabarin suami katanya dia ganti kartu kredit. Bilangnya sih karena habis masa berlakunya atau apalah saya kurang paham. Saya sih iya iya aja, wong saya gak begitu paham soal kartu kredit dkk.

Sepulang dari liburan, suami saya kayaknya merasa bersalah deh hahaha. Dia baru ngaku ganti kartu kredit itu bukan karena habis masa berlakunya. Tapi karena...

Ada yang pake kartu kredit kita untuk bertransaksi di luar negeri sejumlah 2,5juta. Tempatnya di China dengan menggunakan mata uang Yen. Transaksi pertama yaitu sekitar 450ribuan lalu transaksi kedua sekitar 2jutaan.

Kok bisa tau ? karena ada laporan ke HP suami saya lewat SMS.

DidiChuxing ini sejenis Grab, Gojek gitu

Ternyata benar dugaanku dulu :(


Untungnya, suami saya langsung bergerak cepat  (1) ngurus pemblokiran kartu kredit tersebut, abis itu (2) minta tagihan kartu kredit dipindah ke kartu lain (karena kartu sebelumnya udah minta diblokir), lalu (3) minta ganti dengan kartu baru dan (4) mengajukan penyanggahan transaksi tersebut. Untungnya penyanggahan tersebut diterima dan limit 2,5juta itu dikembalikan lagi ke kartu kredit kami.
Alhamdulillah~ masih rejeki.

Gara-gara hal tersebut, saya jadi kapok beli sesuatu lewat merchant luar negeri. Beberapa waktu lalu suami saya minta beli case handphone lewat marketplace luar negeri (kalo gak salah namanya Alibaba atau Aliexpress), langsung saya tolak mentah-mentah karena takut kejadian kaya Gmarket itu. Saya bilang mending beli yang harganya mahal tapi beli di marketplace yang ada di Indonesia aja macem Tokopedia, Shopee atau Bukalapak deh karena udah tau sistem dan kebijakan pembayarannya gimana.

Jadi kalo mau transaksi di merchant luar negeri, mendingan pake PayPal atau transfer manual aja deh yaaa... karena kita gak tau gimana kebijakan penggunaan kartu kredit dinegara lain itu kaya apa.

Intinya selalu jaga kerahasiaan data-data kartu kredit. Dimanapun dan kapanpun. Penyalahgunaan data kartu kredit gak cuma dilakukan secara online loh, saya pernah baca ada orang yang "kebobolan" kartu kreditnya gara-gara nomer CVVnya bocor pas bayar makan di sebuah restoran dengan kartu kredit dan disalahgunakan oleh oknum pegawai restoran tersebut.

Jangan gampang percaya sama orang lain untuk urusan keuangan! Karena semua orang "matanya pasti ijo" kalo liat duid hihi.

Sekian dulu tulisan saya kali ini.
Semoga membawa manfaat yaaaa...



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Friday, 12 July 2019

Yuk Bikin Sendiri Es Kopi Susu Kekinian

July 12, 2019 12 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


Saya suka sama kopi tapi karena saya punya gastritis, jadi gak bisa minum kopi yang terlalu kuat macem Espreso atau Americano. Harus kopi yang udah dicampur susu gitu... Sebelum mengenal es kopi susu, saya biasanya minum kopi sachet-an hahaha tapi lama-lama kok ngerasa gak enak sama kopi sachetan ini karena setelah minum kopi malah bikin mulut asem dan ngantuk (lha iya wong isinya banyakan gula dan ampas kopi wkwkw)

"Kopi kok digunting ?"
Ah bodo amat, yang penting saya dapet asupan kafein heheh

Terus saya mulai suka es kopi susu kekinian pas iseng nyobain es kopi susu karamel punyanya Kopi Kenangan di KoKas. Langsung jatuh cinta~ Inilah kopi yang saya cari. Rasanya light, sedikit manis tapi masih ada rasa kopinya dan yang pasti gak bikin mulut asem.

Cuma sayangnya Kopi Kenangan kan cuma ada dibeberapa kota aja yak.... jadi akhirnya ya balik lagi ngopi kopi sachetan huhu. Fortunately, suatu hari pas lagi menjelajah Twitter, muncul resep es kopi susu dari chef @tiarbah yang sebelumnya udah sering bagi-bagi resep masak darurat dengan alat dan bahan seadanya (Untuk resep lainnya boleh cek Instagram-nya @tiarbah di @masakdarurat)

Yuk lah, tanpa banyak cincong lagi ini lah resep:

ES KOPI SUSU ala @tiarbah


Bahan : 

  • Susu Ultra full cream 250 mL
  • Kental Manis (sesuai selera)
  • Kopi Nescafe Classic 2 sdt
  • Es Batu
  • Air Panas 30 mL (dikira-kira aja... 30 mL itu sekitar 1/8 air mineral kemasan gelas)

Cara Buat :

  1. Seduh 2 sdt kopi Nescafe Classic dengan 30 mL air panas lalu sisihkan
  2. Siapkan es batu dalam gelas saji/botol tumblr
  3. Masukan kental manis dalam gelas sesuai selera (sedikit dulu biar gak kemanisan)
  4. Tambahkan susu ultra
  5. Terakhir masukkan kopi yang sudah diseduh tadi (sedikit-sedikit dulu jangan sekaligus)
  6. Atur tingkat kemanisan dan rasa pahit dari kopi dengan menambah kental manis dan kopi sesuai selera.

