Follow Us @soratemplates

Showing posts with label action. Show all posts
Showing posts with label action. Show all posts

Thursday, 29 November 2018

Dunkirk/Action-Drama-History/2017

November 29, 2018 2 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Fionn Whitehead, Aneurin Barnard, Tom Hardy, Harry Style dll.
Rate Imdb: 7,9/10
Director: Christopher Nolan
Movie Ratings Guide: PG-13
Comment:

They need to send more ships. Every hour, the enemy pushes closer
--Captain Winnant--
Dunkirk provide me a 1 hrs 42 mins of never ending tension and teach us that "there was a glimmer of hope in the midst of despair". Sebuah film yang membagi dua kubu penonton: (eeeh bukan ceb*ng dan kam*ret yaaa) penonton yang suka bangetttt atau enggak bangeet. Kalo dari cerita menurut gw biasa aja malah cenderung membingungkan kalo gak pay attention on the detail, cuma kalo dari segi teknis...bagus banget!

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Pada pembukaan gw udah bilang kan kalo Dunkirk ini ekstrim banget sampe bikin orang suka banget atau gak suka banget. Kenapa karena ini adalah film dengan penampilan berbeda yang pernah gw tonton. Ini film sejarah tapi kemasannya out of the box. Oooo jelas, pak Christoper Nolan yang nge-direct ๐Ÿ‘ ingat film Interstellar ? Nah itu salah satu garapan beliau. Udah kebayang kan kira-kira Dunkirk ini gimana ? 

Mirip dengan Interstellar yang baru gw akui kualitasnya setelah 3x nonton. Dunkik baru bisa gw bilang bagus setelah 2x nonton dan baca sejarah aslinya gimana. Pada saat pertama kali nonton, gw bingung hampir setengah jalannya film. INI FILM MAUNYA GIMANAAAA SIHHHH?! ๐Ÿ˜‘ otak gw rasanya kaga nyampe menjangkau kecerdasan pak Nolan. Ntar cerita prajurit-prajurit darat. Ntar cerita bapak-bapak berlayar. Ntar cerita 3 pilot pesawat tempur ๐Ÿ˜ต yang keliatannya gak berhubungan. Tapi setelah gw baca sejarahnya Dunkirk dan re-watch lagi barulah gw paham maksud dan tujuannya pak Nolan mau gimana.


Dunkirk menceritakan proses penyelamatan ratusan ribu tentara Inggirs dan Perancis yang terdesak oleh pasukan musuh di pantai Dunkirk, Perancis tahun 1940 (Perang Dunia ke-2). Para tentara tersebut harus segera dievakuasi dengan cara menyebrang ke Inggris. Masalah muncul ketika kapal perang untuk evakuasi terus-terusan diserang pihak Jerman lewat serangan udara dan laut. Nasib para tentara diujung tanduk. Antara hidup dan mati. Lalu keajaiban muncul dengan adanya ratusan kapal-kapal penduduk yang dengan sukarela berlayar dari Inggris ke Dunkirk untuk membantu proses evakuasi. 

Secara garis besar, ini bukan film tentang kisah heroik seorang prajurit. Jadi gak perlu capek-capek nginget-nginget nama-nama karakternya ๐Ÿ˜‹ Ini film visualisasi salah satu sejarah perang dunia ke-2 lewat 3 sudut pandang yaitu : di darat, di laut dan di udara dengan 3 durasi waktu berbeda, 1 minggu untuk bagian di darat, 1 hari untuk bagian di laut dan 1 jam untuk bagian di udara. Ketiganya ditampilkan lewat editing yang yahud secara bergantian dan saling bersinggungan untuk membangun alur cerita. Keren banget sih ini idenya. Gak heran Dunkirk banyak menang di berbagai awards untuk kategori best editing, sinematografi, efek suara dan directing.
Gampangnya Dunkik adalah materi pelajaran sejarah tentang perang dunia ke-2 yang ditranskripsi ke media audiovisual

Karena fokus utama film ini bukan seorang karakter, makanya disini gak ada pengembangan karakter. Ada sih subplot survival beberapa prajurit yang berusaha selamat dari serangan-serangan musuh di laut. Tapi tetep aja gak ada satu pun karakter yang didapuk untuk membangun emosi penonton karena balik lagi, emosi dan suasana disini emang mau dibangun lewat keseluruhan bagian film terutama musik. Padahal sayang banget disini ada Tom Hardy loh.

Seperti biasa, gw suka banding-bandingin film ๐Ÿ˜†
Awal-awal nonton dan denger efek suara di Dunkirk, (sebelumnya gw gak tau siapa director-nya) gw udah menduga ini pasti director yang sama di film Interstellar karena musik dan efek suara keduanya mirip. Kemiripan lainnya adalah ini film sama-sama bikin puyeng kalo cuma sekali nonton. Interstellar puyeng karena istilah yang dipake berat, sementara ini puyeng karena pake 3 sudut pandang.

Kemudian gw membandingkan Dunkirk dengan Pearl Harbor(2001) yang sama-sama berlatar perang dunia ke-2 era 1940an dan bergenre action-drama-history. Kalo bandingin dari segi teknis, jelas Dunkirk diatas angin. Kalo dari segi cerita dan pengembangan karakter, Pearl Harbor is better, cuma bumbu cinta segitiganya kebanyakan ๐Ÿ˜’ Bagian action (perang) di Pearl Harbor juga lebih greget karena lebih fokus pada satu bagian: bombing, beda dengan Dunkirk yang actionnya emang banyak tapi kaya kurang garem dikit gitu hihi lah iya jelas, pan ceritanya pihak Inggris-Perancis udah gak berdaya gak bisa balik nyerang lagi. Apalagi kalo dibandingin sama bagian perang-perangan di film Saving Private Ryan (1998) beuhhhh~ jauh. Saving Private Ryan lebih rame, brutal dan berdarah-darah parah (banget) sampe gw mual liatnya ๐Ÿ˜ฑ


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

As final conclusion,
Dunkirk adalah salah satu film dengan visualiasasi dan editing terbaik. 
Ini bukan tentang seseorang. Ini tentang serangkaian peristiwa sejarah. 

