Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Review Film. Show all posts
Showing posts with label Review Film. Show all posts

Tuesday, 23 October 2018

Bad Genius/Drama-Comedy-Crime/2017

October 23, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Chutimon Chuengcharoensukying
Rate Imdb: 7,7/10
Comment: 

Ada yang pernah nonton film Perfect Score ? itu loh film taun 2004 yang mainnya Chris Evans sama Scarlett Johannson yang tentang sekelompok anak sekolah yang berkomplot untuk mencurangi SAT biar mereka bisa masuk kampus impian...semacem SBMPTN kali ya kalo disini. Talk about this film, gw dulu nonton ditahun 2008an pas semester akhir kelas 9 SMP. Direkomendasiin temen sekelas supaya pas Ujian Akhir nanti termotivasi 'sukses bersama'. Yeaaaa... that 'sukses bersama' have million meaning ๐Ÿ˜ YKWIM laaa~

Mbak Scarlett masih unyu-unyu ๐Ÿ˜› (Sumbernya dari sini)
Bad Genius ini banyak sedikit satu tema sama Perfect Score. It's all about cheating for some reason.

Let me make it clear first: Cheating is bad. 
Sebagai gambaran, film ini bercerita soal Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) anak SMA super jenius yang memanfaatkan kepintarannya. Awalnya dia cuma mau bantuin temennya. Tapi lama-lama dia lihat ada keuntungan yang bisa dia ambil disitu. Pada puncaknya, dia dan Bank (Chanon Santinatornkul) harus mencurangi STIC (SAT-nya orang asing yang mau kuliah di Amerika) di Sydney, Australia dan mengirim jawaban tersebut ke komplotannya di Thailand.

Mari kita kupas setajam...golok ๐Ÿ˜†

Film ini dibuka dengan scene yang bikin penasaran dan bikin penonton bertanya-tanya. Bikin harus lanjut nonton. Makin ditonton kok makin ngerasa "waduh ini gw banget! Gw pas jaman SMP-SMA nih!". Harus lanjut nonton nih... 

Intermezzo. Gw waktu SMP apalagi SMA bandel banget. Doyan nyontekin orang. Bukan karena gw pinter banget kaya si Lynn tapi lebih karena kepuasan batin aja. Seneng aja bantuin temen. Tapi sayangnya bantuin dalam hal yang gak bener ๐Ÿ˜† Gw pernah sekali ketauan cheating pas SMP. Ujian matematika kelas 8. Gw duduk ditengah. Kiri belakang gw si Virda. How I cheat ? Pake kalkulator yang ditaroh dilaci meja mengingat gw ini payah sekali dalam berhitung ๐Ÿ‘Ž How I caught ? pas lagi ngitung pak kalkulator (tangan gw dibawah meja semua) si Virda manggil-manggil mau nanya rumus. Bodohnya gw terus sibuk ngitung tanpa liat kanan kiri terus nyeletuk "ntar dulu ih. Nanggung lagi ngitung". Ternyata Pak Pengawas (waktu itu Pak Hudaya, guru Biologi terasik sepanjang SMP gw) ada disekitar gw dan langsung nanya "kamu ngitung pake apa? kok tangan dibawah semua?" yah sebagai tersangka gw mah cuma bisa ketawa sama temen-temen sekelas. Untungnya gw gak dilaporin ke guru mata pelajaran heheh cuma disuruh simpen kalkulator aja. FYI, gw udah tobat gak cheating pas ujian sejak kuliah hihi ๐Ÿ˜

Kembali ke laptop~

Semakin ditonton ternyata waduh...ini film kok ya Asia (terutama Indonesia) banget. Selain kecurangan dari sisi murid, juga ada kecurangan dari pihak sekolah.

Konflik yang ditampilin difilm ini tuh enak banget. Bertahap gitu. Dari konflik yang ecek-ecek. Masuk ke yang moderat sampe konflik pamungkas yang jadi inti masalah dalam film ini. Motive kemunculan konflik juga kuat. Ditampilin secara visual yang pasti ya gak cuma 'katanya' seorang tokoh aja ๐Ÿ˜.


shut up your mouth just enjoy the film! (Sumbernya dari sini)

Selain jalan cerita yang alus dan ide teknik nyontek yang gak kepikir sama otak rata-rata gw, gw paling suka sama sinematografinya! Bagus banget.
Here the sneak peek





Music dan backsoundnya juga mendukung ditambah sisipan musik klasik makin makin bmembangun suasana tegang pas lagi nyontek hahah.

Apalagi ya ? oiya. Akting. Gak ada masalah. Two thumb up buat Chutimon dan Chanon. Yang bagus lagi difilm ini make upnya natural. Bener-bener gambarin ini loh anak sekolahan tuh begini...bare face. Kadang kucel kalo keringetan. Anak sekolahan banget kan ?

Ada lagi ada lagiiiii. Untung difilm ini ada si Pat (Teeradon Supapunpinyo) anak konglomerat tapi otaknya terbatas yang bikin film ini renyah karena komedinya. Lebay tapi malah bikin ngakak ๐Ÿ˜

Bukan Iqbaal loh ini

Nah yang bikin gw gusar adalah pada scene terakhir yang udah bikin jantungan tapi tiba-tiba bikin gw rada kecewa karena ada 1 pengawas ujian yang ngejar si Lynn dari lokasi ujian sampe ke Subway cuma buat nyuruh dia balik ke lokasi ujian untuk dimintai keterangan untuk kasus orang lain (๐Ÿ˜•?) Loh emang gak bisa di telpon aja kan pasti ada data-data peserta ujian kan. Rada gak guna sih scene ini.