Enaknya bikin es kopi susu sendiri adalah kita bisa mengatur tingkat kemanisan dan "kekuatan" kopi sesuai dengan kemampuan perut dan dompet hihi... 

Ohiya, susu UHT bisa diganti dengan merk lain asal yang full cream. Pemanisnya juga bisa diganti dengan gula aren atau karamel loh. Tapi untuk kopi gak bisa diganti dengan jenis dan merk lain karena saya pernah coba pake bubuk kopi yang suka ada di kamar-kamar hotel itu hasilnya gak enak banget... paling pas emang Nescafe Classic sih.

Gampang kan bikinnya ?
Udah gitu bisa menghemat budget ngopi diluar yang sekali minum minimal ngeluarin uang 18k-25k

Selamat Ngupi~



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Tuesday, 9 July 2019

Review : Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic

July 09, 2019 17 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Haiii~
Kali ini saya mau mencoba bikin review make up product ya sekali-sekali heheh

Jadi pas liburan ke Semarang-Jogja kemaren, saya baru tau kalo ibuk saya pake cushion dong~
Katanya biar gak kalah sama anak muda. Ok baiqlah~

Cushion yang ibuk pake adalah cushion dari Wardah Instaperfect shade Ivory. Karena penasaran, saya dan kakak saya nyobain dan langsung suka sama hasilnya yang light dan dewy finish! Oke, kita gak akan bahas cushionnya, tapi liquid lipstick dari series Instaperfect.

Jadi setelah pulang dari liburan, kakak saya akhirnya beli cushion tersebut di salah satu swalayan yang ada konter Wardahnya. Eh yang ngikut kerumah gak cuma si cushion aja, tapi juga Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic! Dasar cewek...

Kebetulan saya juga emang penasaran sama series Instaperfect ini, terutama liquid lipstic-nya... kan banyak beauty vlogger yang bilang kalo series Instaperfect dari Wardah ini bagus dan beda dari series yang sebelumnya.

and... they were right!


Kebetulannya lagi, shade yang dibeli kakak saya adalah shade lipstik yang aku-banget! Coklat-coklat gitu... Langsung saya akuisisi dan besoknya saya beli Wardah Instaperfect MATTESETTER shade lain yang lebih mauve (02 Dear) untuk gantiin punya kakak heheh.

Kemasan dan Harga


Kotaknya elegan banget dengan warna rose gold yang mengkilat-mengkilat karena ada holografiknya. Berasa banget kesan luxurious dan kekiniannya. Harganya juga affordable untuk ukuran liquid lipstick lokal karena masih dibawah 100K (kemaren saya beli dengan harga 75k karena lagi ada diskon 15%). Liquid lipstick-nya dikemas dalam botol kotak plastik bening dengan tutup yang masih mengusung warna rose gold. Simple dan gak berisik. Untuk aplikatornya standar sih. Gak ada yang spesial.

Tekstur dan Performa

Saya gak akan bahas ingredients nya yaa.. karena saya gak ngerti heheh. Tapi sebagai tambahan informasi, saya lampirkan foto ingredients dari Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic.

Saya bukan pecinta lip cream/liquid lipstick karena sempat trauma sama lip cream-nya Pixy dan Purbasari yang "ngiket" bibir, bikin kering dan susah banget untuk dihapus dengan micellar water sampe bibir perih (harus dihapus dengan vaselin). 

Tapi Wardah Instaperfect MATTESETTER ini beda. Walaupun teksturnya agak lebih padat dibandingkan lip cream-nya Pixy, tapi gampang banget diaplikasikan dan gak ngegumpal sama sekali. Sekali usap udah lumayan mengcover warna bibir. Kabar baiknya juga gak bikin bibir kering setelah ngeset. Cuma sayangnya, ngesetnya agak lama dan kurang transfer proof. Tapi gak parah sih...
transfer tapi tidak parah


Warna

A : Pixy Lip Cream 01 Chic Rose
B : Wardah Instaperfect Mattesetter 03 Chic
C : Lipstik Purbasari EC81 Diamond

Untuk shade 03 Chic, warnanya coklat tapi sepintas kayak ada mauve-nya. Jadi saya coba bandingin sama Pixy Lip cream yang shade 01 Chic Rose, ternyata warnanya beda karena lebih gelap. Sebagai perbandingan, saya bandingin juga dengan  lipstik Purbasari EC81 Diamond yang warnanya coklat terang.

Menurut saya shade 03 Chic ini ngasih kesan yang bold tipis-tipis. Cocok buat yang kulitnya terang yang pengen keliatan dandan tapi gak menor. Buat yang kulitnya agak gelap harus hati-hati. Karena Wardah Instaperfect MATTESETTER Lip Matte Paint shade 03 Chic dipake sama kakak saya yang tone kulitnya lebih gelap dari saya malah bikin mukanya berkesan kusam dan ruwet gitu heheh. 

Daya Tahan

Walau agak transfer, liquid lipstick Wardah dari series Instaperfect ini tetap membekas dibibir kok pas diajak makan, minum dan bahkan sampe semaleman dibawa tidur juga (tanpa dibersihkan)... walaupun intensitas warnanya emang semakin turun sih. Maksudnya kita masih tetep kelihatan pake pewarna bibir... gak ilang-ilang banget gitu loh pas dipake makan dan minum.

Untuk menghapusnya juga gampang cukup beberapa kali usap dengan micellar water.

