Follow Us @soratemplates

Showing posts with label Review Film. Show all posts
Showing posts with label Review Film. Show all posts

Thursday, 29 November 2018

Dunkirk/Action-Drama-History/2017

November 29, 2018 2 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Fionn Whitehead, Aneurin Barnard, Tom Hardy, Harry Style dll.
Rate Imdb: 7,9/10
Director: Christopher Nolan
Movie Ratings Guide: PG-13
Comment:

They need to send more ships. Every hour, the enemy pushes closer
--Captain Winnant--
Dunkirk provide me a 1 hrs 42 mins of never ending tension and teach us that "there was a glimmer of hope in the midst of despair". Sebuah film yang membagi dua kubu penonton: (eeeh bukan ceb*ng dan kam*ret yaaa) penonton yang suka bangetttt atau enggak bangeet. Kalo dari cerita menurut gw biasa aja malah cenderung membingungkan kalo gak pay attention on the detail, cuma kalo dari segi teknis...bagus banget!

🌻🌻🌻🌻🌻

Pada pembukaan gw udah bilang kan kalo Dunkirk ini ekstrim banget sampe bikin orang suka banget atau gak suka banget. Kenapa karena ini adalah film dengan penampilan berbeda yang pernah gw tonton. Ini film sejarah tapi kemasannya out of the box. Oooo jelas, pak Christoper Nolan yang nge-direct πŸ‘ ingat film Interstellar ? Nah itu salah satu garapan beliau. Udah kebayang kan kira-kira Dunkirk ini gimana ? 

Mirip dengan Interstellar yang baru gw akui kualitasnya setelah 3x nonton. Dunkik baru bisa gw bilang bagus setelah 2x nonton dan baca sejarah aslinya gimana. Pada saat pertama kali nonton, gw bingung hampir setengah jalannya film. INI FILM MAUNYA GIMANAAAA SIHHHH?! πŸ˜‘ otak gw rasanya kaga nyampe menjangkau kecerdasan pak Nolan. Ntar cerita prajurit-prajurit darat. Ntar cerita bapak-bapak berlayar. Ntar cerita 3 pilot pesawat tempur 😡 yang keliatannya gak berhubungan. Tapi setelah gw baca sejarahnya Dunkirk dan re-watch lagi barulah gw paham maksud dan tujuannya pak Nolan mau gimana.


Dunkirk menceritakan proses penyelamatan ratusan ribu tentara Inggirs dan Perancis yang terdesak oleh pasukan musuh di pantai Dunkirk, Perancis tahun 1940 (Perang Dunia ke-2). Para tentara tersebut harus segera dievakuasi dengan cara menyebrang ke Inggris. Masalah muncul ketika kapal perang untuk evakuasi terus-terusan diserang pihak Jerman lewat serangan udara dan laut. Nasib para tentara diujung tanduk. Antara hidup dan mati. Lalu keajaiban muncul dengan adanya ratusan kapal-kapal penduduk yang dengan sukarela berlayar dari Inggris ke Dunkirk untuk membantu proses evakuasi. 

Secara garis besar, ini bukan film tentang kisah heroik seorang prajurit. Jadi gak perlu capek-capek nginget-nginget nama-nama karakternya πŸ˜‹ Ini film visualisasi salah satu sejarah perang dunia ke-2 lewat 3 sudut pandang yaitu : di darat, di laut dan di udara dengan 3 durasi waktu berbeda, 1 minggu untuk bagian di darat, 1 hari untuk bagian di laut dan 1 jam untuk bagian di udara. Ketiganya ditampilkan lewat editing yang yahud secara bergantian dan saling bersinggungan untuk membangun alur cerita. Keren banget sih ini idenya. Gak heran Dunkirk banyak menang di berbagai awards untuk kategori best editing, sinematografi, efek suara dan directing.
Gampangnya Dunkik adalah materi pelajaran sejarah tentang perang dunia ke-2 yang ditranskripsi ke media audiovisual

Karena fokus utama film ini bukan seorang karakter, makanya disini gak ada pengembangan karakter. Ada sih subplot survival beberapa prajurit yang berusaha selamat dari serangan-serangan musuh di laut. Tapi tetep aja gak ada satu pun karakter yang didapuk untuk membangun emosi penonton karena balik lagi, emosi dan suasana disini emang mau dibangun lewat keseluruhan bagian film terutama musik. Padahal sayang banget disini ada Tom Hardy loh.

Seperti biasa, gw suka banding-bandingin film πŸ˜†
Awal-awal nonton dan denger efek suara di Dunkirk, (sebelumnya gw gak tau siapa director-nya) gw udah menduga ini pasti director yang sama di film Interstellar karena musik dan efek suara keduanya mirip. Kemiripan lainnya adalah ini film sama-sama bikin puyeng kalo cuma sekali nonton. Interstellar puyeng karena istilah yang dipake berat, sementara ini puyeng karena pake 3 sudut pandang.

Kemudian gw membandingkan Dunkirk dengan Pearl Harbor(2001) yang sama-sama berlatar perang dunia ke-2 era 1940an dan bergenre action-drama-history. Kalo bandingin dari segi teknis, jelas Dunkirk diatas angin. Kalo dari segi cerita dan pengembangan karakter, Pearl Harbor is better, cuma bumbu cinta segitiganya kebanyakan πŸ˜’ Bagian action (perang) di Pearl Harbor juga lebih greget karena lebih fokus pada satu bagian: bombing, beda dengan Dunkirk yang actionnya emang banyak tapi kaya kurang garem dikit gitu hihi lah iya jelas, pan ceritanya pihak Inggris-Perancis udah gak berdaya gak bisa balik nyerang lagi. Apalagi kalo dibandingin sama bagian perang-perangan di film Saving Private Ryan (1998) beuhhhh~ jauh. Saving Private Ryan lebih rame, brutal dan berdarah-darah parah (banget) sampe gw mual liatnya 😱


🌻🌻🌻🌻🌻

As final conclusion,
Dunkirk adalah salah satu film dengan visualiasasi dan editing terbaik. 
Ini bukan tentang seseorang. Ini tentang serangkaian peristiwa sejarah. 