Kok gak kasih 9 kaya film Dhrisyham ? kenapa yaaa ๐Ÿ˜… soalnya intensitas kengeriannya belum se-wah Dhrisyham heheh
Dari film ini gw jadi kepikiran, "Apakah layak mencurangi kecurangan ?
My answer: Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang baik


Rate (1-10): 8/10
Recommendation (yes/no): Yes. 

Sunday, 21 October 2018

No Escape/Action-Thriller/2015

October 21, 2018 2 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Owen Wilson, Pierce Brosnan
Rate Imdb: 6,8/10

Comment:

Berdasarkan pengalaman gw nonton film yang durasinya 1 jam 43 menit, hampir 1 jam gw dibikin berdebar udah kaya lagi naik roller coaster Jungle Land ๐Ÿ˜จ Tapi sayangnya lonjakan adrenalin ini sumbernya bukan dari alur cerita film yang gak terduga kaya di Drishyam, tapi karena kengerian dan kebrutalan sekelompok masa yang mindlessly.

Sumbernya dari sini
Berlatar di salah satu negara asia tenggara yang berbatasan langsung sama Vietnam, film ini bercerita tentang perjuangan keluarga Jack Dawyer (Owen Wilson) yang baru pindah ke negara tersebut karena penugasan dari perusahaan. Belum ada 2 hari, keluarga dengan 2 orang putri kecil ini harus menghadapi situasi antara hidup dan mati karena pemberontakan penduduk sekitar. Selama masa escape ini, keluarga Jack diselamatkan oleh agen rahasia Inggris, Hammond (Pierce Brosnan) yang mengklaim kalo ini adalah sebagai akibat ulahnya.

I didn't have any expectation about this film before dan bahkan gak tau cast-nya siapa. Cuma diceritain ini film tentang sekeluarga Amerika yang mau kabur dari sebuah negara asia tenggara pas ada konflik. 

Hmmm...oke.

Seperti sudah terbayang ya bakal gimana alurnya. Awal-awal pasti perkenalan tokoh dan latar belakang konflik. Dilanjut dengan scene dor-dor tembak menembak lalu diakhiri dengan "yeay selamat dari konflik. Hidup bahagia selamanya". Ya hampir sebagian bener sesuai dugaan gw. But, unfortunately... latar belakang konfliknya terlalu dangkal buat gw ๐Ÿ˜ฉ. Lagi-lagi cuma berdasarkan tuturan seseorang tanpa adanya visualiasasi. Mirip sama Skyscraper. Tapi yang bikin beda adalah intensitas dan ketegangan yang diciptakan difilm ini lebih bagus dan bikin gw gak mau melewatkan 1 adeganpun.

Selain itu, banyak hal yang mengganggu gw. Berasa kurang teliti aja gitu. Pertama, pemberontakan udah  berlangsung cukup masif dan meluas tapi gak ada militer yang turun tangan ? cuma Polisi-Polisi yang dipukul mundur pemberontak discene awal. Weird. Ditambah para pemberontak yang mostly adalah penduduk sipil masa punya TANK BAJA?! ๐Ÿ˜ฑ at this point, gw mengira ada kudeta dinegara tersebut dan manfaatin kelompok radikal untuk mengkambinghitamkan para bule itu. But no.  I was wrong.

Sumbernya dari sini
Kedua, pas masuk border line Vietnam masa para penjaganya ngomong pake bahasa Inggris ? ๐Ÿ˜ฅ Hmmm mungkin emang sengaja untuk mengecoh penonton sih ya. Ketiga, endingnya terasa maksa. Keempat, agak kurang logis sih gedung Kedutaan Amerika pagernya kaya pager rumah biasa ๐Ÿ˜ฉ dan dengan gampangnya di-take down. Coba liat Kedubes Amerika di Jl. Medan Merdeka Selatan. Setau gw pagernya aja tinggi banget, dilapisin penutup item-item (apa sih namanya tuh?) dengan security guard tinggi. 

US Embassy di Jakarta (sumbernya dari sini)
US Embassy di film ๐Ÿ˜“
Oiya. Ada lagi. Etapi buat sebagian orang bisa jadi nilai plus film ini sih: adegan tembak-tembakannya. Ngeri! ๐Ÿ˜ฑ

Tenang...ada hal yang menurut gw bagus disini. Keterkaitan film ini dengan fakta kondisi kebanyakan negara asia tenggara dan jokes-nya Jack yang sedikit tapi efektif. FYI pas Jack muncul then I noticed hidungnya ๐Ÿ˜€"ah! ini yang main di Night at The Museum, yang jadi koboi itu". Soal akting dan dialog-dialog yang muncul disini gak too much. Bener-bener menggambarkan kondisi orang biasa (not super human like Dwayne did ๐Ÿ˜) yang gak selalu kuat dan situasi genting. 

Best scene: nope. Gak ada keindahan yang kurasakan disini ๐Ÿ˜ฉ

Rate (1-10): 7/10
Recommendation (yes/no): yes tapi jangan berharap lebih.