Cuma pake sunscreen dan loose powder dan kekuatan kamera HP wkwk


Repurchase : Yes kalo Wardah Instaperfect ini ngeluarin shade yang lebih nude lagi.


Sekian dulu review saya kali ini.
Semoga membantu~

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Thursday, 4 July 2019

Hati-hati Saat Menjawab Telpon dari Nomer Asing. Bisa Jadi itu Penipuan!

July 04, 2019 18 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Hallo semuaaaa~
Hari ini saya mau cerita pengalaman alm. bapak dulu pernah kena tipu lewat telpon.

Modus penipuan lewat telpon emang bukan cerita baru sih dalam dunia kriminal. Tapi modus seperti ini selalu berkembang dengan macem-macem kasus. Kaya misal yang paling sering itu penipuan undian berhadiah dan tawaran kerjaan yang ujung-ujungnya adalah suruh transfer sejumlah uang.

Pengalaman yang dialami alm. bapak ini terjadi sekitar tahun 2015 apa 2016.

Waktu itu dirumah cuma ada bapak, ibuk dan 2 keponakan saya yang masih kecil. Sementara kakak pertama saya posisinya lagi nunggu pesawat di Jeddah dalam perjalanan pulang ke Indonesia setelah ibadah Umroh bareng uwa saya. Saya dan 2 kakak saya tinggal merantau di luar kota.

Biasanya bapak saya selalu matiin HP sebelum tidur. Tapi karena malam itu habis SMS-an sama kakak saya yang pertama untuk nanyain lagi dimana, bapak saya lupa matiin HPnya.

Pas dini hari sekitar jam 2-3an, HP bapak bunyi tanda ada telpon masuk.

Karena masih setengah sadar, bapak saya langsung jawab telpon tersebut tanpa tau siapa yang telpon. 

Kira-kira begini isi percakapannya :

Bapak   : Yaaa hallo *masih ngantuk*
Penipu  : Pah... tolong pah... (kata bapak saya, suranya suara perempuan dan mirip banget sama suara kakak pertama saya. Ini kayaknya pengaruh otak yang belum sadar secara penuh dan kecampur sama memori terbaru sebelum tidur yaitu kontak-kontakan sama kakak pertama saya jadi otak yang panik langsung bikin asumsi yang telpon adalah kakak pertama saya)

Bapak   : Mbak?! kamu kenapa mbak?!
Penipu  : Tolong saya pah... saya diculik *nangis*
Bapak   : Kamu dimana mbak ?! Uwa baik-baik aja kan ?! *mulai panik*

Karena panik, bapak saya lalu bangunin ibuk dan bilang kakak pertama saya diculik di Jeddah. Ibu saya berusaha menenangkan bapak supaya gak panik.

Penipu : Kalo bapak mau anaknya selamat, bapak harus transfer uang 50juta sekarang juga! (Suaranya berubah jadi suara laki-laki)
Bapak   : Pak saya gak ada uang segitu pak. Saya cuma petani disini, saya orang kampung pak *bapak saya ngibul*

Penipu  : Ya sudah 10jt aja! Sekarang bapak ke ATM kalo mau anaknya selamat *dia nawar wkwkw*

Udah sadar lagi ditipu, ibuk saya ngajak bapak ke Polsek untuk langsung lapor polisi. Tapi polseknya tutup masaaaaa hadeeuhhhh katanya pelayan masyarakat -_- masa gak ada yang piket satupun, pintu masuk bahkan pintu gerbang polseknya aja dikunci. Kesel gak sihhh... 

Bapak saya masih agak panik akhirnya nurut aja disuruh ke ATM dengan didampingi ibuk yang mungkin agak kesel sih karena udah dibilang itu Penipuan tapi masih aja ngeladenin penipu tersebut. 

Bapak   : Saya udah di ATM pak (Bapak saya udah tau lagi ditipu tapi masih belum yakin, akhirnya bapak diem-diem ngosongin ATMnya tapi tetep ngeladenin penipu lewat telpon)
Penipu  : Cepat bapak transfer uangnya! *ngasih nomer rekening*

Yang lucu, bapak saya malah nego sama penipunya. Akhirnya deal diangka 3juta. Sumpah ini penipu apa tukang dagang yak wkwkkw Dari 50jt... 10juta... Sampe berakhir di 3juta.

Lalu bapak pun transfer 3 juta itu sambil memastikan kalo saldonya semua udah dipindahin ke rekening lain. 

Penipu  : Sekarang bapak transferin pulsa 500ribu ke nomer saya lewat ATM! (Pengen ngakak sih dibagian ini. Penipunya kaga modaaallll~ )
Bapak   : Maap Pak, saldo saya udah kosong. (Telponnya dimatikan dan langsung cabut batere HP)

Keesokan harinya, bapak baru nyalakan HPnya dan ada banyak missed call dari si penipu ini wkwkw. Terus bapak langsung telponin semua anak-anaknya untuk memastikan bahwa yang semalem adalah penipuan.

Ternyata benar memang penipuan~ 
Terkonfirmasi setelah kakak pertama saya menghubungi bapak lewat SMS untuk ngabarin dia undah landing di Jakarta dengan kondisi sehat wal afiat.

Agak bingung ya sama pengalaman bapak saya ini. Antara sadar dan gak sadar kena tipu.

Dibilang sadar ya gak juga karena bapak saya transfer uang ke penipu.
Dibilang gak sadar ya gak juga karena buktinya bapak saya sempet ngosongin saldo ATMnya dulu dan bapak saya nyadar, si penipu perempuan ini nyebut dirinya pake "SAYA" padahal 4 anak-anak bapak punya nama panggilan masing-masing. 