Rate (1-10): 7,5/10
Recommendation (yes/no): Yes

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Thursday, 22 November 2018

Ocean's Eight/Action-Comedy-Crime/2018

November 22, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main Cast: Sandra Bullock, Cate Blanchett, Anne Hathaway, Sarah Paulson, Helena Bonham Carter, Rihanna, Mindi Kaling, Awkwafina (waaahh banyak yaaa πŸ˜…)Rate Imdb: 6,2/10
Director: Gary Ross
Movie Ratings: PG-13

Comment:

If you're going to have a problem with stealing, then you're not going to like the rest of this conversation
--Debbie Ocean--

Shaaap bu Debbie πŸ‘

Jadi kalo berharap film Ocean's Eight adalah film action versi cewek-cewek cakep tinggi semampai a la model-model Victoria Secret yang banyak adegan kelahi sana-sini sama penjahat berbadan Ade Rai... you better prepare for the disappointment yaaaa πŸ˜† Tapiiii... kalo kalian suka film dengan sentuhan fashion kelas atas, you'll love Ocean's Eight

🌻🌻🌻🌻🌻

Bicara soal Ocean's Eight, gw baru ngeh setelah 2x nonton ternyata film ini adalah salah satu franchise dari Ocean's Eleven, Twelve, Thirteen... but unfortunately gw belum pernah nonton film Ocean-Ocean lainnya jadi pada beberapa bagian film ini gw kaga nyambung. So better nonton film Ocean yang lainnya dulu biar paham dan biar tau betapa berbedanya atau sama persis nya film ini dengan pendahulunya. Sama aja kalo lu tiba-tiba nonton Infinity Wars tanpa ngikutin seri Marvel yang lainnya πŸ˜† bakal roaming!

Dilihat dari jargon yang dijual film ini lewat posternya "The plan is priceless" harusnya sih kita sebagai penonton udah kebayang ini film tentang sebuah rencana brilliant yang direncanakan oleh the experts 😁 rencana apakah ini ? Penculikan Presiden kah ? atau Teror bom ? atau pembunuhan mafia kelas kakap ? 

❎❎❎❎ SALAH SEMUA!!!

Ini tentang rencana pencurian kalung paling berharga milik Cartier (ini nama toko perhiasan BTW) yang direncanakan selama 5 tahun lamanya oleh Deborah/Debbie Ocean (Sandra Bullock), adik dari Danny Ocean (George Clooney) pas dia dipenjara. Untuk meluluskan rencananya dia dan partnernya, Lou (Cate Blanchett), mereka ngajak 6 cewek lain untuk kerja sama. Ada Nine Ball (Rihanna) sebagai hacker, Tammy (Sarah Paulson) sebagai penadah dan distributor, Amita (Mindi Kaling) sebagai ahli berlian, Constance (Awkwafina) sebagai ahli nyopet (?) dan Rose Weil (Helena Bonham Carte) sebagai designer baju yang akan dipake oleh Dephne Kluger (Anne Hathaway) untuk menghadiri acara The Met Gala, salah satu acara pesta paling bergengsi yang bertabur artis dan fashion designer papan wahid. Nah pada malam Met Gala inilah mereka mau nyolongnya. Eh nyolong bukan sekedar nyolong yaaaa...nyolong yang elegan loh yaaa karena kan udah mah perhiasannya yang muahaaalll banget harganya ditambah lokasinya didalam museum dengan banyak benda-benda seni yang tentu aja punya high security system πŸ˜† Debbie ternyat diam-diam gak cuma mau nyolong kalungnya Cartier aja, doski punya hidden agenda untuk ex-bf nya Claude Becker (Richard Armitage). Enough with the synopsis ah nanti gak seru 😁

Kalo liat cast lengkapnya, film ini bertabur cameo tokoh kelas atas. Beberapa yang gw kenali adalah Dakota Fanning, Serena Williams, Kim Kadarshian West, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Anna Wintour dan Heidi Klum. Yaiyalah wong ceritanya kan tentang pencurian perhiasan di The Met Gala. Biar lebih menjiwai kali ya jadi pake cameo artezzzz beneran haha

Pasti tau kan tau dong Met Gala itu apa ? Sebuah acara  penggalangan dana untuk kepentingan Metropolitan Museum of Arts's Costume Institute di New York yang di-organize Anna Wintour dari American Vogue. Ini bukan sembarang acara amal. Ini acara pesta bergengsi bertabur bintang dan designer papan atas. Gimana gak bergengsi coba, harga tiketnya aja udah $30.000 dan harga per mejanya adalah $275.000 😱 eeeiitttsss...biar kata lu punya duit segitu banyak, gak semua orang bisa masuk loh. INVITATION ONLY! hahaha (Sumber: wiki/Met_Gala dan nytimes.com )

Salah satu memenya Rihana diacara Met Gala tahun 2017 (eh apa 2016 ya?) Bajunya udah macem telor dadar nih 🍳(Sumbernya dari sini)
Enough with The Met Ball. 
Mari kita bahas seputar film aja.

Keliatan dari anggota komplotan yang semuanya wanita dan salah satu cuplikan percakapan Debbie dan Lou  pas lagi nyeleksi komplotannya, this film is all about gender equality, bahwa yang jadi penjahat bengis gak cuma cowok aja tapi cewek juga bisa. Bahwa cewek juga bisa secerdik cowok. Bahwa cewek itu kuat. Bla bla bla πŸ˜„ 


Menurut studioantelope.com ada 5 jenis konflik dalam film yaitu: 
  1. Manusia vs Alam
  2. Manusia vs Dirinya sendiri
  3. Manusia vs Manusia 
  4. Manusia vs Masyarakat
  5. Manusia vs Supranatural

Berdasarkan klasifikasi diatas, gw ngerasa Ocean's Eight ini abu-abu konfliknya. Masih kurang jelas dan kurang kuat. Ini film action tapi gak ada berantem-beranteman sama sekali. Cuma permainan taktik dan rencana aja yang semuanya hampir berjalan mulus lancar jaya. Paling ada yaaa konflik-konflik (no.3) yang sifatnya minor yang bisa segera teratasi. Untungnya, ketutup sama editing, tone, musik, set lokasi, baju dan sinematografi yang cantik nan glamour. Jadi ya gw betah-betah aja nontonnya 😁 tapi si aa nontonnya udah sambil main Hp wkwk. Gaya-gaya Ocean's Eight nih mirip buangeettt sama The Devil Wears Prada (6,9/10) dan dikombinasikan dengan taktik pencurian yang matang kaya The Italian Job (7,0/10). Kalo suruh ngurutin dari 3 film itu, Ocean's Eight in bottom dari segi cerita tapi kalo dari editing Ocean's Eight in top.