Friday, 19 October 2018

Drishyam/Drama-Crime/2015

October 19, 2018 0 Comments
Sumber gambar
Main cast: Ajay Devgn
Rate Imdb: 8,3/10

Comment: 

Bole chudiyan~ bole kagna ๐ŸŽถ
Haai main ho gayi teri saajna ๐ŸŽถ
Tere bin jiyo lag da main te margaiya ๐ŸŽถ

Siapa yang bacanya sambil nyanyi? ๐Ÿ˜ Berarti kita satu generasi wkwkwk

Kalo jaman gw kecil, film Bollywood identik sama kisah percintaan yang selalu ada Inspektur Vijay dan joget-joget ditengah guyuran hujan. Romantis tapi ya bego juga ๐Ÿ˜ ujan-ujanan apa kaga bikin meriang yeeee ? hahaha
Goyang terus bang (Sumbernya dari sini)
Nah tapi untungnya trend Bollywood sekarang udah bergesar. Gak melulu soal percintaan yang gak disetujui. Gak melulu drama-drama berderai air mata. They have develop into next level! ๐Ÿ˜„Good news for me yang kalo tiap sabtu siang bersemedi dalem kosan cuma buat nonton film India wkwkwk. Bollywood ini ya banyak sedikit sama kaya drama Korea yang sekarang rangenya udah luas banget. Mulai dari drama soal medis sampe drama hukum. Cuma mungkin agak kalah pamor sih ๐Ÿ˜ฅ

Perkembangan film Bollywood ini udah gw rasain sejak jamannya Koi Mil Gaya di tahun 2003 (yang baru gw tonton pas SMA 2008an). Terus dilanjut dengan My Name is Khan ditahun 2010 yang udah mulai ngomongin soal rasisme. Puncaknya ada pada 3 Idiots di tahun 2009 (gw nonton pas kuliah 2011an). They were amazing! Ide cerita, cast, musik dan yang paling penting pesan moralnya keren banget apalagi buat anak sekolahan. Segitu aja cerita sejarah Bollywood gw hahah 

So jangan anggap film India itu cuma joget-jogetan doang yaaa ๐Ÿ˜…

Drisyham. Film drama crime pertama yg gw tonton dari ranah Bollywood! (Thank you kak @hujandisenja  yang sudah merekomendasikan film ini). Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah untuk melindungi keluarganya dari kasus pembunuhan yang terjadi diluar dugaan mereka dengan membuat alibi yang detil banget dan celakanya kasus tersebut juga melibatkan salah satu petinggi kepolisian setempat. Simpel tapi rumit juga. mmuach!

Sumbernya dari sini
Akutu sampe bingung mau ngereview gimana biar gak jadi spoiler ๐Ÿ˜ž. Film ini harus dintonton dengan zero expectation (tanpa nonton trailer) biar makin greget hahah. Serius deh. 

Tiga puluh menit pertama agak booring sih (plis bersabarlah ๐Ÿ™) rada lama naiknya. Disini gw rada khawatir kalo filmnya bakalan drama nangis-nangis. Tapi justru disini part yang penting: penggambaran tiap tokoh. Semuanya kuat. Gak cuma berfokus sama tokoh utama Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) aja. Seteleh 30 menit ini, jantung gw gak habis-habisnya dibikin deg-degan gak karuan berasa gw ada dalem filmnya juga. Intens banget. 

Rasanya kaya lagi nonton Sherlock Holmes (tanpa dr. Watson) vs Dr. Moriarty tapi yang menang Dr. Moriarty hihi ๐Ÿ˜› Holmes cuma kalah 1 langkah aja kok. Tapi faktanya mereka emang sama-sama jenius kan ?

Ide ceritanya sederhana tapi soal pembuatan alibi kejahatanya mind blowing banget ๐Ÿ˜ฑ. Alur ceritanya juga alus banget, pake flashback gitu tapi gak bikin pusing karena maju mundur cantik caantik ๐Ÿ˜ Gak patah-patah. Bahkan selama nonton gw hampir gak ada komentar "kok gitu sih? lah dia kenapa? apaan sih ini?". Gw bener-bener dibawa masuk dalem ceritanya. Beneran dibikin terpaku sama filmnya dan pada scene-scene terakhir adalah Jaw-dropping moment. OUTSTANDING!

(sumbernya dari sini)
Soal akting pemainnya aduh gak usah ditanya. Great! Terutama Meera Deshmukh (Tabu). Yampun dia diem aja udah serem matanya intimidating gitu. Bener-bener nunjukin kalo dia ini petinggi polisi yang heartless sama penjahat yang emang pantes jadi seorang kepala. Tapi dia juga bisa nunjukin sosok keibuannya. Dan jangan lupakan pak Polisi jahat, Gaitonde (Kamlesh Sawant). Aktingnya bikin yang nonton pengen nabok aja bawaanya ๐Ÿ˜

Backsound sama lagu yang ada sepanjang film ini juga pas. Gak too much dan gak ada joget-joget loh ya. Pas secene seneng ya lagunya yang seneng. Pas scene sedih lagunya sedih. Apalagi backsoundnya, makin membantu membangun ke-intens-an film ini. 

Alasan kenapa gw gak kasih 10/10 (selain karena kesempurnaan hanya milik Tuhan) adalah karena the alibi is too perfect. Kok bisa ya ? Ketika ada celah yang bisa dipakai polisi untuk ngorek-ngorek bukti supaya Vijay bisa dijeblosin ke penjara pasti Vijay udah antisipasi duluan. Padahal ceritanya si Vijay ini berpendidikan rendah. Jadi aja sepanjang film gw ngoceh "waduh waduh ketauan nih! waduh kebongkar nih!waduhh...waduhhh..." ๐Ÿ˜ฑ 

Oiya ada lagi yang rada ganggu gw. Seragamnya Meera Deshmukh terlalu ketat woooooyyyy. Masa petugas pelayanan masyarakat baju kerjanya 'macem' itu. Sesak liatnya ๐Ÿ˜“ plis atuh lah

Waduh baju mbaknyah ๐Ÿ˜จ  (sumbernya dari sini)
Lupak! ada lagi. Pas scene pertama, ada Polisi pindahan mau nanya lokasi kantor polisi Pondolem (nama kota) ke pemilik warung... ternyata kantornya pas disebrang warung itu. wkwkwk ๐Ÿ˜‚ Mon maap dia polisi apa Dora The Explorer ya ?