Hikmahnya adalah...

Jangan jawab telpon dari nomer yang belum dikenal. Apalagi pas tengah malam.

Tipsnya adalah...

  1. Gak perlu angkat telpon dari nomor asing. Kalo penting banget pasti dia akan ngasih tau "eh itu nomer gw, angkat dong"
  2. Ketika mendapat telpon mencurigakan dan ngaku-ngaku jadi kerabat kita, coba tanya sesuatu yang pribadi yang cuma diketahui oleh kita dan kerabat tersebut. Contohnya nama panggilan unik atau barang-barang pribadi atau kondisi hewan piaraan
  3. Kalo memungkinkan, konfirmasi langsung ke kerabat yang bersangkutan
  4. Yang paling utama adalah jangan panik

Sekian dulu tulisan saya hari ini...
Semoga kita selalu dilindungi Allah yaaa ^^ Aamiin


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Saturday, 29 June 2019

Working Wife vs Housewife ? Sama Aja Capeknya!

June 29, 2019 6 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~


Beberapa hari lalu pas lagi iseng jalan-jalan di Facebook, platform sosial media yang paling jarang saya kunjungi karena udah gak seseru dulu, saya nemuin status-status Facebook (punya seorang temen jaman sekolah) yang lumayan mengganggu pikiran dan pengen saya bahas disini. 

Dia nulis sesuatu yang memicu ke-julid-an saya sebagai ibuk-ibuk hahah

Dia menulis sesuatu yang tentang pertempuran klasik yang ada didunia ini, a never ending war : Working Wife vs Housewife.

Statusnya sih pendek-pendek, tapi lumayan sering sampe bikin saya pengen julid jadinya :(
Kesimpulan yang saya tarik dari baca-bacain statusnya (yang bersliweran di-timeline saya tentunya), intinya ada 2 hal :

  • Doi capek kerja
  • Doi pikir yang paling enak adalah jadi Ibu Rumah Tangga karena tinggal "disuapin" dari gaji suami


Ketawa dulu yaaa... ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† H A H A H A H A

Mari kita bahas.

Duh mbak~ namanya juga orang kerja sama orang lain yo mesti capek tho ? Lha tapi kan in the end of the month situ terima bayaran atas keringatnya... capeknya seenggaknya terbayar. Nah dari bayaran yang diterima tiap bulannya bisa dipakai misalnya untuk biaya laundry pakaian karena gak sempat untuk cuci baju sendiri... biaya beli makan diluar karena pulang kantor udah capek dan gak sanggup untuk masak... biaya beli skincare dan makeup sendiri. 

Beda lho rasanya beli Skincare pake uang sendiri dengan beli Skincare pake uang suami tuh :') kaya ada kepuasan tersendiri aja gitu... 

Tapi point plus nya dengan bekerja adalah jadi punya identitas lain sebagai wanita karir. Suatu titel yang bergengsi menurut saya karena dengan seorang wanita bekerja, wanita tersebut (dianggap) jadi punya power lebih. Terutama power dimata masyarakat.

Perempuan yang bekerja dianggap lebih pinter, lebih intelek, lebih keren dan lebih kuat karena mampu menyokong hidupnya sendiri. Ini fakta yang ada di society kita.

Tapi tentu ada konsekuensinya: capek badan dan waktu dirumah jadi lebih sedikit.

Kalo mau kerja yang enak, gak capek, punya banyak waktu dirumah... Jadi entrepreneur yang bisa atur jam dan beban kerja sesuka hati. 

Etapi untuk jadi pengusahapun pasti perlu usaha dulu untuk merintisnya dan setau saya perjuangan merintis usaha itu berkali-kali lipat susahnya dari orang kerja kantoran sih~

Disisi lain, ada ibu rumah tangga (IRT) yang dianggap sebagian besar orang hidupnya enak karena apa-apa tinggal minta suami. 

HELLLAAAWW~

Mohon maap lahir dan batin nih mbaknya. Kerjaan ibu rumah tangga mah ibarat kata kaya kotak pandora. Mati satu tumbuh seribu. Ada aja gak ada habisnya... Mana kerjaannya dari bangun tidur sampe mau tidur 1x24x7x30x12x...x... nah tuh itung aja dah jam kerjanya ibu rumah tangga berapa lama.

Belum kalo yang baru punya anak kecil.
Belum kalo pas kondisi badan lagi kurang fit.
Belum kalo ada anggota keluarga yang sakit.

Dikiranya ibu rumah tangga gak ngapa-ngapain dirumah ? HAHAHA Talk to my hand nih!

Eh jangan dikira ibu-ibu yang diem dirumah gak bisa kerja, gak ngerasain susahnya orang kerja dan menghasilkan uang dari rumah ya mbaknya~

Banyak kok temen-temen saya yang full jadi ibu rumah tangga tapi bisa menghasilkan uang juga. Jualan kue, jualan baju, buka jastip, nulis blog, bikin skincare sendiri, bikin youtube, bikin kerajinan tangan. Tapi karena kerjanya dirumah dan "gak kelihatan" sama orang, jadi dikira dirumah cuma ongkang-ongkang kaki nunggu jatah dari suami wkwkwk

Point plus sebagai IRT adalah punya banyak waktu dirumah, kerja lebih fleksibel dan gak ada bos yang marah-marahin soal kerjaan  heheh

Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.