Lanjuuttt,
ngomong-ngomong soal alur dan irama film, standar aja sih scene-scene awal untuk pengenalan masing-masing tokoh terus lanjut konflik dan resolusi. Sesuai sama target ratingnya yang PG-13 jadi kayaknya Gary Ross sebagai Director mau main aman aja. Film yang simpel dan minim adegan kekerasan. Cumaaaa...gw ngerasa pada beberapa bagian ada yang bolong, "kok tau-tau begini? lah kok bisa begitu" πŸ˜… sehingga kubingung sendiri. 

Urusan akting, gw suka banget sama Anne Hathaway dan Helena Bonham Carter. Cuma mereka doang yang mencuri perhatian gw karena ekspresinya yang sungguh beneran bikin gw mikir kalo Daphne adalah brainless actress yang gampang dikomporin dan Rose adalah orang yang kaku dan kuno. Lainnya B aja. Hal lain yang gw sayangkan dari Ocean's Eight adalah karakter sama hubungan antarkarakternya kurang dikembangin. Jadi ya gw tidak merasakan apapun dengan ngeliat 8 cewek itu (mungkin dikecualikan untuk Dephne dan Rose yang bikin gw sesekali ketawa). 

Intermezzo. Menurut gw nih ya, akting yang bagus dari aktor/aktris adalah ketika gw juga bisa merasakan emosi dari apa yang mau dia tunjukin. Misal kaya aktingnya Tom Hiddleston sebagai Loki di Avanger tuh...kan dia jahat ya, nah ketika gw sebel sama si Loki brati aktingnya si Tom berhasil.

🌻🌻🌻🌻🌻

As my final conclusion,
Ocean's Eight tak ubahnya adalah film dengan sederet artis papan atas bertema pencurian dengan kesan glamour yang minim konflik

🌻🌻🌻🌻🌻

Rate (1-10): 6/10
Recommendation (yes/no): Yes. Abis cakep editingnya 😁

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Wednesday, 14 November 2018

The Meg/Action-Horror-SciFi/2018

November 14, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Jason Statham, Li BingBing
Rate Imdb: 5,8/10
Director: Jon Turteltaub 
Movie Ratings Guide: PG-13

Comment: 

Gagal dieksekusi karena nanggung :"))))
Kalo liat dari trailernya kok ya kaya seru serem-serem gimana gitu: film tentang hiu yang menimbulkan teror salah satunya lagi gigit kaca akuarium raksasa didepan bocah kecil. Istilahnya Jaws versi 2018 lah. Apalagi yang main Jason Statham. Kebayang gak tuh gimana ramenya hiu ukuran super jumbo lawan Jason si jagoan yang cool dengan badan berototnya. Cuma sayang banget, penonton dengan ekspektasi kaya gw harus gigit jari.

Ceritanya basic, human vs nature  (selalu ketebak lah ya pasti manusia yang akan menang kan ya? ) Jonas Taylor (Jason Statham) seorang mantan rescue team yang kehilangan karir dan keluarganya karena dianggap ngawur soal serangan hewan raksasa yang nyerang sebuah kapal selam militer beberapa tahun lalu tapi kemudian dia malah kembali dimintai tolong untuk menyelamatkan mantan istrinya yang terjebak didasar terdalam palung Mariana dalam sebuah misi penelitian yang digagas oleh Zhang Ocean sebuah lembaga penelitian kelas dunia milik Mr. Zhang (Winston Chao) dan anaknya yang seorang marine biologist, Suyin (Li BingBing). Namun ternyata misi tersebut malah memancing hiu prasejarah keluar dari sarangnya yang sebelumnya terisolasi lapisan termoklin. 

IMHO, Gw sebenernya udah rada curiga ini filmnya bakal gimana gitu pas tau The Meg yang dibikin sama Warner Bros ini ada kerja sama China. Mengingat gw masih kecewa sama Skyscrapper yang begitu doang :")))))) tapi The Meg gak jelek-jelek amat sih tapi ya gak bagus-bagus juga. Standar aja. Cuma gw agak menyayangkan kalo ceritanya bakal se-cringe ini. Terlalu banyak yang gak logic-nya hehe. Dari ceritanya sih gw emang gak ngarep banyak, udah tau lah ya bakalan hiu yang kalah kalo emang The Meg ini patuh pada pattern film hiu-hiu-an yang udah ada sebelumnya kaya Jaws dan Deep Blue Sea. 

Kalo kalian berharap Statham bakal tinju-tinjuan atau tembak-tembakan, siap-siaplah kecewa karena gw ngerasa Statham disini dipake namanya doang buat jual filmnya  biar laris. No action seperti di Transporter kecuali dia jadi perenang super. Sayang banget padahal ada scene dia pamer abs-nya πŸ˜€ Tapi gak guna juga wkwkw. Terus untuk aktor lainnya, well mereka B aja. Gak ada karakter atau hubungan antarkarakter yang menggugah emosi gw. Termasuk Statham atau villain-nya sekalipun yang kalo difilm-film lain suka bikin gemes pengen nabok.