Best scene:
Zoom in dengan aktor yang balik badan 1 per 1. Dramatis banget!

Rate (1-10): 9/10
Recommendation (yes/no): ABSOLUTELY YES!!!!!!  

Wednesday, 17 October 2018

The Mist/Horror-SciFi-Thriller/2007

October 17, 2018 0 Comments

dari sini

Main cast: Thomas Jane
Rate Imdb: 7,2/10

Comment:

Key words: Horor, Alien, Doktrin, Sesat, Agama.

Pernah gak ngerasa takut kalo dalem kabut? Kalo gw sih takut kejedot atau keprosok tau ๐Ÿ˜† iyalah, gak ada kabut cuma air yang bikin banjir semata kaki aja bisa bikin gw kejeblos dalem got gede pas pulang sekolah agama hahah

dari sini
Kalo dipikir-pikir, sebagian manusia itu cenderung takut dengan sesuatu yang gak terlihat. Takut hantu. Takut gagal ujian. Takut ketemu sama orang yang salah. Takut gak sukses dan takut takut yang lain. It's normal right ? apalagi sedang berada pada quarter life crisis kek gw ini ๐Ÿ˜ž

Quarter life crisis hit me. nemu dari sini

Nah pun dengan film ini. The Mist. Dari judulnya aja gw udah setengah-setengah mau nontonnya karena judulnya udah berkesan mistik gimana gitu hahah tapi yaudah lah ya. Pak Heru maksa terus dengan iming-iming "ini film survival kok. Ceritanya soal orang yang terjebak dalam supermarket gara-gara serangan alien". Mirip sama salah satu episode SpongeBob Squarepants yang ceritanya dia terjebak dalam toko mainan sama Patrick yang awalnya mereka happy karena dikelilingi benda-benda menyenangkan tapi semakin larut, mereka berdua dibikin parno sendiri sama kekhawatirannya wkwkw.

Eps. Toy Store of Doom . nemu dari sini

Udah telat banget sih ya baru nonton film ini sekarang hahah 2007 ke 2018 bok!  11 tahun dong...๐Ÿ˜’ jadinya gw membandingkan kualitas The Mist dengan kualitas film sekarang. Sekali lagi, karena ini film tahun 2007 (jaman gw masih kinyis-kinyis dan masalah terpelik gw adalah PR Matematika dari Pak Ian wkwkw) jadi ya gak heran kalo kualitas CGInya belum sebagus sekarang, masih berasa banget kalo alien-aliennya fake tapi ya seenggaknya masih lebih bagus dari ftv naga-nagaan sih heheh. Selain CGInya, efek berdarah-darah The Mist ini... Hmm.. Gimana ya disatu sisi berasa too real tapi disisi lain keliatan jg bohongan. Oiya, FYI adegan berdarah-darah film ini brutal. Jadi gw sarankan untuk tidak nonton film ini sambil makan ya. 

Harusnya masalah efek CGI sama efek darah gak gw bahas sebagai sesuatu yang mengganggu gw karena gak fair aja wong pembandingnya film jaman now tapi ya udahlah ya, biar review gw keliatan banyak aja wkwkw. Nah tp ada hal teknis lain yang menurut gw kok gimana gitu ya. Disini gw ngerasa kaya nonton serial tv yang digabung jadi 1 film karena beberapa kali gw nemuin jeda antarscene (blank item beberapa detik tuh) yang mungkin kalo ditayangin di TV jeda itu dipake sebagai slot iklan kali ya heheh nah seringnya lagi antarscene tersebut kaya kepotong. Misalnya, pas David (Thomas Jane) abis dikejar alien, dialog bentar... Jeda... Tiba-tiba doski baru bangun tidur. Kok rasanya patah-patah gimana gitu ya  ya walaupun dijelasin sih sama tokoh lain. 

Sekarang gw mau komentar soal isi filmnya. 

nemu dari sini
Garis besar film ini emang tentang survival sih. Survive dari serangan alien dan dari doktrin sesasat pake bumbu kefanatikan agama. Soal bagian doktrin ini sih gw ga ada masalah dan menurut gw sangat brilliant mengangkat hal ini dalam film Karena kebanyakan tipe-tipe film survival paling sering menunjukan ketakutan psikologis (selain nangis dan teriak) lewat kekerasan. Kaya misal tiba-tiba yang awalnya tenang jadi emosi terus mukulin orang dan ngerasa sok berani. 

nemu dari sini
Nah disini ekspresi ketakutan (selain lewat kekerasan) digambarkan lewat bumbu kefanatikan agama dan celakanya dieksploitasi sama seseorang yang percaya bahwa dia adalah yang paling suci (yang lain penuh dosa, jadi lagunya Awkarin gini sih ๐Ÿ˜) yang bisa meramal segalanya (dan tiba-tiba kuteringat Kerajaan Ubur-Ubur ๐Ÿ˜…) Karena kebetulan apa yang dia omongin itu kejadian, akhirnya oleh masa yang sedang galau ketakutan dan putus asa, terpengaruh lah dan jadi mabok agama juga. They was insane! Gak sampe situ aja, ini orang karena tau dia sudah berpengaruh disitu akhirnya sok-sok an jadi leader (karena ngerasa paling benar dan suci). Leader yang keblinger lebih tepatnya. Dia menghasut masa untuk ngebunuh sesama survivor dengan dalih penebusan dosa. Oh come on ๐Ÿ˜’ Ternyata bule yang se-rasional itu aja kalo dalam keadaan putus asa dan ketakutan bisa jadi irasional ya.