Konsekuensi yang harus dihadapi seorang ibu rumah tangga yang diem dirumah apalagi yang sarjana adalah harus siap kena cibiran tetangga dan sodara. And it's not easy. Melelahkan. 

"Sarjana kok jadi ibu rumah tangga"
"Gak sayang apa sekolah tinggi-tinggi tapi gak dimanfaatin"
"Tau mau jadi ibu rumah tangga sih gak usah sekolah sampe sarjana"

Otomatis, ibu rumah tangga yang diem dirumah itu cenderung dianggap lemah. Dianggap powerless karena keliatannya gak bisa menghasilkan uang sendiri... Karena hanya dianggap bergantung sama suami aja.

Tuh kan mbak~ yang capek badan bukan kamu aja yang kerja kantoran lho~ 
Kami yang ibu rumah tangga dirumah juga capek :)) 

Kalo kerja kantoran itu capek mental karena diomelin bos atau kolega kerja yang rese... Nah kalo IRT itu capek mental karena dicibir. 
So sama-sama aja kan?
 
Yhah, namanya juga manusia ya, doyannya sawang sinawang... pasti selalu membandingkan satu dengan lainnya karena kadang merasa gak puas dengan hidupnya yang sekarang. Padahal bisa aja apa yang sedang kita keluhkan saat ini adalah impian untuk orang lain.

Jadi, yaudah. 
Buat apa sih bandingin Working Wife vs Housewife ? Cesar vs Normal ? Asi vs Sufor ?

Gak guna. Gak akan bisa apple to apple karena setiap orang punya alasan dan latar belakang masing-masing yang gak bisa diganggu gugat yang gak bisa kita pertanyakan seenaknya, kecuali situ ikut patungan ngasih makan... Tapi kan enggak shayyyy~

Stop comparing our lives :")


Susah sih emang tapi worth to try demi kenyamanan diri sendiri... pasti ada alasan yang baik kenapa kita harus kerja keras banting tulang, kenapa kita harus jadi ibu rumah tangga.

Udah ah julidnya heheh
Sekian dulu tulisan saya kali ini yaaa...
Semoga terhibur hihihi


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Tuesday, 4 June 2019

Menyambut Lebaran dengan Bersih-bersih

June 04, 2019 8 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Hayyooo... siapa yang tadi sore mendadak panik karena katanya Lebaran hari ini ? Siapa yang semalem mantengin sidang Isbat terus ? Akuuu... akuuu...

Fiuuhhh~ Alhamdulillah, Hari Raya Idul Fitri secara resmi ditetapkan hari Rabu tanggal 5 Juni 2019. Sesuai prediksi ibu-ibu yang berpatokan pada kalender hehehe... Soalnya ibu-ibu ini kalo menjelang lebaran pasti jadi sibuk banget. Nyiapin bumbu-bumbu buat masak... nyetok bahan makanan selama Lebaran karena pasar-pasar masih pada tutup... pesen kue-kue untuk disajikan ke tamu... berbenah rumah... nyiapin outfit sekeluarga.... 

Haduuuhhh~ kebayang sih gimana paniknya kalo ternyata tanggal lebaran gak sesuai prediksi...

Dalam rangka menyambut lebaran, persiapan yang dilakukan tidak hanya menyiapkan baju baru dan masak ketupat beserta opor ayam. Tapi ada juga beberapa hal yang menjadi kebiasaan keluarga gw demi menyambut hari kemenangan umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan lamanya.

BACA JUGA : Doa dan Harapan Untuk Indonesia

Bersih-bersih Rumah

Hari raya Idul Fitri identik dengan silaturahmi kerumah sanak saudara. Mau kedatangan banyak tamu masa rumah kita berantakan dan kotor sih ? Kan rasanya gak elok ya... Alangkah baiknya kita beres-beres rumah sebelum hari raya supaya ketika ada tamu yang berkunjung, mereka merasa nyaman karena rapi, bersih dan wangi. Karena menyambut tamu dalam Islam sangat dianjurkan.

Bersih-bersih Diri

Kebiasaan bersih-bersih diri ini gak cuma dilakukan untuk menyambut lebaran aja sih. Menjelang hari pertama bulan ramadan juga keluarga gw melakukan kebiasaan bersih-bersih diri sebagai wujud rasa suka cita. Ibaratnya kaya orang mau sholat kan harus menyucikan diri dengan wudhu.

Bersih-bersih diri disini maksudnya ya emang bersih-bersih diri secara harfiah. Mandi besar dari ujung kepala sampe ujung kaki termasuk make sure kuku jari juga udah bersih.

Bersih-bersih Hati

Nah kalo kebiasaan bersih-bersih hati baru lah maknanya makna kiasan heheh ya kali bersihin hati secara harfiah gimana ceritanya -_-a

Saat bulan ramadan, kita berjibaku dengan diri sendiri melawan segala hawa napsu dan melatih kesabaran melalui puasa dan segala ibadah yang dijalankan dibulan ramadan. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah saling maaf-maafan dengan keluarga, kawan, kerabat dan sanak saudara supaya 'perjuangan' kita selama bulan ramadan makin afdol karena bagaimanapun juga kita ini makhluk sosial yang akan terus saling berinteraksi satu sama lain, yang akan saling membutuhkan.Pasti sekali waktu ada aja gesekan yang terjadi kan... gak ada salahnya untuk meminta maaf duluan kok :)


BACA JUGA : Berbagi Sebagai Moment Terbaik Ramadan Tahun Ini


Karena besok adalah hari raya idul fitri, 
gw sekalin mau ngucapin ah~ 

(= MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN =)

Sekian dulu tulisan gw hari ini...