Rate (1-10): 7,5/10
Recommendation (yes/no): Yes

Hope you enjoy my review ya! ๐Ÿ˜Š

๐ŸŽฌSalam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Thursday, 22 November 2018

Ocean's Eight/Action-Comedy-Crime/2018

November 22, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main Cast: Sandra Bullock, Cate Blanchett, Anne Hathaway, Sarah Paulson, Helena Bonham Carter, Rihanna, Mindi Kaling, Awkwafina (waaahh banyak yaaa ๐Ÿ˜…)Rate Imdb: 6,2/10
Director: Gary Ross
Movie Ratings: PG-13

Comment:

If you're going to have a problem with stealing, then you're not going to like the rest of this conversation
--Debbie Ocean--

Shaaap bu Debbie ๐Ÿ‘

Jadi kalo berharap film Ocean's Eight adalah film action versi cewek-cewek cakep tinggi semampai a la model-model Victoria Secret yang banyak adegan kelahi sana-sini sama penjahat berbadan Ade Rai... you better prepare for the disappointment yaaaa ๐Ÿ˜† Tapiiii... kalo kalian suka film dengan sentuhan fashion kelas atas, you'll love Ocean's Eight

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Bicara soal Ocean's Eight, gw baru ngeh setelah 2x nonton ternyata film ini adalah salah satu franchise dari Ocean's Eleven, Twelve, Thirteen... but unfortunately gw belum pernah nonton film Ocean-Ocean lainnya jadi pada beberapa bagian film ini gw kaga nyambung. So better nonton film Ocean yang lainnya dulu biar paham dan biar tau betapa berbedanya atau sama persis nya film ini dengan pendahulunya. Sama aja kalo lu tiba-tiba nonton Infinity Wars tanpa ngikutin seri Marvel yang lainnya ๐Ÿ˜† bakal roaming!

Dilihat dari jargon yang dijual film ini lewat posternya "The plan is priceless" harusnya sih kita sebagai penonton udah kebayang ini film tentang sebuah rencana brilliant yang direncanakan oleh the experts ๐Ÿ˜ rencana apakah ini ? Penculikan Presiden kah ? atau Teror bom ? atau pembunuhan mafia kelas kakap ? 

❎❎❎❎ SALAH SEMUA!!!

Ini tentang rencana pencurian kalung paling berharga milik Cartier (ini nama toko perhiasan BTW) yang direncanakan selama 5 tahun lamanya oleh Deborah/Debbie Ocean (Sandra Bullock), adik dari Danny Ocean (George Clooney) pas dia dipenjara. Untuk meluluskan rencananya dia dan partnernya, Lou (Cate Blanchett), mereka ngajak 6 cewek lain untuk kerja sama. Ada Nine Ball (Rihanna) sebagai hacker, Tammy (Sarah Paulson) sebagai penadah dan distributor, Amita (Mindi Kaling) sebagai ahli berlian, Constance (Awkwafina) sebagai ahli nyopet (?) dan Rose Weil (Helena Bonham Carte) sebagai designer baju yang akan dipake oleh Dephne Kluger (Anne Hathaway) untuk menghadiri acara The Met Gala, salah satu acara pesta paling bergengsi yang bertabur artis dan fashion designer papan wahid. Nah pada malam Met Gala inilah mereka mau nyolongnya. Eh nyolong bukan sekedar nyolong yaaaa...nyolong yang elegan loh yaaa karena kan udah mah perhiasannya yang muahaaalll banget harganya ditambah lokasinya didalam museum dengan banyak benda-benda seni yang tentu aja punya high security system ๐Ÿ˜† Debbie ternyat diam-diam gak cuma mau nyolong kalungnya Cartier aja, doski punya hidden agenda untuk ex-bf nya Claude Becker (Richard Armitage). Enough with the synopsis ah nanti gak seru ๐Ÿ˜

Kalo liat cast lengkapnya, film ini bertabur cameo tokoh kelas atas. Beberapa yang gw kenali adalah Dakota Fanning, Serena Williams, Kim Kadarshian West, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Anna Wintour dan Heidi Klum. Yaiyalah wong ceritanya kan tentang pencurian perhiasan di The Met Gala. Biar lebih menjiwai kali ya jadi pake cameo artezzzz beneran haha

Pasti tau kan tau dong Met Gala itu apa ? Sebuah acara  penggalangan dana untuk kepentingan Metropolitan Museum of Arts's Costume Institute di New York yang di-organize Anna Wintour dari American Vogue. Ini bukan sembarang acara amal. Ini acara pesta bergengsi bertabur bintang dan designer papan atas. Gimana gak bergengsi coba, harga tiketnya aja udah $30.000 dan harga per mejanya adalah $275.000 ๐Ÿ˜ฑ eeeiitttsss...biar kata lu punya duit segitu banyak, gak semua orang bisa masuk loh. INVITATION ONLY! hahaha (Sumber: wiki/Met_Gala dan nytimes.com )

Salah satu memenya Rihana diacara Met Gala tahun 2017 (eh apa 2016 ya?) Bajunya udah macem telor dadar nih ๐Ÿณ(Sumbernya dari sini)
Enough with The Met Ball. 
Mari kita bahas seputar film aja.

Keliatan dari anggota komplotan yang semuanya wanita dan salah satu cuplikan percakapan Debbie dan Lou  pas lagi nyeleksi komplotannya, this film is all about gender equality, bahwa yang jadi penjahat bengis gak cuma cowok aja tapi cewek juga bisa. Bahwa cewek juga bisa secerdik cowok. Bahwa cewek itu kuat. Bla bla bla ๐Ÿ˜„ 


Menurut studioantelope.com ada 5 jenis konflik dalam film yaitu: 
  1. Manusia vs Alam
  2. Manusia vs Dirinya sendiri
  3. Manusia vs Manusia 
  4. Manusia vs Masyarakat
  5. Manusia vs Supranatural

Berdasarkan klasifikasi diatas, gw ngerasa Ocean's Eight ini abu-abu konfliknya. Masih kurang jelas dan kurang kuat. Ini film action tapi gak ada berantem-beranteman sama sekali. Cuma permainan taktik dan rencana aja yang semuanya hampir berjalan mulus lancar jaya. Paling ada yaaa konflik-konflik (no.3) yang sifatnya minor yang bisa segera teratasi. Untungnya, ketutup sama editing, tone, musik, set lokasi, baju dan sinematografi yang cantik nan glamour. Jadi ya gw betah-betah aja nontonnya ๐Ÿ˜ tapi si aa nontonnya udah sambil main Hp wkwk. Gaya-gaya Ocean's Eight nih mirip buangeettt sama The Devil Wears Prada (6,9/10) dan dikombinasikan dengan taktik pencurian yang matang kaya The Italian Job (7,0/10). Kalo suruh ngurutin dari 3 film itu, Ocean's Eight in bottom dari segi cerita tapi kalo dari editing Ocean's Eight in top.

Lanjuuttt,
ngomong-ngomong soal alur dan irama film, standar aja sih scene-scene awal untuk pengenalan masing-masing tokoh terus lanjut konflik dan resolusi. Sesuai sama target ratingnya yang PG-13 jadi kayaknya Gary Ross sebagai Director mau main aman aja. Film yang simpel dan minim adegan kekerasan. Cumaaaa...gw ngerasa pada beberapa bagian ada yang bolong, "kok tau-tau begini? lah kok bisa begitu" ๐Ÿ˜… sehingga kubingung sendiri. 