Intinya, Agama dan Sains sama-sama penting. Harus dijaga keseimbangannya

Soal bagian alien-alien ini. Sayang banget sih gak diceritakan asal usul kemunculan dan kebinasaannya. Cuma tau-tau mereka dateng lalu tau-tau kalah. What the?!  

nemu dari sini
Kalo dipikir-pikir, film ini banyak sedikit menggambarkan situasi Indonesia saat ini. Ditahun politik. wkwkw

Oiya. Ada lagi. Gw masih gak paham kenapa ada 3 orang prajurit junior yang masuk ke supermarket itu. Kayaknya mereka ntah ketauan ngabur dari kesatuan ntah emang mau dipulangin atau gimana. Dan yang makin anehnya, 2 dari 3 prajurit ini mengakhiri hidupnya. Whaaaattt banget kan  prajurit loh ini. Mosok mentalnya sedangkal itu, kalah sama asisten manager toko wuuuuu ๐Ÿ˜ Mungkin karena mereka masih young and wild kali ya. Jadi rasanya gak guna-guna amat lah mereka ini hehehe

Ada lagi. Ada lagi. Ini scene yang gak perlu. Banget. Ditengah kegentingan hidup dan mati. Masih aja ada yang curi-curi kesempatan mojok berduaan ๐Ÿ’‹ diruangan kosong. Hmmm yakaliiiii neng ๐Ÿ˜‘ why oh why film-film hollywood, apapun genrenya hampir semua ada adegan minimal kecup-kecupan yeee 

PLIS ATUH LAHHHH. nemu dari sini
Oiya, ada lagi. Akhir ceritanya amazing sekali :"))))))) Sepanjang film si David ini sangat rasional tetapi sampai akhir cerita kok ya tiba-tiba jadi bloon. Pengen gw toyor rasanya ๐Ÿ˜  gak masuk akal banget. Kesannya maksa.

Tapi disamping hal teknis yang mengganggu itu, ada kok hal yang patut diapresiasi disini. Akting pemainnya. Numero uno ๐Ÿ‘ Dua jempol buat Billy (Nathan Gamble), anaknya David dan terutama Mrs. Camrody (Marcia Gay Harden). Dia bisa bikin kita greget dan kesel kaya kita kalo nonton ibu-ibu jahat di sinetron Indonesia. Bawaannya udah pengen nabok aja deh. KZL. ๐Ÿ˜ Penciptaan aura creepy dan spooky mencekam sudah disajikan sejak awal film dan dapet banget. Buat yang gak tau ini film tentang apa pasti mikir ini film horor. The Mist bikin gw gak bisa tidur. Asli gak bisa tidur sampe jam 1 malem. Keseremannya justru bukan dari teror aliennya tapi karena adegan berdarah-darahnya. ewwww 

Rate (1-10): 7/10
Recommendation (yes/no): yes

Monday, 15 October 2018

The Grey/Drama-Action/2011

October 15, 2018 0 Comments


Nemu dari sini . Btw serem amat ya poster filmnya berasa lagi diliatin mulu

Main cast: Liam Neeson
Rate Imdb: 6,8/10

Comment:
“Dek nonton The Grey ya” // “castnya siapa?” // “Liam Neeson, itu yang main di Taken” // “ya baiklah” Segampang itu ya gw meng-acc proposal film dari si aa. Asalkan udah pernah liat film lain yang sebelum-sebelumnya ada si actor tersebut pasti deh gw langsung tertarik walaupun gw gak tau synopsis sama trailer itu film kek mana. Sebelumnya si aa udah ngewarning sih ini film ada dramanya tapi gw keukeuh mau nonton dengan keyakinan ini-ada-Liam-Neeson-gak-akan-sedrama-itu. Karena kalo liat dari film-filmnya Liam kaya Taken 1, Taken 2, The Commuter dan The A-Team semuanya film action walaupun ada beberapa yang ada dramanya tapi tetep action yang menonjol disitu ya ibarat kata dia ini sejenis super human kaya Dwayne Johnson, Silvester Stallone atau Berry Prima hahaha tipe jagoan nu hese paeh na hahaha ๐Ÿ˜ 

dari sini

dari sini

Dan jeng…jeng…Awal film gw udah  dibikin hoahmmmm…๐Ÿ˜ช tapi gw masih tetap dengan keyakinan gw, “paling awal doang ngebosenin gini” hahaha ternyata, keyakinanku akhirnya terpatahkan. Ini unsur dramanya mbosenin sampe akhir dan bikin “apaan sih ni film”. Hmmm apa ya, terlalu filosofis mungkin (?) I don’t like it dan pada beberapa bagian dialognya terlalu puitis. Terlalu berat buat otak gw yang jarang dipake mikir wkwkwk Sepanjang film gue yakin in the end of the film, dia selamat. Ternyata bikin gw “dih kok gitu sih akhirnya”. doeng. ๐Ÿ˜ฎ Sisi actionnya kurang greget sih kata gw mah. Cuma berantem bentar sama seseorang dan sisanya survival sama kawanan Srigala. Dan yang biking gw geli juga adalah serigala disini somehow berasa mereka ini palsu. Ntah karena mata gw yang terlalu sering dimanjakan CGInya MCU yang ok atau karena film yang gw tonton kualitasnya bukan HD atau memang karena ditahun itu CGInya belum secanggih sekarang. Tapi tenang, it much better than naga-nagaan sinetron Indosiar kok ๐Ÿ˜Š