ALHAMDULILLAH... challenge #30HariKebaikanBPN sudah tuntas gw laksanakan dengan berbagai macam up and down yang hampir aja bikin gw nyerah heheh karena ternyata tidak mudah untuk konsisten nulis selama 30 hari berturut-turut di bulan ramadan. Harus nulis, harus tetep ngurusin rumah, harus tetep fokus ibadah, harus tetep me time... 

whoaaaa~ I'm so proud of myself :) Terima kasih sudah mau berjuang Nik!


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Saturday, 1 June 2019

Mengisi Waktu Selama Bulan Ramadan

June 01, 2019 6 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~



Mau ramadan mau hari-hari biasa, ibuk-ibuk mah pasti gak jauh-jauh dari kegiatan  rumah tangga ya... Udah jadi makanan sehari-hari deh itu namanya nyuci piring, nyuci baju, beberes rumah, masak dan nyetrika hahah. Udah gitu kerjaannya berasa kaya gak ada abisnya huhuhu malah gw suka berpikir jangan-jangan baju-baju kotor di keranjang cucian ini beranak pinak, makin ditumpuk makin banyak hahah

Untuk mengisi waktu selama bulan ramadan, mayoritas kegiatan yang gw lakukan ya sudah pasti kegiatan seputar rumah tangga

Walaupun porsi waktu untuk beribadah jadi jauh lebih sedikit ketimbang pas sebelum menikah, Gw anggap pekerjaan rumah tangga ini (insha Allah) menjadi ladang pahala tersendiri.

Kadang gw merasa waktu di bulan ramadan itu berjalan lebih cepat sehingga rasanya sehari itu kurang dari 24 jam hahaha

Ya gimana engga berasa cepet,
Dari jam 2an pagi udah bangun untuk siap-siap masak untuk sahur. Abis itu sekitar jam 3.30-4.20 sahur sambil nonton TV. Terus sholat shubuh lalu nyempetin untuk tidur sebentar. Jam 6.30 bangun untuk nyiapin keperluan suami yang mau berangkat kerja terus lanjut tidur lagi sampe jam 9-an (yampun doyan tidur bener ya gw)


BACA JUGA : Jajanan Favorit Saat Lebaran


Setelah jam 9 ini lah gw beneran produktif hahah
Dimulai dengan nyuci alat dapur dan alat makan sisa sahur semalam.
Lanjut mandi. Kalo jadwalnya cuci baju ya gw nyuci sama jemur baju dulu. Ini gw nyuci masih manual pake tangan loh dan jemurnya di loteng atas kosan :") Kadang abis jemur baju terus engap kecapean wkwkw

Belum selesai sampai disitu. Kadang gw juga sesekali nyapu dan beberes kamar kosan.
Abis itu dilanjut dengan sholat dhuha dan ngaji sampai waktu dhuhur.
Gw juga menyempatkan diri untuk blogging. Mulai dari nulis draft, ngedit, nerbitin tulisan dan yang paling penting adalah blog walking.

Demi traffic yang gak mungkin dateng begitu aja tanpa usaha sebelumnya~

Kalo lagi kehabisan ide nulis, gw menyempatkan diri untuk merajut melanjutkan proyek yang lagi gw kerjain. Tapi terus-terusan ngerajut bikin tangan dan jari-jari kaku loh... makanya gw selingi dengan main game di laptop heheh

Game yang paling pamungkas untuk mengisi waktu adalah The Sims karena gw harus bikin orangnya dulu. Mulai dari muka sampe bentuk badannya gimana... abis itu styling pakaiannya. Lanjut bangun rumah dan ngisi rumah dengan perabotan. Kalo udah jadi semua, tugas selanjutnya adalah menjalankan kehidupan sehari-hari kaya misal bersosialisasi, nyari kerja, masak dll. Seru deh~ 


BACA JUGA : Tradisi Lebaran : Bikin Rujak Cuka


Ketika jam udah menunjukan jam 3 sore atau paling telat abis Ashar, semua kerjaan gw diruang depan harus ditinggalin dulu sejenak. Waktunya gw bekerja didapur nyiapin menu buka puasa dan makan malam. 

Enggak... gw gak tiap hari masak kok heheh sesekali juga suka minta beli makan diluar. Tapi tetep aja walaupun gak masak ada aja yang dikerjain didapur. Entah ngupas buah buat stok sahur, ngupas bawang-bawangan buat stok masak... pokoknya mah ada aja kerjaan tuh ya kalo dicari wkwk

Setelah urusan di dapur beres, saatnya membersihkan diri~
Lalu buka puasa, makan dan dilanjut sholat isya dan tarawih. Baru deh bisa gegoleraaaannn sekitar jam 8 malam~

Padet kan kerjaan ibu rumah tangga ?
Itu aja pure ibu rumah tangga yang dirumah terus... gimana ibu rumah tangga yang nyambi kerja diluar coba ? Pasti lebih padat lagi.