Urusan akting, gw suka banget sama Anne Hathaway dan Helena Bonham Carter. Cuma mereka doang yang mencuri perhatian gw karena ekspresinya yang sungguh beneran bikin gw mikir kalo Daphne adalah brainless actress yang gampang dikomporin dan Rose adalah orang yang kaku dan kuno. Lainnya B aja. Hal lain yang gw sayangkan dari Ocean's Eight adalah karakter sama hubungan antarkarakternya kurang dikembangin. Jadi ya gw tidak merasakan apapun dengan ngeliat 8 cewek itu (mungkin dikecualikan untuk Dephne dan Rose yang bikin gw sesekali ketawa). 

Intermezzo. Menurut gw nih ya, akting yang bagus dari aktor/aktris adalah ketika gw juga bisa merasakan emosi dari apa yang mau dia tunjukin. Misal kaya aktingnya Tom Hiddleston sebagai Loki di Avanger tuh...kan dia jahat ya, nah ketika gw sebel sama si Loki brati aktingnya si Tom berhasil.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

As my final conclusion,
Ocean's Eight tak ubahnya adalah film dengan sederet artis papan atas bertema pencurian dengan kesan glamour yang minim konflik

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): Yes. Abis cakep editingnya ๐Ÿ˜

Hope you enjoy my review ya! ๐Ÿ˜Š

๐ŸŽฌSalam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Wednesday, 14 November 2018

The Meg/Action-Horror-SciFi/2018

November 14, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Jason Statham, Li BingBing
Rate Imdb: 5,8/10
Director: Jon Turteltaub 
Movie Ratings Guide: PG-13

Comment: 

Gagal dieksekusi karena nanggung :"))))
Kalo liat dari trailernya kok ya kaya seru serem-serem gimana gitu: film tentang hiu yang menimbulkan teror salah satunya lagi gigit kaca akuarium raksasa didepan bocah kecil. Istilahnya Jaws versi 2018 lah. Apalagi yang main Jason Statham. Kebayang gak tuh gimana ramenya hiu ukuran super jumbo lawan Jason si jagoan yang cool dengan badan berototnya. Cuma sayang banget, penonton dengan ekspektasi kaya gw harus gigit jari.

Ceritanya basic, human vs nature  (selalu ketebak lah ya pasti manusia yang akan menang kan ya? ) Jonas Taylor (Jason Statham) seorang mantan rescue team yang kehilangan karir dan keluarganya karena dianggap ngawur soal serangan hewan raksasa yang nyerang sebuah kapal selam militer beberapa tahun lalu tapi kemudian dia malah kembali dimintai tolong untuk menyelamatkan mantan istrinya yang terjebak didasar terdalam palung Mariana dalam sebuah misi penelitian yang digagas oleh Zhang Ocean sebuah lembaga penelitian kelas dunia milik Mr. Zhang (Winston Chao) dan anaknya yang seorang marine biologist, Suyin (Li BingBing). Namun ternyata misi tersebut malah memancing hiu prasejarah keluar dari sarangnya yang sebelumnya terisolasi lapisan termoklin. 

IMHO, Gw sebenernya udah rada curiga ini filmnya bakal gimana gitu pas tau The Meg yang dibikin sama Warner Bros ini ada kerja sama China. Mengingat gw masih kecewa sama Skyscrapper yang begitu doang :")))))) tapi The Meg gak jelek-jelek amat sih tapi ya gak bagus-bagus juga. Standar aja. Cuma gw agak menyayangkan kalo ceritanya bakal se-cringe ini. Terlalu banyak yang gak logic-nya hehe. Dari ceritanya sih gw emang gak ngarep banyak, udah tau lah ya bakalan hiu yang kalah kalo emang The Meg ini patuh pada pattern film hiu-hiu-an yang udah ada sebelumnya kaya Jaws dan Deep Blue Sea. 

Kalo kalian berharap Statham bakal tinju-tinjuan atau tembak-tembakan, siap-siaplah kecewa karena gw ngerasa Statham disini dipake namanya doang buat jual filmnya  biar laris. No action seperti di Transporter kecuali dia jadi perenang super. Sayang banget padahal ada scene dia pamer abs-nya ๐Ÿ˜€ Tapi gak guna juga wkwkw. Terus untuk aktor lainnya, well mereka B aja. Gak ada karakter atau hubungan antarkarakter yang menggugah emosi gw. Termasuk Statham atau villain-nya sekalipun yang kalo difilm-film lain suka bikin gemes pengen nabok.

Emosi yang dibangun The Meg ini kesannya maksa sih buat gw. Drama keluarganya maksa. Drama cintanya apalagi. Aneh deh. Nih contohnya Jonas rela balik jadi rescuer lagi pas tau ex-wifenya dalam bahaya tapi pas udah diselametin terus yaudah nothing happens diantara mereka. Dia malah kode-kodean sama Suyin yang awalnya saling sebel tau-tau saling suka. Like whaaaaaatttt?! Kaga nyambung blas dan maksa abis  ๐Ÿ˜’ bukannya jadi sedih atau so sweet, gw malah "iyuuuhhhh apaan banget deh ini"

Sumbernya dari sini
Selain dramanya yang maksa, disini juga banyak adegan yang bikin kita mringis-mringis ketawa geli saking anehnya ๐Ÿ˜† Ada yang jatoh ke laut gara-gara kaget sama kecepatan kapal yang tiba-tiba tancep gas. Ada juga tabrakan beruntun helikopter gara-gara salah satu pilotnya meleng bukannya liat kedepan malah liat kebawah. Adaaaa.... Gw sampe heran ada ya adegan kaya gitu kaya yang gak ada cara lain buat bikin ketegangan dalam film hiu-hiu-an. 

Intensitas ketegangannya juga duh nanggung. Baik dari segi karakter maupun aksi lawan hiunya. Gak seru banget tapi ya gak flat banget jugaCoba misal ditambah ada mad scientist yang gak segan-segan mengorbankan keselamatan crew demi penelitiannya atau minimal demi idealisme untuk masa depan ilmu pengetahuan  atau crew yang satu-satu mati dimangsa hiu sampe tinggal 2 atau 3 orang Atau...atau... si Hiunya nyerang ke stasiun penelitian sehingga meinimbulkan kondisi hidup dan mati atau yaaaa... minimal hiunya neror pesisir pantai yang rame pas masa liburan. Atau apalah yang bikin rada tegang gitu... Padahal udah lumayan tuh pas scene-scene awal pas Jason lagi bertugas sabagai rescuer.