Suasana mencekam creepy spooky similikiti dengan latar tempat di hutan cemara ditengah hamparan salju (dan badai) antah berantah di Antartika sana dengan kawanan srigala yang berkeliaran bebas bikin gue beberapa hari ngerasa takut dan gloomy at the same time. Kalo kata si aa mah “justru film yang bagus itu kalo menyisakan kesan setelah nonton. Ya kaya adek yang takut (liat gunung, salju, cemara)”. 

dari sini

Ini film beneran emang lebih condong ke drama sih. Bikin perasaan putus asa dan kaya diaduk-aduk gak jelas sekaligus. Sampe akhir film gw tetep gak paham sama ini film sebenernya mau gimana. Cerita perjuangan idupnya si Liam ya gak juga. Cerita survival dari kecelakaan pesawat ya gak juga. Cerita survival dari srigala gak juga. Bingung akutu. Tapi kalo menilik dari judulnya “the Grey” mungkin ini film emang mau bikin penonton jadi abu-abu dan nggantung gak puguh heheh yang jelas It's all about human desperationHMMMM ๐Ÿ˜ atau emang otak gwnya yang gak nyampe ya wkwkwk. 


dari sini MIKIR WOY MIKIR ๐Ÿ˜“

 Selain CGI yang wkwkw, penggambaran tokohnya yang ngambang dan bikin gw bingung “ni orang sape sih? ni orang kenapa ya?” (terlalu Liamsentris banget deh) dan ke-gloomy-an dalam film ini, gw ngerasa film ini kok rada gak logic ya ๐Ÿ˜’ Ada scene dimana para survivor tinggal 1 atau 2 mil sampe ke tempat yang ada manusianya *cmiiw gw gak berani nonton ulang* tinggal nyusurin sungai. Etapi kok tiba-tiba ada survivor yang nyerah. Tinggal dikit lagi loh mas'e ๐Ÿ˜”setelah mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถkok nyerahnya sekarang ? Ada lagi. Ada scene 1 survivor kejebur ke sungai terus ntah gimana caranya kakinya masuk diantara batuan dan berakhir tenggelam. Lah itu gimana ceritanya kaki bisa masuk tapi gak bisa keluar ๐Ÿ˜‘ada lagi nih. Pas si survivor kejebur, mau diselamatin Liam. Tapi gak selamat kan ? Udah bergulat sama air sungai si Liam nangis guling-guling sambil meraung-raung memohon sama Tuhan. apa yak gak kedinginan ? hipotermia? Alaska loh...terus kejebur sungai....super sekali yaaa. Seenggaknya bibir gemeteran kek ya, Ada lagiiiiiii yang bikin alis gw mengkerut. Ada scene pas 1 survivor loncat dari atas tebing puluhan meter ke atas pohon cemara untuk bikin jembatan tali. Amazingly, ybs tidak terluka ๐Ÿ˜ฑ padahal nubruk pohon woy tanpa pake pelindung kepala dll

dari sini

Soal aktingnya om Liam ini yaudah lah ya udah tau, tua-tua keladi. Makin tua makin jadi. Dia bisa keliatan super menyedihkan tapi bisa langsung jadi jagoan gagah apalagi ditambah suaranya yang bikin makin macho hahah. Oiya, FYI gw nulis review ini Cuma berdasarkan ingatan gw nonton film ini di awal Oktober. Gw gak berani nonton ulang dan gak mau juga heheh. So sorry ya kalo banyak yang miss.
Pesan terkuat dari film ini: Makan - Dimakan ๐Ÿด

Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): yes kalo lu olang mau dibikin beneran ‘abu-abu’ sekelabu hamparan hutan cemara ditengah badai salju kutub utara.

Friday, 12 October 2018

Skyscraper/Action/2018

October 12, 2018 0 Comments


nemu dari sini
Main cast: Dwayne Johnson
Rate Imdb: 5,9/10

Comment:
Tertarik nonton film ini karena banyaknya meme yang sliwran di sosmed gw soal ‘lompatan’ the Rock difilm ini. Boleh lah cek disini kalo belum liat kek mana memenya  ada yang sampe bikin perhitungan matematisnya btw wkwkw kan jadi penasaran sebenernya kaya apa sih lompatannya itu. 

contoh meme nya. Nemu dari sini
Selain itu karena the rock is big star-nya action movie, berasa must watch film aja gitu kalo ada dianya. Padahal mah ya udah ketebak kan ya, Dwayne Johnson ini hampir selalu jadi jagoan yang hese paeh alias die hard. Tapi tetep aja pengen nonton hahaha. Oiya, gw tertarik juga karena Dwayne Johnson sempet diwawancarain sama Deddy Corbuzier, silahkan cari di Youtube, kan keren gimana gitu ya orang Indonesia bisa wawancarain actor sekelas Dwayne Johnson loh! 