So, jangan nyepelein kerjaan ibu rumah tangga yang keliatannya 'GAK NGAPA-NGAPAIN' :")

Sekian dulu tulisan gw hari ini yang harusnya diterbitkan kemarin.
Semoga menghibur hihi ^^

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Jajanan Favorit Saat Lebaran

June 01, 2019 12 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~



Alhamdulillah, kita udah puasa sampai hari ke-27 nih...
Hawa-hawanya udah hawa-hawa Lebaran horeeee. Bentar lagi pasti kedengeran suara lagu-lagu qosidah dan puji-pujian dari Masjid dan Balai Desa deket rumah yang manggil-manggil warga untuk segera menunaikan zakat fitrah. Kalo udah kaya gitu, rasanya antara sedih dan seneng rasanya.

Sedih karena harus berpisah sama bulan ramadan dan segala macam kebiasaan baik yang udah kita bangun selama sebulan. Seneng karena bentar lagi hari raya! Artinya banyak makanan enak yang khas Lebaran~

Dari beragam kue dan makanan yang hadir di hari raya, adad beberapa kue dan makanan yang menjadi favorit gw.

Bolu Ketan Hitam

This is my ultimate favorite cake ever! Enaknya gak bisa digantiin sama kue lain.
Bolu ketan hitam ini biasanya ada dirumah nenek gw di Sumedang. Sebenernya kue ketan hitam ini adalah spons cake biasa tanpa tambahan selai atau cream diatasanya. Tapi yang bikin dia istimewa adalah adanya campuran ketan hitam yang memberikan tekstur grainy. Rasanya gak terlalu manis tapi gurih dengan aroma khas ketan hitam. Aduh~ ngetiknya sambil mbayangin rasanya...

Suatu hari gw pernah nyoba bikin bolu ketan hitam ini tapi gagal ๐Ÿ˜ kuenya bantet banget udah aya adukan pasir bangunan wkwkw Sepertinya diriku tidak ditakdirkan untuk berkutat dalam dunia pastry hihi

Sumber: resepkuekeringku.com


Sagu Keju

Kastengel ? Skip.
Putri salju ? Skip.
Nastar ? Skip.
Sagu keju ? Sikaaattttt sampe habisss

Dari 4 kue kering yang biasanya nongkrong dimeja-meja untuk menyambut para tamu, gw paling suka sama sagu keju soalnya sagu keju ini paling beda dari 3 kue lainnya yang berasa banget rasa tepungnya. Rasanya sagu keju tuh gurih tapi manis juga. Selain itu lembut dimulut tapi masih bertekstur karena ada campuran parutan keju didalamnya. 

BACA JUGA : Tradisi Lebaran : Bikin Rujak Cuka

Sumber: ResepKoki.id


Bakso kuah

Menjelang jam makan siang di hari raya, pasti deh warung-warung bakso pada penuh sama pembeli. Apalagi biasanya pada beli dalam jumlah yang banyak karena untuk dimakan rame-rame sama keluarga besar. Yaaa... gimana gak sampe serame itu, bakso tuh ibaratnya kaya oasis ditengah padang gurun opor ayam hahah 

Penyegar dikala semua rumah hampir semuanya menyajikan opor ayam lagi... opor ayam lagi~
Sumber: Liputan6.com

Rumbah/Lotek

Rumbah dan Lotek itu serupa tapi tak sama. Mereka berdua juga mirip sama pecel.
Sama-sama terdiri dari campuran sayuran (biasanya kangkung, toge, timun hijau yang mirip sukini) yang direbus lalu diberi bumbu khusus. Itulah yang membedakan ketiganya.


BACA JUGA : Berburu Baju Lebaran Dari Masa ke Masa

  • Rumbah: diberi bumbu berupa sambel kacang pedas yang dikasih perasan jeruk limau. Sehingga rasanya pedas tapi seger.
  • Lotek: diberi bumbu berupa ulekan bumbu kacang (bisa pedas/gak pedas) yang diberi sedikit irisan remucu (pisang yang masih ijo banget. Sama kaya rebung untuk pohon bambu) lalu diulek sampe halus dan diberi campuran air asam jawa. Ada juga yang nambahin terasi untuk memperkaya rasa.
  • Pecel: diberi bumbu berupa ulekan bumbu kacang dengan campuran gula merah sehingga rasanya cenderung manis.

Biasanya rumbah/lotek paling enak dimakan sama kerupuk atau cilok (dikenal juga sebagai kojak atau bakso aci) atau lontong. Mantul banget buat jadi cemilan yang bikin seger dikala udah bosen sama segala sesuatu yang berkuah dan bersantan.

Sepintas mirip sama pecel kan
Sumber : BloggerMangga.com

Aduuhh... cukup 4 dulu ya yang gw tulis hari ini. 
Tak kuasa diri ini membayangkan nikmatnya huhuh *sabar-sabar magrib masih lama
Semoga menambah referensi kuliner kalian yaaa

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—

Wednesday, 29 May 2019

Buka Puasa Bersama di Lokasi KKN yang Penuh Kebersamaan

May 29, 2019 0 Comments

Assalamualaikum! Annyeong~

Sebagai orang yang introvert yang cenderung kesulitan untuk dapet temen baru dan beradaptasi dengan lingkungan baru, gw lumayan ketakutan sama salah satu mata kuliah wajib di kampus yaitu KKN (Kuliah, Kerja, Nyata). Soalnya selama masa KKN tersebut, kita sebagai peserta KKN akan tinggal dirumah warga, harus bisa membaur dengan warga sekitar dan juga melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat sesuai disiplin ilmu. Baik secara individu maupun berkelompok.