Gak ada part serang-serangan hiu berdarah-darah  cukup gw sayangkan dari film ini๐Ÿ˜ padahal yang bikin seru film hiu ganas itu justru caplok-caplokannya ya... Nanggung. Kayaknya sih gara-gara rating umurnya PG-13 maksudnya biar makin luas range penontonnya kali ya. Padahal coba dibuat jadi R aja mungkin bakal lebih seru nih The Meg. 

Gw akui emang susah sih mau bikin film hiu-hiuan yang menggebrak penonton mengingat udah buanyak banget pembandingnya. Kaya gw aja nih nonton The Meg bawaannya banding-bandingin terus sama Deep Blue See (DBS) karena seinget gw DBS lebih tegang dan nendang ceritanya padahal tahun 1999 teknologinya belum secanggih sekarang. Coba ya Jon Turteltaub sebagai director nih lebih mengeksplor lagi baik dari segi cerita ataupun pengembangan karakter.

Soal teknis di film kaya back sound, editing, set lokasi, kostum dll ya B aja. Gak ada yang menarik. Malah kadang gw ngerasa CGInya aneh ๐Ÿ˜… 

Kesimpulan gw, The Meg ini pengen nampilin film hiu ganas yang kekinian dengan set stasiun penelitian dan kapal futuristik canggih dengan tambahan sentuhan Asia cuma sayangnya gagal dieksekusi karena nanggung. 

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): 50:50

Hope you enjoy my review ya! ๐Ÿ˜Š

๐ŸŽฌSalam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Friday, 9 November 2018

Bajrangi Bhaijaan/Action-Comedy-Drama/2015

November 09, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Salman Khan, Kareena Kapoor, Nawazuddin Siddiqui
Rate Imdb: 8/10
Director: Kabir Khan
Movie Ratings Guide: NA

Comment:

Gw gak terlalu banyak nonton film asia. Paling beberapa film Korea... Thailand dan yang paling banyak gw tonton adalah India. Gw makin tertarik sama Bollywood karena makin kesini tema-tema yang diangkat makin out of the box dan kadang mengangkat tema yang sensitif contonya film PK yang ngebahas tentang agama yang dikombinasikan dengan alien-alien-an ๐Ÿ˜ Nah kalo Bajrangi Bhaijaan lebih ektrim lagi. Mereka ngebahas soal keberagaman beragama di India ditambah konflik India-Pakistan! Soal keberagaman beragama ini menurut gw sangat relate sama kehidupan di Indonesia yang orangnya macem-macem. Dari yang kulit putih sampe gelap. Dari Islam sampe Hindu. Dari Sabang sampe Merauke. Dari appearance aja udah beragam, pasti isi kepalanya lebih beragam kan. 


Gak usah lah ngerasa jadi yang paling superior jadi yang paling bener jadi yang paling suci yang lain penuh dosa. Toh diatas langit masih ada langit lagi.

Spektrum kita tuh luas banget loh. Gak cuma melulu hitam dan putih aja

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Oke, cukup orasi dari gw ๐Ÿ˜
Mari bahas film ini.

This is good movie, must and worth to watch. Selain kedalaman moral value yang disampaikan, lagi-lagi gw tidak hanya dihibur melalui ceritanya tetapi juga lewat pemandangan alam, sinematografi dan kemeriahan set film.

Film ini film yang cocok banget buat ditonton satu keluarga pas liburan. Dari anak-anak sampe oma opa bisa nonton film ini karena menurut gw ini filmnya seimbang antara bagian drama yang sedih-sedihan sama bagian lucu-lucunya. Ya gak heran sih film ini dirilis pas libur lebaran ya ๐Ÿ˜Š 

karena ini adalah family movie, maka alur ceritanya gak berbelit-belit.
Ceritanya simpel. Tentang perjuangan Pawan Kumar Chaturvedi (Salman Khan) untuk mulangin anak kecil yang bisu, Shahida (Harshaali Malhotra) dari India ke keluarganya di Pakistan. Dalam perjalanan nekatnya itu, Pawan ketemu sama jurnalis Pakistan Chand Nawab (Nawazuddin Siddiqui) yang tadinya cuma mau ngeliput berita tapi karena tersentuh sama ketulusan Pawan, akhirnya dia bantuin Pawan walaupun jelas-jelas berbahaya buat dia.

Selama gw nonton ini film 2 jam 40an menit (lama ya filmnya ๐Ÿ˜…), gw gak ngerasa bosen sama sekali. Lah iya gimana mau bosen, dari credit awal aja mata gw udah dijejelin pemandangan deretan gunung es sama padang rumput. Kaya di Swiss gitu deh...padahal gw kira Pakistan itu negara yang tandus dan kering. Ternyataaaa, indah!



Secara garis besar, set film ini dibagi 2. Bagian di India dan bagian di Pakistan. Untuk bagian di India, gw disuguhkan dengan scene-scene yang meriah! meriah dari tone warna yang kontras dan ceria. Meriah dari lagu-lagu dan koreografi tarian yang ditampilkan. Set lokasi yang dibikin ditengah pemukiman padat penduduk, adanya perayaan-perayaan a la India dan pemilihan kostum yang warna-warni juga makin menambah kemeriahan film ini. Seneng deh bawaanya udah kaya tiap hari itu malam takbiran aja deh ๐Ÿ˜ Yang nyenengin lagi disini adalah sinematografi dan editingnya gak monoton. Gak cuma nge-shoot gambar dari depan atau ngikutin gerakan si aktor. Ada scene yang diambil a la pake drone gitu. Ada juga yang a la-a la lagi swafoto. Keren deh.



Bagian di India ini juga merepresentasikan agama Hindu sebagai agama mayoritas dinegara tersebut. Keliatan dari dominasi warna-warna merah dan kuning. Sementara untuk bagian di Pakistan lebih didominasi warna-warna hijau mengingat negara ini kan mayoritasnya emang muslim (Sumbernya dari sini dan ini ) Dari pemilihan warna aja udah jelas mengambarkan soal diversity. It's okay to be different kan ? Toh masalah agama itu masalah kepercayaan. Percaya silahkan, enggak percaya ya udah. Gak usah dipaksa: Eh lu kalo muslim kudu begini. Eh lu kristen kok begitu. Eh...ehh... dan eehhh ehhh lainnya ๐Ÿ˜‘ 

Yang penting saling menghormati dan menghargai ibadah masing-masing

Back to movie. Secara keseluruhan scene-scene di Pakistan gak semeriah di India karena emang lokasi yang dipake daerah perbatasan yang sepi dan tandus. Mirip banget sama daerah-daerah middle-east yang berpasir. Tapi mendekati akhir cerita, middle-east berubah jadi scene Eropa! Hamparan padang rumput dengan gembala domba dan kambingnya. Adem bener deh liatnya~