Tapi gw tidak menyangka kalo ini film sedangkal ini. Penonton kecewe huuuu….๐Ÿ˜•๐Ÿ˜๐Ÿ˜’Gw cukup gusar dengan latar belakang konflik di film ini yang “yampun gara-gara gini doang?”. Dasar penonton, enak aja komentar yeee disuruh bikin sendiri mana bisa wkwkwkw. Abisnya ya gw kirain ini film ceritanya tentang balas dendam salah satu anggota unit FBI ke ex-ketua unit tersebut, Will Sawyer (Dwayne Johnson) dengan cara memanfaatkan keluarganya. Etapi ternyata ini cuma gara-gara “ada yang malak” ๐Ÿ˜ž hahaha. Agak kurang masuk akal sih buat kita, masa pengusaha konglomerat crazy rich Asian yang mampu bikin gedong canggih yang lebih tinggi dari Burj Khalifa di UEA gak punya ‘back up’ keamanan di lapangan? Masa gak punya relasi sama mafia kelas kakap? atau bodyguard kelas tenggiri gitu ? yakaleeee ๐Ÿ™ˆ

Selain adegan lompatan yang cukup mengegerkan dunia per-meme-an dan cerita dipalak, ada beberapa bagian yang menganggu mata dan mulut ini sehingga daku gak tahan pengen komentarin. Salah satu penjahat cewek, Xia (Hannah Quinlivan) yang bikin gw langsung teringat dengan mbak Yuni Shara, kok kayaknya kurang badass gitu loh padahal mukanya udah 'sok' dijahat-jahatin. 

Gak keliatan kalo dia ini penjahat berdarah dingin tapi malah kaya bini lagi ngambek gara-gara gak dikasih jatah  ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™Š
Dari sini nih . Pengen gw colok matanya saking seremnya wkwkw
Hal lainnya adalah pada saat itu Gedung kebakaran, hebat, pak Polisi setempat dan Ispector Wu (Byron Mann) gak langsung datengin TKP. Malah doi kaya cuma memantau disebrang sungai depan gedungnya gitu. Ohya! Anehnya lagi, ini film kan cerita soal kebakaran gedung tapi sama sekali gak ada pemadam kebakaran atau ambulance atau polisi yang wara-wiri disekitar gedung memberi pengamanan prefentif. Kan siapa tau ya ini gedung roboh terus nibanin gedung sekitar. Malah kebanyakan ngeshoot kerumunan orang yang 'nonton' sambil ngerekam pake hp. Sekali boleh lah, eh ini mah ada kali 2 sampe 3x. zzzzz Sungguh waw ๐Ÿ˜ฎ Selain itu, Inspector Wu kaya setor muka doang. Megang pistol tapi gak ngalahin si Xia. Aksinya kurang pak Polisi! We need dor dor dor scene tauk ๐Ÿ˜’ Berasa ada dan tiadanya dia gak akan ngaruh ke film ini.

memandangmu~ walau selalu~ ๐ŸŽถ
Hal yang sangat gue sayangkan disini juga adalah kurang kuatnya penggambaran latar belakang konfliknya. Cerita soal dipalak itu, kita dapet cuma dari ceritanya Mr. Zhao doang. Seenggaknya kasih liat gitu adegan malak-dipalaknya biar makin greget yekan . Yah kalo kita sebagai penonton ditipu sama tu orang juga percaya-percaya aja orang gak ada gambaran visualnya. Say no to hoax wkwk 

ada gambar ada video aja bisa bikin hoax apalagi yang gak ada kan ya ? 

astaga gw ngelantur wkwkw ya intinya gitu dah ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, kurang nampol aja penggambaran ceritanya.  Cuma ya untungnya ketolong sama adegan-adegan actionnya om the Rock yang dengan kepinteran dan kekuatannya itu bisa cukup menghibur penoton rewel kaya gw yang dikasih film rumit komentar dikasih film enteng komentar juga. Maklum lah ya, emak-emak.

Setelah gw baca review di Imdb, ternyata banyak juga yang ngerasa kaya gw. Kebanyakan sih ngerasa ini film cuma The Rock vs The Building karena minimnya penggambaran penjahat-penjahatnya. Yah no wonder ini film cuma dapet 5,9.

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): No. masih banyak film action yang lebih bagus dari ini

Wednesday, 10 October 2018

The Foreigner/Action-Drama/2017

October 10, 2018 0 Comments

nemu dari sini

Main Cast: Jackie Chan (Cuma dia doang yang gue tau hahah)
Rate Imdb: 7/10
Comment:
Ekspektasi pertama gue dengan film yang ada om Jackienya adalah full of action dan banyak adegan dia berantem pake peralatan yang sekena tangannya. Ada panci ya pake panci, ada kaleng cat ya kaleng cat hahah. Kalo pas om Jackie jaman muda ya bolehlah gue berekspektasi kaya gitu tapi kan sekarang si om udah berumur ya ๐Ÿ˜… beda dong. Film om Jackie terakhir yang gw tonton itu Karate Kid/2010 (Ini pertanyaan besar buat gw sih, judulnya Karate tapi isinya Kung Fu. Apakah Karate itu sama dangan Kung Fu di negeri Tiongkok sana?) Di Karate Kid yang tahun 2010 aja si om udah keliatan tua (beneran tua sih heheh) dan gak banyak adegan fighting sama penjahat (hmmm atau emang gak ada?)
nemu dari sini
Nah gimana dengan The Foreigner di tahun 2017 ya? Disini Quan (om Jackie) ditampilkan dengan wajah sendu, sedih, capek. Muka loyo gitu dah ya, bikin kesian deh bener ๐Ÿ˜ญ Film ini dibuka dengan aksi terror bom (tapi bukan bom bunuh diri) disebuah bank yang sebelahan sama butik yang mau didatengin anaknya Quan. Kata pak Quan “tunggu papah parkir dulu baru turun nak”. Eh ini bocah dasar darah muda darahnya para remaja ya, pengen buru-buru bae ๐Ÿ˜’ langsung lah dia turun dari mobil, gak lama boom! ๐Ÿ’ฃ Bom yang ada diset sedemikian rupa tersebut meledak dan anaknya Quan jadi salah 1 korban meninggal. Ya, udah ketebak lah ya. Selanjutnya Quan pasti pengen balas dendam ๐Ÿ‘Š๐Ÿ’ช๐Ÿ‘Š"akan kubalas kematian anakku ini", gita kali ya kira-kira suara hati pak Quan ini heheh. Lalu, Quan dengan gigih dan muka desperate nya, doski kesana kemari nanya siapa penjahatnya.  Hmmm mon maap pak, ini terrorist masa segampang itu ngasih tau nama penjahat sih ya haduuuh... ๐Ÿ™€ Karena udah frustasi dengan kesedihannya, Quan lalu nyodorin duit segepok ke pak polisi untuk dapet nama penjahatnya. L pikir ?  ya  sudah pasti ditolak dong sama pak Polisinya ๐Ÿ˜† yakaliiiii...