Emosi yang dibangun The Meg ini kesannya maksa sih buat gw. Drama keluarganya maksa. Drama cintanya apalagi. Aneh deh. Nih contohnya Jonas rela balik jadi rescuer lagi pas tau ex-wifenya dalam bahaya tapi pas udah diselametin terus yaudah nothing happens diantara mereka. Dia malah kode-kodean sama Suyin yang awalnya saling sebel tau-tau saling suka. Like whaaaaaatttt?! Kaga nyambung blas dan maksa abis  πŸ˜’ bukannya jadi sedih atau so sweet, gw malah "iyuuuhhhh apaan banget deh ini"

Sumbernya dari sini
Selain dramanya yang maksa, disini juga banyak adegan yang bikin kita mringis-mringis ketawa geli saking anehnya πŸ˜† Ada yang jatoh ke laut gara-gara kaget sama kecepatan kapal yang tiba-tiba tancep gas. Ada juga tabrakan beruntun helikopter gara-gara salah satu pilotnya meleng bukannya liat kedepan malah liat kebawah. Adaaaa.... Gw sampe heran ada ya adegan kaya gitu kaya yang gak ada cara lain buat bikin ketegangan dalam film hiu-hiu-an. 

Intensitas ketegangannya juga duh nanggung. Baik dari segi karakter maupun aksi lawan hiunya. Gak seru banget tapi ya gak flat banget jugaCoba misal ditambah ada mad scientist yang gak segan-segan mengorbankan keselamatan crew demi penelitiannya atau minimal demi idealisme untuk masa depan ilmu pengetahuan  atau crew yang satu-satu mati dimangsa hiu sampe tinggal 2 atau 3 orang Atau...atau... si Hiunya nyerang ke stasiun penelitian sehingga meinimbulkan kondisi hidup dan mati atau yaaaa... minimal hiunya neror pesisir pantai yang rame pas masa liburan. Atau apalah yang bikin rada tegang gitu... Padahal udah lumayan tuh pas scene-scene awal pas Jason lagi bertugas sabagai rescuer.

Gak ada part serang-serangan hiu berdarah-darah  cukup gw sayangkan dari film ini😐 padahal yang bikin seru film hiu ganas itu justru caplok-caplokannya ya... Nanggung. Kayaknya sih gara-gara rating umurnya PG-13 maksudnya biar makin luas range penontonnya kali ya. Padahal coba dibuat jadi R aja mungkin bakal lebih seru nih The Meg. 

Gw akui emang susah sih mau bikin film hiu-hiuan yang menggebrak penonton mengingat udah buanyak banget pembandingnya. Kaya gw aja nih nonton The Meg bawaannya banding-bandingin terus sama Deep Blue See (DBS) karena seinget gw DBS lebih tegang dan nendang ceritanya padahal tahun 1999 teknologinya belum secanggih sekarang. Coba ya Jon Turteltaub sebagai director nih lebih mengeksplor lagi baik dari segi cerita ataupun pengembangan karakter.

Soal teknis di film kaya back sound, editing, set lokasi, kostum dll ya B aja. Gak ada yang menarik. Malah kadang gw ngerasa CGInya aneh πŸ˜… 

Kesimpulan gw, The Meg ini pengen nampilin film hiu ganas yang kekinian dengan set stasiun penelitian dan kapal futuristik canggih dengan tambahan sentuhan Asia cuma sayangnya gagal dieksekusi karena nanggung. 

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): 50:50

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Friday, 9 November 2018

Bajrangi Bhaijaan/Action-Comedy-Drama/2015

November 09, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Salman Khan, Kareena Kapoor, Nawazuddin Siddiqui
Rate Imdb: 8/10
Director: Kabir Khan
Movie Ratings Guide: NA

Comment:

Gw gak terlalu banyak nonton film asia. Paling beberapa film Korea... Thailand dan yang paling banyak gw tonton adalah India. Gw makin tertarik sama Bollywood karena makin kesini tema-tema yang diangkat makin out of the box dan kadang mengangkat tema yang sensitif contonya film PK yang ngebahas tentang agama yang dikombinasikan dengan alien-alien-an 😁 Nah kalo Bajrangi Bhaijaan lebih ektrim lagi. Mereka ngebahas soal keberagaman beragama di India ditambah konflik India-Pakistan! Soal keberagaman beragama ini menurut gw sangat relate sama kehidupan di Indonesia yang orangnya macem-macem. Dari yang kulit putih sampe gelap. Dari Islam sampe Hindu. Dari Sabang sampe Merauke. Dari appearance aja udah beragam, pasti isi kepalanya lebih beragam kan. 


Gak usah lah ngerasa jadi yang paling superior jadi yang paling bener jadi yang paling suci yang lain penuh dosa. Toh diatas langit masih ada langit lagi.
Spektrum kita tuh luas banget loh. Gak cuma melulu hitam dan putih aja

🌻🌻🌻🌻🌻

Oke, cukup orasi dari gw 😁
Mari bahas film ini.

This is good movie, must and worth to watch. Selain kedalaman moral value yang disampaikan, lagi-lagi gw tidak hanya dihibur melalui ceritanya tetapi juga lewat pemandangan alam, sinematografi dan kemeriahan set film.

Film ini film yang cocok banget buat ditonton satu keluarga pas liburan. Dari anak-anak sampe oma opa bisa nonton film ini karena menurut gw ini filmnya seimbang antara bagian drama yang sedih-sedihan sama bagian lucu-lucunya. Ya gak heran sih film ini dirilis pas libur lebaran ya 😊 

karena ini adalah family movie, maka alur ceritanya gak berbelit-belit.
Ceritanya simpel. Tentang perjuangan Pawan Kumar Chaturvedi (Salman Khan) untuk mulangin anak kecil yang bisu, Shahida (Harshaali Malhotra) dari India ke keluarganya di Pakistan. Dalam perjalanan nekatnya itu, Pawan ketemu sama jurnalis Pakistan Chand Nawab (Nawazuddin Siddiqui) yang tadinya cuma mau ngeliput berita tapi karena tersentuh sama ketulusan Pawan, akhirnya dia bantuin Pawan walaupun jelas-jelas berbahaya buat dia.

Selama gw nonton ini film 2 jam 40an menit (lama ya filmnya πŸ˜…), gw gak ngerasa bosen sama sekali. Lah iya gimana mau bosen, dari credit awal aja mata gw udah dijejelin pemandangan deretan gunung es sama padang rumput. Kaya di Swiss gitu deh...padahal gw kira Pakistan itu negara yang tandus dan kering. Ternyataaaa, indah!