Konflik dalam film ini terjadi dengan adanya bumbu sejarah konflik India-Pakistan yang udah berlangsung lama. Kalo pernah nonton film Veer Zaara (2004) bakal relate juga sama film ini karena sama-sama bawa-bawa sejarah konflik India-Pakistan cuma bedanya Veer Zaara lebih dikemas dengan bumbu romantisme dan perjuangan HAM (hak asasi manusia) lewat pengadilan sementara Bajrangi Bhaijaan dikemas dengan bumbu komedi. FYI, setelah Inggris caw dari tanah Hindustan, orang-orang India sama Pakistan ini bikin negara masing-masing. Tapi terus ada rebutan wilayah yang namanya Kashmir (yang disebut surganya dunia). Nah gara-gara rebutan ini lah akhirnya memicu konflik berkepanjangan antar dua negara ini (Sumbernya dari sini dan ini). Keliatan banget disini gimana susahnya Pawan dan Shahida mau ke Pakistan lewat jalur yang legal mengingat Pawan ini adalah orang yang agamis dan idealis banget. 
Niat baik harus dengan cara yang baik!
Katanya, lebih susah ke Pakistan daripada ke Amerika ๐Ÿ˜†

Komedi disini ditampilkan bukan cuma dari permainan dialog aja. Tapi juga lewat adegan-adegan simple dengan editing dan back sound yang selaras. Yang paling lucu menurut gw adalah pas adegan Chand dan Pawan (dengan Burqanya) yang pura-pura jadi pasangan suami istri yang kawin lari ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† ohiya ada lagi! Pas adegan Chand lagi berusaha mau liputan suasana lebaran di Stasiun! Dia bolak-balik ngulangi liputannya gara-gara banyak orang sliweran depannya. Ternyata susah ya jadi jurnalis itu ๐Ÿ˜€

Lalu puncak konflik dalam Bajrangi Baijaan adalah terjadinya kucing-kucingan dan putar balik fakta yang dilakukan oknum setempat supaya India-Pakistan tetap tegang. Tau lah ya tipikal politik jahat itu gimana, apapun dilakukan demi kepentingan pribadi. Konfliknya gak cuma itu. Ada juga konflik internal dalam diri Pawan. Pertama konflik yang muncul karena dahsyatnya bonding yang tercipta antara Pawan dan Shahida. Kedua karena idealismenya soal agamanya. Menarik nih! Soal idealisme agama ini gw pernah merasakan sendiri. Tau Candi Borobudur ? Gw pernah dikomentarin gini "kamu ngapain jalan-jalan ke tempat ibadah agama lain?" gara-gara pas liburan kuliah gw kesitu, laaaah.... ๐Ÿ˜… kan gw juga ke situ gak pas lagi ada ibadah dan cuma pengen wisata doang. Yakaliiiii...emang ada yang gara-gara ke Borobudur terus tau-tau pindah agama ? KAN ENGGAAAKKKKKKKK, markonaaahhhh ๐Ÿ˜’ Akutu bingung sama orang yang kaya gitu...

Sumbernya dari sini

Bicara soal akting, wah... big applause lah buat Salman Khan, Harshaali Maholtra dan 
Nawazuddin Siddiqui. Mereka nih kunci dari pembangunan emosi dalam film ini. Apalagi Harshaali yang dia cuma ngomong 1 kalimat doang tapi sukses bikin penonton jatuh cinta dengan ke-imutan-nya tapi sekalinya dia nangis bikin penonton berkaca-kaca. Gak heran mereka dapet banyak award dan dinominasikan dimana-mana. Contohnya Nawazuddin Siddiqui menang sebagai Best Actor in Supporting Role untuk Apsari Film Producers Guild Awards tahun 2016, Harshaali Maholtra menang sebagai Best Child Actor untuk Screen Awards tahun 2016.
Sebagai penutup ulasan gw, film ini mengajarkan kita bahwa:

Humanity gak mengenal SARA
Pokoknya gak akan rugi meluangkan waktu 2,5 jam untuk nonton Bajrangi Bhaijaan karena banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita dapet darinya ๐Ÿ˜Š Happy watching~


Rate (1-10): 9/10
Recommendation (yes/no): Yessssss!!! wajib harus pake banget.

Hope you enjoy my review ya! ๐Ÿ˜Š

๐ŸŽฌSalam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Thursday, 25 October 2018

Real Steel/Action-Drama-Family/2011

October 25, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Hugh Jackman
Rate Imdb: 7,1/10

Comment: 

Real Steel...Baja Beneran Hahahah ๐Ÿ˜† Hoahmm ๐Ÿ˜ช Duh gw tuh bingung gimana mau ngebahas film ini. 
Ini salah satu film yang susah gw bahas karena sejak awal gw udah gak minat nonton ini. Asli ini ngebosenin banget ๐Ÿ˜‘ Tapi gw heran kok banyak yang bilang bagus ya ?

Ini gwnya yang emang gak pay attention ke film ini pas nonton apa emang film ini bukan selera gw ya ? Yeah idk.

Mungkin kalo lu doyan sama robot-robotan, you gonna love this film.
Atau lu sedang mencari film yang bisa ditonton bareng sama anak-anak (apalagi cowok) yang masih usia TK-SD gitu, film ini bisa jadi pilihan lu dan bikin anak-anak terpesona~ kupada pandangan pertama~ ๐ŸŽถ

But for me? Big No.
Kalo film robot-robotan I still prefer Transformers (1-3 only, 4th is ๐Ÿ‘Ž)

Sebagai gambaran, ini film tentang seorang ayah, Charlie Kenton (Hugh Jackman) penggila robo-boxing (main tinju pake robot) yang gak bertanggung jawab sama anaknya yang belasana tahun kemudian si anak Max Kenton (Dakota Goyo) dipaksa untuk spending summer holiday sama si Charlie. Terus mereka berdua yang tadinya saling benci jadi saling membutuhkan karena sebuah pertandingan robo-boxing.

Yah...dari ringkasan cerita diatas aja udah kebayang gimana-gimananya.
Ayah yang troublemaker. Anak yang sok bijaksana. Anak menyadarkan si Ayah. Robot bertarung. Lalu menang. Hore. Udah cuma gitu. Klise.