Contohnya gw yang latar belakangnya Biologi, bikin program KKN berupa daur ulang sampah dan sosialisasi keanekaragaman hayati di sekolah-sekolah. Sementara temen gw yang dari Teknik bikin program KKN berupa "plangisasi" yaitu bikin petunjuk jalan untuk ditempatkan disekitar lokasi KKN.

Mau gak diambil... ya gak mungkin wong ini matkul wajib syarat untuk bisa ambil Skripsi disemester depannya, mau dipending ke semester depan... nanti makin lama gw lulusnya. Jadi yaudah deh, bismillah aja buat KKN. Cuma 2 bulan kok :)

Iyaaaa... 2 bulan di tempat baru, temen baru dan bertepatan sama bulan ramadan. Pertama kalinya gw gak ber-bulan puasa dirumah. Antara sedih dan penasaran gimana rasanya hahah

Pertengahan tahun 2014 akhirnya gw berangkat KKN di daerah Cangkringan, Sleman. Sengaja gw pilih lokasi dan Tim KKN yang sekitar Jogja aja supaya bisa mudik pas Lebaran ntar. 

Lha kok deket banget KKNnya ? Gak seruu...
Ada yang lebih deket lagi kok. Temen gw ada yang dapet lokasi KKN cuma dibelakang kosannya di Jl. Kaliurang bawah wkwkwk

Dari 2 bulan itu, bulan pertama kami fokus untuk kegiatan-kegiatan khusus di bulan ramadan sementara program KKN yang sebenernya baru efektif dilaksanakan setelahnya.

BACA JUGA : Inspirasi Makeup Lebaran a la Youtuber Nanda Arsyinta

Setiap harinya, selepas sholat Ashar, kami membantu kegiatan tadarus Al Quran di Masjid dekat rumah pondokan (rumah warga sekitar yang disewa sebagai tempat tinggal selama KKN). Kebetulan guru ngaji di masjid tersebut sedang berhalangan hadir. Gak susah kok... cuma meratiin mereka ngajinya udah betul apa belum... sebagian besar sih udah pada lancar-lancar ngajinya jadi ya agak gabut sih heheheh 

Kalo udah selese semua ngajinya, kadang-kadang anak-anak ini minta main sama "mbak-mbak KKN" dan foto-foto selfie katanya. Haduuhhh~ anak jaman saiki~

Abis itu, kami langsung bantu-bantu anak-anak perempuan yang kena giliran nyiapin acara buka puasa bersama di masjid. Salut banget... yang dapet giliran nyiapin buka puasa bersama gak cuma orang dewasa atau remaja aja, tapi anak-anak juga! Dan acaranya tiap hari. Untuk konsumsi juga dijadwal bergiliran dari warga sekitar. Pokoknya berasa kekeluargaan banget. Hal yang jarang banget gw temuin desekitar gw.

Gw dan temen KKN abis ngajarin ngaji
Tuh liat... mereka semua masih SD loh! Tapi udah ada kesadaran untuk bertanggung jawab sama jadwal ngurus buka puasa bersama. Gw jadi malu sendiri, udah segede ini tapi masih cuek sama kegiatan sosial disekitar rumah
Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga
*kaya semboyan Demokrasi yak wkwkwk*
Setelah buka puasa bersama warga, lanjut dengan kegiatan maraton sholat Magrib, Sholat Isya dan Sholat Tarawih berjamaah. Baru abis itu kami bisa balik ke pondokan~

Tapi sesekali kami satu tim juga buka puasa diluar lokasi KKN kok. Katanya bosen pengen cari suasana baru sambil jalan-jalan bentar ke 'kota'. Kebetulan banget, lokasi KKN gw itu sejalur sama lokasi wisata di Gunung Merapi dan deket sama area kampus salah satu Universitas Swasta di Jogja, jadi ya banyak tempat makan yang asik, muat untuk banyak orang dan murah meriah.

Lokasi : The Waroeng Of Raminten Jakal, Umbulmartani-Ngemplak, Sleman
Beruntung banget anggota tim KKN gw orangnnya asik-asik dan bisa 'membawa' gw yang introvert dan kaku ini heheh. Gw bisa betah 2 bulan tinggal sama mereka dilokasi yang bener-bener baru. Soalnya mereka gak ribet, nyantai, humoris dan mau diatur. Bahkan ada 1 temen KKN yang sekarang jadi temen deket gw dan masih sering kontakan walaupun jauh-jauhan... padahal dia gak 1 rumah pondokan sama gw tapi bisa gitu jadi deket karena kita berdua nyambung kalo ngobrol hehehe

BACA JUGA : Mudik yang Diwarnai Drama

Beruntungnya lagi, tim KKN gw dikasih ijin untuk balik sebentar ke kampung halaman buat Lebaran. Waaaaa senengnya~ Walaupun cuma dikasih libur 5 hari (H-2 sampe H+2 Lebaran) tapi cukup buat mengobati kerinduan dirumah. Aturan yang sebenernya peserta KKN itu gak boleh balik dan harus berlebaran dilokasi KKN, tapi karena rumah pondokan kami mau dipakai untuk acara keluarga yang punya rumah jadi kami disuruh balik dulu deh heheh

Sekian dulu tulisan gw hari ini~
Semoga tetep semangat nulis untuk challenge dan yang paling utama semangat untuk maximizing ibadah di bulan puasa!


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Wassalamu'alaikum and see ya~
๐Ÿ’—Salam hangat dan have a good day๐Ÿ’—