Secara garis besar, set film ini dibagi 2. Bagian di India dan bagian di Pakistan. Untuk bagian di India, gw disuguhkan dengan scene-scene yang meriah! meriah dari tone warna yang kontras dan ceria. Meriah dari lagu-lagu dan koreografi tarian yang ditampilkan. Set lokasi yang dibikin ditengah pemukiman padat penduduk, adanya perayaan-perayaan a la India dan pemilihan kostum yang warna-warni juga makin menambah kemeriahan film ini. Seneng deh bawaanya udah kaya tiap hari itu malam takbiran aja deh 😁 Yang nyenengin lagi disini adalah sinematografi dan editingnya gak monoton. Gak cuma nge-shoot gambar dari depan atau ngikutin gerakan si aktor. Ada scene yang diambil a la pake drone gitu. Ada juga yang a la-a la lagi swafoto. Keren deh.



Bagian di India ini juga merepresentasikan agama Hindu sebagai agama mayoritas dinegara tersebut. Keliatan dari dominasi warna-warna merah dan kuning. Sementara untuk bagian di Pakistan lebih didominasi warna-warna hijau mengingat negara ini kan mayoritasnya emang muslim (Sumbernya dari sini dan ini ) Dari pemilihan warna aja udah jelas mengambarkan soal diversity. It's okay to be different kan ? Toh masalah agama itu masalah kepercayaan. Percaya silahkan, enggak percaya ya udah. Gak usah dipaksa: Eh lu kalo muslim kudu begini. Eh lu kristen kok begitu. Eh...ehh... dan eehhh ehhh lainnya πŸ˜‘ 

Yang penting saling menghormati dan menghargai ibadah masing-masing

Back to movie. Secara keseluruhan scene-scene di Pakistan gak semeriah di India karena emang lokasi yang dipake daerah perbatasan yang sepi dan tandus. Mirip banget sama daerah-daerah middle-east yang berpasir. Tapi mendekati akhir cerita, middle-east berubah jadi scene Eropa! Hamparan padang rumput dengan gembala domba dan kambingnya. Adem bener deh liatnya~

Konflik dalam film ini terjadi dengan adanya bumbu sejarah konflik India-Pakistan yang udah berlangsung lama. Kalo pernah nonton film Veer Zaara (2004) bakal relate juga sama film ini karena sama-sama bawa-bawa sejarah konflik India-Pakistan cuma bedanya Veer Zaara lebih dikemas dengan bumbu romantisme dan perjuangan HAM (hak asasi manusia) lewat pengadilan sementara Bajrangi Bhaijaan dikemas dengan bumbu komedi. FYI, setelah Inggris caw dari tanah Hindustan, orang-orang India sama Pakistan ini bikin negara masing-masing. Tapi terus ada rebutan wilayah yang namanya Kashmir (yang disebut surganya dunia). Nah gara-gara rebutan ini lah akhirnya memicu konflik berkepanjangan antar dua negara ini (Sumbernya dari sini dan ini). Keliatan banget disini gimana susahnya Pawan dan Shahida mau ke Pakistan lewat jalur yang legal mengingat Pawan ini adalah orang yang agamis dan idealis banget. 
Niat baik harus dengan cara yang baik!
Katanya, lebih susah ke Pakistan daripada ke Amerika πŸ˜†

Komedi disini ditampilkan bukan cuma dari permainan dialog aja. Tapi juga lewat adegan-adegan simple dengan editing dan back sound yang selaras. Yang paling lucu menurut gw adalah pas adegan Chand dan Pawan (dengan Burqanya) yang pura-pura jadi pasangan suami istri yang kawin lari πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† ohiya ada lagi! Pas adegan Chand lagi berusaha mau liputan suasana lebaran di Stasiun! Dia bolak-balik ngulangi liputannya gara-gara banyak orang sliweran depannya. Ternyata susah ya jadi jurnalis itu πŸ˜€

Lalu puncak konflik dalam Bajrangi Baijaan adalah terjadinya kucing-kucingan dan putar balik fakta yang dilakukan oknum setempat supaya India-Pakistan tetap tegang. Tau lah ya tipikal politik jahat itu gimana, apapun dilakukan demi kepentingan pribadi. Konfliknya gak cuma itu. Ada juga konflik internal dalam diri Pawan. Pertama konflik yang muncul karena dahsyatnya bonding yang tercipta antara Pawan dan Shahida. Kedua karena idealismenya soal agamanya. Menarik nih! Soal idealisme agama ini gw pernah merasakan sendiri. Tau Candi Borobudur ? Gw pernah dikomentarin gini "kamu ngapain jalan-jalan ke tempat ibadah agama lain?" gara-gara pas liburan kuliah gw kesitu, laaaah.... πŸ˜… kan gw juga ke situ gak pas lagi ada ibadah dan cuma pengen wisata doang. Yakaliiiii...emang ada yang gara-gara ke Borobudur terus tau-tau pindah agama ? KAN ENGGAAAKKKKKKKK, markonaaahhhh πŸ˜’ Akutu bingung sama orang yang kaya gitu...

Sumbernya dari sini

Bicara soal akting, wah... big applause lah buat Salman Khan, Harshaali Maholtra dan 
Nawazuddin Siddiqui. Mereka nih kunci dari pembangunan emosi dalam film ini. Apalagi Harshaali yang dia cuma ngomong 1 kalimat doang tapi sukses bikin penonton jatuh cinta dengan ke-imutan-nya tapi sekalinya dia nangis bikin penonton berkaca-kaca. Gak heran mereka dapet banyak award dan dinominasikan dimana-mana. Contohnya Nawazuddin Siddiqui menang sebagai Best Actor in Supporting Role untuk Apsari Film Producers Guild Awards tahun 2016, Harshaali Maholtra menang sebagai Best Child Actor untuk Screen Awards tahun 2016.
Sebagai penutup ulasan gw, film ini mengajarkan kita bahwa:

Humanity gak mengenal SARA
Pokoknya gak akan rugi meluangkan waktu 2,5 jam untuk nonton Bajrangi Bhaijaan karena banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita dapet darinya 😊 Happy watching~


Rate (1-10): 9/10
Recommendation (yes/no): Yessssss!!! wajib harus pake banget.