Bener ya kata review-review Imbd yang kasih rate jelek film ini: PREDICTABLE FILM.
Bahkan gw (yang suka loading) udah menduga alur ceritanya bakal gimana dan akhirnya gimana sejak awal film. It was seriously boring. Udah hoaam...hoamm mulu dah gw selama nonton film ini. Itu juga gw paksain nonton biar si aa gak ngoceh mulu soal Real Steel yang katanya bagus yang katanya lebih epic dari Transformer. Nah ๐Ÿ˜‘
Sumbernya dari sini
Maap ya, gw jadi kubu oposisi dulu sekarang.
Alur cerita yang flat. Gak ada emosi apapun yang gw rasain difilm ini. Sedih enggak. Seneng enggak. Seru enggak. Lucu enggak. Tegang apalagi. ๐Ÿ˜

Yang paling bikin gw makin males sama film ini adalah si Max. Kaya gak realistic aja.
Dialog-dialognya tuh yampun sok orang gede banget  padahal dia baru 11 tahun seumuran Nobita ๐Ÿ˜…
Gw suka geuleuh aja sama anak kecil/remaja yang sotoy dikira idup itu cuma sebatas susahnya PR matematika aja 
Gw masih inget aja ada dialognya yang bikin gw ngoceh:
"Yampun anak kecil kamu tau apa tentang kehidupan yang kejam ini?! Baru 11 tahun aja udah jumawa kau"
Gak masuk akal lagi adalah, dia yang ngutak-atik robot. Yang masang ini itu ke si robot. Seriously?! 11 tahun udah bisa bogkar pasang robot ?
Ada lagi. Masa anak sekutil gitu kuat ngangkat robot gede (yang di gambar pertama) dari bawah lembah keatas lembah seorang diri pas malem-malem dan hujan deras? Situ Limbad apa gimana dah ? ๐Ÿ˜’

Sumbernya dari sini
Padahal difilm ini ada Bailey Tallet (Evangeline Lilly) yang bisa otak atik robot. Tapi justru dia diposisikan sebagai supporting mental system nya si Charlie doang. Hmmmm ๐Ÿ˜’

Coba aja kalo akhir filmnya dibuat begini: "Charlie dan Max udah punya bonding sebagai ayah-anak lalu karena keputusan pengadilan mereka harus terpisah" supaya rada-rada dramatis gitu. Tapi sayangnya enggak tuh ๐Ÿ˜‘ gw lebih ngeliat Chalie dan Max itu kaya pelatih sama atletnya aja. 

Atau diselipin scene Farra Lemkova (Olga Fonda) main curang ke si robotnya Charlie sebelum pertandingan. Misal dipretelin kek atau dibuang ke jurang atau digiles mesin. Kan jadi lebih greget ya. Lah ini mah ya lempeng-lempeng bae ๐Ÿ˜ Gw jadi mempertanyakan sebenernya difilm ini ada bener-bener villain nya gak sih ? 

Ada sih villain yang ngeroyok si Charlie sampe terkapar terus ngambil duitnya. Terus ya udah aja gitu keesokan harinya Charlie sudah sehat walafiat ๐Ÿ˜ coba misal dibikin Charlienya kaga bisa jalan atau masuk rumah sakit jadi si Max yang harus bertanding nemenin si Robot. Terus Charlie muncul pas si robot udah menang dan memandang Max dengan bangga. Kan rada keren gitu ya

Mbok dibikin ada kejutan gitu loh... Hambar pisan lah ini film ketebak semua.

Tadi sempet baca di Twitter, banyak yang ngarep film ini dibikin sekuel.

Me:
Sumbernya dari sini
Tapi gw ini oposisi yang baik kok. Kalo ada yang bagus ya bakal gw sebutin kok.
Untungnya ya...untungnyaaaa... Hugh Jackman-nya ngganteng ๐Ÿ˜dan gak setua pas jadi Wolverine hihi.
Selain itu teknik tinjunya juga ya boleh lah~

Kalo dirangkum dari pengamatan gw dan baca review Imdb,
Ini adalah film Robot-Rocky Bilboa yang membosankan


Sorry to say Hun, rekomendasi film aa yang ini ๐Ÿ‘Ž

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): No

๐ŸŽฌSalam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Sunday, 21 October 2018

No Escape/Action-Thriller/2015

October 21, 2018 2 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Owen Wilson, Pierce Brosnan
Rate Imdb: 6,8/10

Comment:

Berdasarkan pengalaman gw nonton film yang durasinya 1 jam 43 menit, hampir 1 jam gw dibikin berdebar udah kaya lagi naik roller coaster Jungle Land ๐Ÿ˜จ Tapi sayangnya lonjakan adrenalin ini sumbernya bukan dari alur cerita film yang gak terduga kaya di Drishyam, tapi karena kengerian dan kebrutalan sekelompok masa yang mindlessly.

Sumbernya dari sini
Berlatar di salah satu negara asia tenggara yang berbatasan langsung sama Vietnam, film ini bercerita tentang perjuangan keluarga Jack Dawyer (Owen Wilson) yang baru pindah ke negara tersebut karena penugasan dari perusahaan. Belum ada 2 hari, keluarga dengan 2 orang putri kecil ini harus menghadapi situasi antara hidup dan mati karena pemberontakan penduduk sekitar. Selama masa escape ini, keluarga Jack diselamatkan oleh agen rahasia Inggris, Hammond (Pierce Brosnan) yang mengklaim kalo ini adalah sebagai akibat ulahnya.

I didn't have any expectation about this film before dan bahkan gak tau cast-nya siapa. Cuma diceritain ini film tentang sekeluarga Amerika yang mau kabur dari sebuah negara asia tenggara pas ada konflik. 

Hmmm...oke.

Seperti sudah terbayang ya bakal gimana alurnya. Awal-awal pasti perkenalan tokoh dan latar belakang konflik. Dilanjut dengan scene dor-dor tembak menembak lalu diakhiri dengan "yeay selamat dari konflik. Hidup bahagia selamanya". Ya hampir sebagian bener sesuai dugaan gw. But, unfortunately... latar belakang konfliknya terlalu dangkal buat gw ๐Ÿ˜ฉ. Lagi-lagi cuma berdasarkan tuturan seseorang tanpa adanya visualiasasi. Mirip sama Skyscraper. Tapi yang bikin beda adalah intensitas dan ketegangan yang diciptakan difilm ini lebih bagus dan bikin gw gak mau melewatkan 1 adeganpun.

Selain itu, banyak hal yang mengganggu gw. Berasa kurang teliti aja gitu. Pertama, pemberontakan udah  berlangsung cukup masif dan meluas tapi gak ada militer yang turun tangan ? cuma Polisi-Polisi yang dipukul mundur pemberontak discene awal. Weird. Ditambah para pemberontak yang mostly adalah penduduk sipil masa punya TANK BAJA?! ๐Ÿ˜ฑ at this point, gw mengira ada kudeta dinegara tersebut dan manfaatin kelompok radikal untuk mengkambinghitamkan para bule itu. But no.  I was wrong.