Etapi ini adegan tuh duh Asia banget gak sih? ๐Ÿ˜… apalagi Indonesia: duit sebagai pelancar segala urusan hahaha, terutama urusan birokrasi *pengalaman pribadi huhu*

Setelah gagal sama pak Polisi, dengan keteguhan dan kenekatanya *eaaa* untuk dapet nama pengebom itu, Quan lanjut menyasar 1 pejabat tinggi Irlandia Utara, Liam Hennessy (Pierce Brosnan) yang oleh media dan Parlement Inggris dicurigai terlibat dengan aksi terror ini karena ada organisasi (Authentic IRA namanya) yang nelpon ke salah satu media mengklaim menjadi otak pengeboman tersebut (Doski ini katanya dulu jaman mudanya jadi anggota IRA, tanpa ‘authentic’ yaaa. FYI Liam muncul pertama kali dengan scene abis ena-ena ๐Ÿ˜† gak penting ya? Etapi ini penting diakhir cerita hahah). Mulai dari sini nih masuk tarik ulur politik yang mana membuat diri ini bingung, karena gw gak paham sebenernya gimana hubungan dan apa yang terjadi di Inggris dan Irlandia dimasa lalu (kenapa ada Irlandia Utara dsb). can’t relate lanjut ke filmnya. Sebetulnya Liam bisa aja langsung menyelidikin gitu ya secara kan wakil Menteri, udah gitu kan ceritanya dia lagi ‘dituduh’ juga masa iya kaga punya power sih di Irlandia sana untuk seenggaknya nemu petunjuk siapa sih mereka ini. Disini gw juga bingung kenapa si Liam ini gak bertindak segesit pihak Inggris yang bahkan udah hampir nemuin siapa bomber bank yang pertama. Dia ini lebih apa ya, taktis ? licik? Diplomatis? Intinya dia sedang mencari keuntungan dari pihak  Inggris degan adanya aksi terror ini. Tapi dia juga gak diem aja sih. Dia (masih) optimis berusaha cari tau sendiri dengan minta bantuan ponakannya, Sean Morrison (Rory Fleck Bryne) yang merupakan anggota miiliter handal. Tapi di sisi lain ini orang hmm… kita sebut aja brengki ๐Ÿ’ฉ (eh apa bloon ya) ๐Ÿ˜’ you’ll find out ntar.
Dari action-action scenenya, banyak ditunjukin kalo Quan ini bukan orang biasa. Selama Quan berburu ‘nama’ tempat persembunyiannya Liam nun jauh di Irlandia Utara sana, di London terjadi lagi serangan lanjutan oleh kelompok yang sama. Makin pusing lah si Liam ini. Udah mah lagi diteror Quan, dia juga ditekan sama pihak parlemen Inggris ditambah dia khawatir sama keselamatan bininya, Mary (Ola Bradley). Ngomong-ngomong soal bininya, gw kira ini dia tante-tante jenis ibu-ibu sinetron azab-azaban yang sabar banget walaupun lakinya nackal dia tetep setia. Eternyata, duh dia 11 12 sama lakinya dan bikin gw justru jijik sama doski ๐Ÿ’ฉ
Bener kata orang-orang, jodoh itu gimana kitanya ๐Ÿ’•
Sebenernya gw gatel pengen cerita sampe akhir, abis bener-bener bikin wakwawww hahaha tapi nanti jadi spoiler FYI, Gw akhirnya malah kesian sama Liam karena in the end dia dikhianati dari kanan kiri atas bawah deh. Sementara Quan, he got what he want with his own way. Eh tapi setelah nonton yang kedua kalinya, gw sadar sesuatu. Lam (Tao Liu) yang ceritanya jadi temennya Quan untuk bantu ngurus restonan Chinnese Foodnya Quan, berasa banget tuanya dibuat-buat. Kulit masih kenceng, badan masih tegap. Cuma ada uban-ubanan sama kerutan bohongan. Kaya yang jomplang aja gitu sama tokoh Quan yang setua itu. 

Mungkin mbaknya rajin pake 10 step skin care pas mudanya ya ๐Ÿ˜•
Tapi hal menyenangkan dari film ini adalah scene perpindahan setting tempat antarkota antarpropinsi udah kaya bus AKAP aja yeee ditampilkan secara apik dengan mode panorama gitu. Cakep dah.



Rate (1-10): 7/10 karena drama dari Liam Hennessy.
Recommendation (yes/no): yes buat yang kangen sama om Jackie dan suka bumbu politik dengan plot twist.