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Saturday, 3 November 2018

Catch Me If You Can/Biography-Crime-Drama/2002

November 03, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Leonardo Di Caprio, Tom Hanks
Rate Imdb: 8,1/10
Director: Steven Spielberg
Movie Ratings Guide: PG-13 

Comment: 

"Catch me if you can"
Kalo denger kalimat itu gw teringat 2 hal:
Pertama: sebagai salah satu lagunya Girl's Generation (SNSD). 
Kedua: It's Di Caprio's film! 

Yang pertama bikin gw ngerutin alis karena ini bukan lagu, music video (MV) ataupun koreografi terbaik dari SNSD. Gak ada yang menarik disitu. Mungkin SM Ent. lagi pengen bikin SNSD in another version tapi menurut gw sih gagal. Sorry SONE πŸ™ Kalo mau liat gimana MVnya bisa klik link youtube ini

Nah! untuk Catch me if you can sebagai film, bikin gw mesem-mesem 😝 Babang Leo, waktu muda ternyata kyuuut yeeee~

🌻🌻🌻🌻🌻

Kalo denger dari judulnya, bayangan pertama gw ketika denger (denger doang loh ya tanpa liat trailer sama poster filmnya) judul film "Catch me if you can" adalah perjungan cinta seorang lelaki yang gigih kepada perempuan yang sulit ditaklukan dan filmnya penuh drama-drama percintaan yang akan lovey-dovey gitu.  Tapi deng..dong.. I was wrong. Ternyata ini film cerita kucing-kucingan antara penipu kelas kakap dengan FBI. Ketipu deh gw πŸ˜† Etenang. Walaupun gw tertipu sama judulnya, tapi setalah sekitar 2 jam 21 menit nonton film ini, gw gak merasa wasting time karena ini film worth to watch. Biarin deh ketipu juga.

Catch me if you can berlatar tahun 1960an, bercerita tentang Frank Abagnale Jr. (Leonardo Di Caprio) seorang anak SMA yang lihai menipu Bank hingga jutaan USD dengan bermodalkan cek palsu hand made-nya. Selain itu, Frank punya modal lain yaitu tampang yang memikat hati dan lambe yang lemes (alias pinter memanipulasi) untuk ngerayu cewek-cewek demi kemulusan rencananya. Selama beraksi, ternyata aksi tipu-tipunya tercium sama agen FBI khusus penipuan, Carl Hanratty (Tom Hanks). Terjadilah kejar-kejaran yang entah gimana malah memunculkan hubungan khusus antara Carl dan Frank, bukan sekeder petugas dan penjahat.

Walaupun film ini dilabeli dengan kategori 'crime', film ini bukannya serem tapi malah berkesan indah dan menyenangkan buat mata dan kuping gw. Sangat mendukung label 'drama'nya. Kenapa ? Coba liat beberapa cuplikan film dibawah ini ⬇⬇⬇⬇⬇ Buat gw ini cakep banget! 




Keindahan film ini munculnya dari sinematografi dan musik yang diramu lewat editing yang oke. Kadang-kadang kamera zoom-in untuk ngeliatin hal yang detail, kadang-kadang close up untuk ngeliatin ekspresi aktornya, kadang-kadang gerak ngikutin aktornya jalan sana sini biar lebih dinamis. Bikin gak boring deh πŸ˜€ terus ya dari awal sampe akhir film, backsoundnya itu musik-musik instrumen a la jazz (eh apa blues ya?) yang identik sama era tahun 50-60an. Ngasih sensasi calming dan menyenangkan buat gw. Cuma sayangnya untuk beberapa bagian yang harusnya menegangkan, gara-gara backsoundnya yang begitu jadi kerasa kurang nendang aja. Best part is editing! Suka banget gw sama efek yellowish, blink-blink sama gloomy difilm ini. Efeknya warm gitu deh. Sinkron sama setting tempatnya yang rata-rata emang pake kota dengan cuaca hangat yang punya pesisir pantai kaya California, Miami dan New Orleans. Selain yellowish, ada juga efek bluish disini tapi cuma untuk scene-scene yang kesannya gelap dan kejam. Kaya ini:
Kantor FBI
Penjara di Perancis
Gak heran sih film ini lumayan banyak dinominasikan (beberapa diantaranya bahkan ada yang menang) dibanyak award pada tahun 2002-2003. Contohnya aja :

Academy Awards, USA 2003

Nominee
Oscar
Best Actor in a Supporting Role
Christopher Walken 
Best Music, Original Score
John Williams 

Golden Globes, USA 2003

Nominee
Golden Globe
Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama
Leonardo DiCaprio 
BAFTA Awards 2003

Winner
BAFTA Film Award
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Christopher Walken 
Nominee
Anthony Asquith Award for Film Music
John Williams 
Nominee
BAFTA Film Award
Best Screenplay - Adapted
Jeff Nathanson 
Best Costume Design
Mary Zophres 

Nah terus kenapa film ini punya label 'biografi' ? Karena ini film emang based on true story nya Frank Abagnale asli yang sekarang jadi Law Enforcement Consultant Amerika, penulis buku (The Art of the Steal (2001) dan Stealing Your Life (2007)) dan pengajar untuk Akademi FBI. Sumbernya dari sini dan sini 

Kayaknya, film hollywood itu selalu nambahin adegan kissing πŸ’‹ mau apapun genrenya yaa, sebagaimana orang Indonesia yang masak hampir selalu pake garem. Termasuk Catch Me If You Can. Menurut gw adegan kissing-nya cukup intens (bikin gw deg-degan bok! 😁) dan sedikit (banget) menjurus kearah 'itu'. Ya menyesuaikan sama rating umurnya yang dikasih PG-13 tapi  kalo untuk di Indonesia kayaknya harus dinaikin lagi ke R (Restricted) deh. Jadi kalo mau nonton ini, make sure gak ada bocah yaaa πŸ˜„ Kalo mau tau soal ratings guides bisa klik disini