Sumbernya dari sini
Kedua, pas masuk border line Vietnam masa para penjaganya ngomong pake bahasa Inggris ? ๐Ÿ˜ฅ Hmmm mungkin emang sengaja untuk mengecoh penonton sih ya. Ketiga, endingnya terasa maksa. Keempat, agak kurang logis sih gedung Kedutaan Amerika pagernya kaya pager rumah biasa ๐Ÿ˜ฉ dan dengan gampangnya di-take down. Coba liat Kedubes Amerika di Jl. Medan Merdeka Selatan. Setau gw pagernya aja tinggi banget, dilapisin penutup item-item (apa sih namanya tuh?) dengan security guard tinggi. 

US Embassy di Jakarta (sumbernya dari sini)
US Embassy di film ๐Ÿ˜“
Oiya. Ada lagi. Etapi buat sebagian orang bisa jadi nilai plus film ini sih: adegan tembak-tembakannya. Ngeri! ๐Ÿ˜ฑ

Tenang...ada hal yang menurut gw bagus disini. Keterkaitan film ini dengan fakta kondisi kebanyakan negara asia tenggara dan jokes-nya Jack yang sedikit tapi efektif. FYI pas Jack muncul then I noticed hidungnya ๐Ÿ˜€"ah! ini yang main di Night at The Museum, yang jadi koboi itu". Soal akting dan dialog-dialog yang muncul disini gak too much. Bener-bener menggambarkan kondisi orang biasa (not super human like Dwayne did ๐Ÿ˜) yang gak selalu kuat dan situasi genting. 

Best scene: nope. Gak ada keindahan yang kurasakan disini ๐Ÿ˜ฉ

Rate (1-10): 7/10
Recommendation (yes/no): yes tapi jangan berharap lebih.

Monday, 15 October 2018

The Grey/Drama-Action/2011

October 15, 2018 0 Comments


Nemu dari sini . Btw serem amat ya poster filmnya berasa lagi diliatin mulu

Main cast: Liam Neeson
Rate Imdb: 6,8/10

Comment:
“Dek nonton The Grey ya” // “castnya siapa?” // “Liam Neeson, itu yang main di Taken” // “ya baiklah” Segampang itu ya gw meng-acc proposal film dari si aa. Asalkan udah pernah liat film lain yang sebelum-sebelumnya ada si actor tersebut pasti deh gw langsung tertarik walaupun gw gak tau synopsis sama trailer itu film kek mana. Sebelumnya si aa udah ngewarning sih ini film ada dramanya tapi gw keukeuh mau nonton dengan keyakinan ini-ada-Liam-Neeson-gak-akan-sedrama-itu. Karena kalo liat dari film-filmnya Liam kaya Taken 1, Taken 2, The Commuter dan The A-Team semuanya film action walaupun ada beberapa yang ada dramanya tapi tetep action yang menonjol disitu ya ibarat kata dia ini sejenis super human kaya Dwayne Johnson, Silvester Stallone atau Berry Prima hahaha tipe jagoan nu hese paeh na hahaha ๐Ÿ˜ 

dari sini

dari sini

Dan jeng…jeng…Awal film gw udah  dibikin hoahmmmm…๐Ÿ˜ช tapi gw masih tetap dengan keyakinan gw, “paling awal doang ngebosenin gini” hahaha ternyata, keyakinanku akhirnya terpatahkan. Ini unsur dramanya mbosenin sampe akhir dan bikin “apaan sih ni film”. Hmmm apa ya, terlalu filosofis mungkin (?) I don’t like it dan pada beberapa bagian dialognya terlalu puitis. Terlalu berat buat otak gw yang jarang dipake mikir wkwkwk Sepanjang film gue yakin in the end of the film, dia selamat. Ternyata bikin gw “dih kok gitu sih akhirnya”. doeng. ๐Ÿ˜ฎ Sisi actionnya kurang greget sih kata gw mah. Cuma berantem bentar sama seseorang dan sisanya survival sama kawanan Srigala. Dan yang biking gw geli juga adalah serigala disini somehow berasa mereka ini palsu. Ntah karena mata gw yang terlalu sering dimanjakan CGInya MCU yang ok atau karena film yang gw tonton kualitasnya bukan HD atau memang karena ditahun itu CGInya belum secanggih sekarang. Tapi tenang, it much better than naga-nagaan sinetron Indosiar kok ๐Ÿ˜Š

Suasana mencekam creepy spooky similikiti dengan latar tempat di hutan cemara ditengah hamparan salju (dan badai) antah berantah di Antartika sana dengan kawanan srigala yang berkeliaran bebas bikin gue beberapa hari ngerasa takut dan gloomy at the same time. Kalo kata si aa mah “justru film yang bagus itu kalo menyisakan kesan setelah nonton. Ya kaya adek yang takut (liat gunung, salju, cemara)”. 

dari sini

Ini film beneran emang lebih condong ke drama sih. Bikin perasaan putus asa dan kaya diaduk-aduk gak jelas sekaligus. Sampe akhir film gw tetep gak paham sama ini film sebenernya mau gimana. Cerita perjuangan idupnya si Liam ya gak juga. Cerita survival dari kecelakaan pesawat ya gak juga. Cerita survival dari srigala gak juga. Bingung akutu. Tapi kalo menilik dari judulnya “the Grey” mungkin ini film emang mau bikin penonton jadi abu-abu dan nggantung gak puguh heheh yang jelas It's all about human desperationHMMMM ๐Ÿ˜ atau emang otak gwnya yang gak nyampe ya wkwkwk. 


dari sini MIKIR WOY MIKIR ๐Ÿ˜“

 Selain CGI yang wkwkw, penggambaran tokohnya yang ngambang dan bikin gw bingung “ni orang sape sih? ni orang kenapa ya?” (terlalu Liamsentris banget deh) dan ke-gloomy-an dalam film ini, gw ngerasa film ini kok rada gak logic ya ๐Ÿ˜’ Ada scene dimana para survivor tinggal 1 atau 2 mil sampe ke tempat yang ada manusianya *cmiiw gw gak berani nonton ulang* tinggal nyusurin sungai. Etapi kok tiba-tiba ada survivor yang nyerah. Tinggal dikit lagi loh mas'e ๐Ÿ˜”setelah mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถkok nyerahnya sekarang ? Ada lagi. Ada scene 1 survivor kejebur ke sungai terus ntah gimana caranya kakinya masuk diantara batuan dan berakhir tenggelam. Lah itu gimana ceritanya kaki bisa masuk tapi gak bisa keluar ๐Ÿ˜‘ada lagi nih. Pas si survivor kejebur, mau diselamatin Liam. Tapi gak selamat kan ? Udah bergulat sama air sungai si Liam nangis guling-guling sambil meraung-raung memohon sama Tuhan. apa yak gak kedinginan ? hipotermia? Alaska loh...terus kejebur sungai....super sekali yaaa. Seenggaknya bibir gemeteran kek ya, Ada lagiiiiiii yang bikin alis gw mengkerut. Ada scene pas 1 survivor loncat dari atas tebing puluhan meter ke atas pohon cemara untuk bikin jembatan tali. Amazingly, ybs tidak terluka ๐Ÿ˜ฑ padahal nubruk pohon woy tanpa pake pelindung kepala dll