Ngomong-ngomong soal plot dan irama film ini, sejujurnya gw agak ngerasa membingungkan. Maju mundur. Beruntung Leonardo dipakein gaya rambut berbeda untuk 4 masa di film ini jadi lumayan bantu sih. Jadi kalo rambutnya begini pas dia begini. Kalo rambutnya begitu pas dia begitu. Terus, secara umum, gw gak ngerasa ada emosi khusus yang terbangun. Tegang juga enggak. Sedih sampe nangis-nangis juga juga enggak. Exciting yang sampe penasaran dan bikin deg-degan juga enggak. Just okay aja gitu. So so lah~ Tapi bukan berarti film ini jadi film yang lempeng-lempeng aja ya... malah lebih terbangun rasa sedikit kasian sama si Frank sih jadinya. Dan yang pasti gw merasa menyenangkan nonton film ini. Ibarat ombak dilaut, ini jenis ombak yang mendayu-dayu gitu. Gak tenang tapi gak ngagetin juga.

Sans dulu ah~ Sumbernya dari sini
Kalo dibandingkan sama film sejenis, gw akan bandingkan dengan A Beautiful Mind (2001/PG-13/Biografi-Drama). Sama-sama dari kisah nyata seseorang, sama-sama ada dramanya tapi gw merasa lebih tegang dan deg-degan nonton A Beautiful Mind ketimbang Catch Me If You Can padahal gak ada label 'crime'-nya πŸ˜ƒ Intinya beda pengemasan sih. Kalo suka yang memacu adrenalin boleh tonton A Beautiful Mind kalo suka yang tenang-tenang boleh pilih Catch Me If You Can.

Oiya ada 1 scene yang gw heran itu fungsi dalam filmnya apaan: scene awal banget jadi kaya ada si A, B (Leonardo Di Caprio) dan C ikutan variety show yang mana ada panelis yang harus nebak dari A,B,C itu siapa yang palsu lewat QnA (Ada kok acara TV Indonesia yang kaya gitu, tp gw lupa namanya apa πŸ˜†) mungkin tujuan scene tersebut untuk ngasih garis besar film tapi gw rasa sih gak perlu. Soalnya latar belakang tiap tokoh dan latar belakang masalah difilm ini udah cukup jelas disajikan sepanjang film. Kalo kitanya ngikutin, gampang kok dipahami ini film arahnya mau kemana.

Kalo ngomongin akting, ya gak usah ditanya gimana totalitasnya Tom Hanks sama Leonardo. Mereka udah kawakan. Kalo orang-orang terkesan sama aktingnya Christopher Walken sebagai Frank Abagnale Sr. sampe dinominasikan dan menang dibeberapa award, gw juga. Apalagi pas scene dia lagi curhat sama anaknya sampe speechless cuma mangap-mangap doang, mata udah berkaca-kaca tapi dia tetep harus pura-pura kuat didepan anaknya. Anak mana yang gak terpotek hatinya liat bapak yang dia kagumi sebegitunya nangis sesedih itu? πŸ’”πŸ˜­

🌻🌻🌻🌻🌻

Oke, final conclusion dari gw:

Seperti yang udah gw jelasin panjang lebar diatas, kalo lagi cari film bertema crime yang gak  kaya biasanya dengan kemasan vintage cantik dengan sensasi menyenangkan dan calming, mungkin Catch Me If You Can bisa jadi pilihan untuk berakhir pekan. Tapi kalo cari film crime yang ada sensasi mendebarkan, film ini bukan jawabannya. 

Rate (1-10): 7,5/10
Recommendation (yes/no): Yes

Hope you enjoy my review ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Monday, 29 October 2018

Split/Horror-Thriller/2016

October 29, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: James McAvoy
Rate Imdb: 7,3/10

Comment: 

Soooo...beberapa hari lalu gw lagi buka Twitter, lalu ditimeline gw muncul akun film reviewer yang upload poster film Indonesia yang tema ceritanya tentang orang dengan kepribadian ganda. Nah gw baca kan reply-nya. Mostly pada bandingin sama film SPLIT.

HMMMM... SPLIT ya ? gw baru denger nih judulnya.
Film ini banyak diomongin orang, brati kayaknya bagus nih. Kalo bagus seharusnya si aa punya 😁 

πŸ‘©: Malem ini nonton Split aja ya
πŸ‘¨:  Are you sure? It's not your movie loh. Kind of boring. Makanya gak aa tawarin
πŸ‘©: Tau. Film-film psikologi gitu kan. i'm OK. 
πŸ‘¨: Ok, sure.

Let's talk about the film!

Film ini ceritanya tentang Kevin Wendell Crumb/Barry/Dennis/Mrs. Patricia/Hedwig/The Beast (James McAvoy), seorang penderita DID (Dissociative Identity Disorder) dengan 23 kepribadian! Beberapa kepribadian Kevin: Mrs. Patricia, Dennis dan Hedwig meyakini bahwa ada kepribadian ke-24 (yang masih misterius tentunya karena belum teridentifikasi oleh psikiater kepercayaan Kevin: Dr. Fletcher (Betty Buckley)) yang jauh lebih kuat dari mereka yaitu The Beast yang dianggap lebih mampu untuk melindungi Kevin. Ini kalo gw gak salah nangkep ya, Dennis terus nyulik 3 gadis remaja dari parkiran Mall untuk dipersembahkan ke si The Beast. Nah 3 gadis ini berusaha kabur dari tempat mereka disekap sebelum si The Beast muncul.