dari sini

Soal aktingnya om Liam ini yaudah lah ya udah tau, tua-tua keladi. Makin tua makin jadi. Dia bisa keliatan super menyedihkan tapi bisa langsung jadi jagoan gagah apalagi ditambah suaranya yang bikin makin macho hahah. Oiya, FYI gw nulis review ini Cuma berdasarkan ingatan gw nonton film ini di awal Oktober. Gw gak berani nonton ulang dan gak mau juga heheh. So sorry ya kalo banyak yang miss.
Pesan terkuat dari film ini: Makan - Dimakan ๐Ÿด

Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): yes kalo lu olang mau dibikin beneran ‘abu-abu’ sekelabu hamparan hutan cemara ditengah badai salju kutub utara.

Friday, 12 October 2018

Skyscraper/Action/2018

October 12, 2018 0 Comments


nemu dari sini
Main cast: Dwayne Johnson
Rate Imdb: 5,9/10

Comment:
Tertarik nonton film ini karena banyaknya meme yang sliwran di sosmed gw soal ‘lompatan’ the Rock difilm ini. Boleh lah cek disini kalo belum liat kek mana memenya  ada yang sampe bikin perhitungan matematisnya btw wkwkw kan jadi penasaran sebenernya kaya apa sih lompatannya itu. 

contoh meme nya. Nemu dari sini
Selain itu karena the rock is big star-nya action movie, berasa must watch film aja gitu kalo ada dianya. Padahal mah ya udah ketebak kan ya, Dwayne Johnson ini hampir selalu jadi jagoan yang hese paeh alias die hard. Tapi tetep aja pengen nonton hahaha. Oiya, gw tertarik juga karena Dwayne Johnson sempet diwawancarain sama Deddy Corbuzier, silahkan cari di Youtube, kan keren gimana gitu ya orang Indonesia bisa wawancarain actor sekelas Dwayne Johnson loh! 

Tapi gw tidak menyangka kalo ini film sedangkal ini. Penonton kecewe huuuu….๐Ÿ˜•๐Ÿ˜๐Ÿ˜’Gw cukup gusar dengan latar belakang konflik di film ini yang “yampun gara-gara gini doang?”. Dasar penonton, enak aja komentar yeee disuruh bikin sendiri mana bisa wkwkwkw. Abisnya ya gw kirain ini film ceritanya tentang balas dendam salah satu anggota unit FBI ke ex-ketua unit tersebut, Will Sawyer (Dwayne Johnson) dengan cara memanfaatkan keluarganya. Etapi ternyata ini cuma gara-gara “ada yang malak” ๐Ÿ˜ž hahaha. Agak kurang masuk akal sih buat kita, masa pengusaha konglomerat crazy rich Asian yang mampu bikin gedong canggih yang lebih tinggi dari Burj Khalifa di UEA gak punya ‘back up’ keamanan di lapangan? Masa gak punya relasi sama mafia kelas kakap? atau bodyguard kelas tenggiri gitu ? yakaleeee ๐Ÿ™ˆ

Selain adegan lompatan yang cukup mengegerkan dunia per-meme-an dan cerita dipalak, ada beberapa bagian yang menganggu mata dan mulut ini sehingga daku gak tahan pengen komentarin. Salah satu penjahat cewek, Xia (Hannah Quinlivan) yang bikin gw langsung teringat dengan mbak Yuni Shara, kok kayaknya kurang badass gitu loh padahal mukanya udah 'sok' dijahat-jahatin. 

Gak keliatan kalo dia ini penjahat berdarah dingin tapi malah kaya bini lagi ngambek gara-gara gak dikasih jatah  ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™Š
Dari sini nih . Pengen gw colok matanya saking seremnya wkwkw
Hal lainnya adalah pada saat itu Gedung kebakaran, hebat, pak Polisi setempat dan Ispector Wu (Byron Mann) gak langsung datengin TKP. Malah doi kaya cuma memantau disebrang sungai depan gedungnya gitu. Ohya! Anehnya lagi, ini film kan cerita soal kebakaran gedung tapi sama sekali gak ada pemadam kebakaran atau ambulance atau polisi yang wara-wiri disekitar gedung memberi pengamanan prefentif. Kan siapa tau ya ini gedung roboh terus nibanin gedung sekitar. Malah kebanyakan ngeshoot kerumunan orang yang 'nonton' sambil ngerekam pake hp. Sekali boleh lah, eh ini mah ada kali 2 sampe 3x. zzzzz Sungguh waw ๐Ÿ˜ฎ Selain itu, Inspector Wu kaya setor muka doang. Megang pistol tapi gak ngalahin si Xia. Aksinya kurang pak Polisi! We need dor dor dor scene tauk ๐Ÿ˜’ Berasa ada dan tiadanya dia gak akan ngaruh ke film ini.

memandangmu~ walau selalu~ ๐ŸŽถ
Hal yang sangat gue sayangkan disini juga adalah kurang kuatnya penggambaran latar belakang konfliknya. Cerita soal dipalak itu, kita dapet cuma dari ceritanya Mr. Zhao doang. Seenggaknya kasih liat gitu adegan malak-dipalaknya biar makin greget yekan . Yah kalo kita sebagai penonton ditipu sama tu orang juga percaya-percaya aja orang gak ada gambaran visualnya. Say no to hoax wkwk 

ada gambar ada video aja bisa bikin hoax apalagi yang gak ada kan ya ? 

astaga gw ngelantur wkwkw ya intinya gitu dah ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, kurang nampol aja penggambaran ceritanya.  Cuma ya untungnya ketolong sama adegan-adegan actionnya om the Rock yang dengan kepinteran dan kekuatannya itu bisa cukup menghibur penoton rewel kaya gw yang dikasih film rumit komentar dikasih film enteng komentar juga. Maklum lah ya, emak-emak.

Setelah gw baca review di Imdb, ternyata banyak juga yang ngerasa kaya gw. Kebanyakan sih ngerasa ini film cuma The Rock vs The Building karena minimnya penggambaran penjahat-penjahatnya. Yah no wonder ini film cuma dapet 5,9.

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): No. masih banyak film action yang lebih bagus dari ini