Aduh gw bingung mau bahasnya gimana πŸ˜…
oke. I'm trying my best. Dari awal gw udah dibikin merinding. Bukan...bukan karena ceritanya yang langsung serem-serem, tapi justru karena backsound yang bikin tegang dan credit film yang ditampilkan selang seling dengan filmnya. Gimana ya jelasinnya... intinya scene-credit film-scene beberapa kali sampe bener-bener full masuk filmnya. Nice one. Baru kali ini gw nonton film yang creditnya udah nongol diawal.
Sumbernya dari sini
I have no idea bakal gimana filmnya karena gw cuma berbekal "oh ini film tentang DID" karena gak nonton trailernya. Tapi gw udah ada sedikit gambaran tentang film/serial yang temanya DID. Pernah nonton drama Korea Hyde, Jekyll and Me (2 kepribadian) ? atau Kill Me Heal Me (3 kepribadian) ? πŸ˜€ nah tuh mirip-mirip deh cuma Split ini lebih ekstrim. Cuma sayang kepribadian yang bener-bener ditampilin disini cuma : Dennis, Mrs. Patricia, Hedwig, The Beast, Barry sama Kevin. Lainnya cuma ditampilin dalam bentuk video diary dalam komputer. Bagian video diary ini sama kaya di Hyde, Jekyll and Me πŸ˜„ tiap ganti kepribadian, mereka akan selalu record cerita mereka hari itu biar kepribadian lain saling tau aktivitas masing-masing.

Setelah nonton sampe selese gw menyimpulkan bahwa ini film yang intens tapi gak horror. Okelah kalo film ini dilabeli dengan 'thriller' tapi 'horror' ? hmmmm.... πŸ˜•

Lalu bagian yang menurut gw menarik (surprising of course πŸ˜†) dan menegangkan justru pas para gadis berusaha meloloskan diri dari tempat penyekapan yang ntah ada dimana. Kalo cerita soal DIDnya emang rada membingungkan dan bosen sih (for some people ya) karena disini kita dikasih penjelasan tentang DID  tapi gw suka πŸ˜€ karena:

Split ini bikin kita gak cuma nonton film tapi ada belajar juga soal mental disorder itu gimana
Sinematografinya juga bagus. Lebih banyak nge-close up wajah biar kita makin berasa perbedaan antarkepribadian dan emosi yang dibangun. Mantep deh James McAvoy nih bisa jadi beberapa orang sekaligus. Oiyaa adalagi. Ada scene yang menurut gw cakep karena komposisi warnanya.


Cakep kan ? Ijo, ketemu oren ketemu coklat. Adem tapi warm

Selain film ini cerita soal mental disorder yang dialami Kevin, disini juga di ceritain soal Casey (Anya Taylor-Joy) salah satu cewek yang diculik Dennis. Baik cerita Kevin dan Casey, semua ditampilkan dalam bentuk flash back maju mundur gitu. Cuma anehnya malah porsi masa lalu Casey lebih banyak diceritain disini ketimbang Kevin si tokoh utama. Hmmm

Sumbernya dari sini
Keanehan lain dalam film ini adalah tidak ada polisi yang beraksi padahal 3 anak gadis hilang dari parkiran mall dan sudah berhari-hari lamanya. Mungkin CCTVnya rusak 😁 padahal ketika Dennis beraksi dia gak pake penutup wajah atau topi. Harusnya sih mudah untuk dilacak yekaaann... Gak cuma itu, ada scene si The Beast jadi bullet proof πŸ˜‚ Aduuuhhh... iya sih memang The Best ini kepribadian terkuat tapi kan dia masih ada ditubuh Kevin yang manusia biasa. Too fantasize jadinya.

Katanya si aa, ini film nih kayaknya bakal ada lanjutannya deh soalnya endingnya munculin pak Bruce Willis yang jadi jagoan di film UNBREAKABLE. Unfortunately gw belum pernah nonton film tersebut jadi can't relate huhu. Soon akan gw tonton biar kalo beneran ada lanjutannya, gw bisa ngikutin πŸ˜€

Film ini gak sepenuhnya menggambarkan DID yang sebenarnya karena ya ini film yang salah satu tujuannya untuk menghibur. Tapi  kita tetep bisa mengambil pelajaran:
Film ini semakin menyadarkan kita soal mental disorder itu jelas membahayakan diri sendiri juga orang lain  (makanya harus ada pertolongan dari experts). Sebagian penyebabnya adalah trauma masa lalu dan penyebab trauma itu bisa datang dari orang yang sangat dekat
Ohiya ada lagi.

Disini juga menggambarkan gimana seharusnya seorang experts menangani penderita mental disorder

*Gw pernah baca share respon IG Story salah satu selebgram dan selebtwit yang lagi bahas mental disorder, banyak dari mereka (yang curhat ke selebgram dan selebtuit itu) yang saat itu lagi butuh bantuan profesional  malah dapet judgment dari experts* 
*CMIIW yaaa*

Rate (1-10): 7/10
Recommendation (yes/no): Yes

Segitu aja deh komentar gw soal Split. Hope you enjoy it ya! 😊

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film

Thursday, 25 October 2018

Real Steel/Action-Drama-Family/2011

October 25, 2018 0 Comments
Sumbernya dari sini
Main cast: Hugh Jackman
Rate Imdb: 7,1/10

Comment: 

Real Steel...Baja Beneran Hahahah πŸ˜† Hoahmm πŸ˜ͺ Duh gw tuh bingung gimana mau ngebahas film ini. 
Ini salah satu film yang susah gw bahas karena sejak awal gw udah gak minat nonton ini. Asli ini ngebosenin banget πŸ˜‘ Tapi gw heran kok banyak yang bilang bagus ya ?

Ini gwnya yang emang gak pay attention ke film ini pas nonton apa emang film ini bukan selera gw ya ? Yeah idk.

Mungkin kalo lu doyan sama robot-robotan, you gonna love this film.
Atau lu sedang mencari film yang bisa ditonton bareng sama anak-anak (apalagi cowok) yang masih usia TK-SD gitu, film ini bisa jadi pilihan lu dan bikin anak-anak terpesona~ kupada pandangan pertama~ 🎢

But for me? Big No.
Kalo film robot-robotan I still prefer Transformers (1-3 only, 4th is πŸ‘Ž)

Sebagai gambaran, ini film tentang seorang ayah, Charlie Kenton (Hugh Jackman) penggila robo-boxing (main tinju pake robot) yang gak bertanggung jawab sama anaknya yang belasana tahun kemudian si anak Max Kenton (Dakota Goyo) dipaksa untuk spending summer holiday sama si Charlie. Terus mereka berdua yang tadinya saling benci jadi saling membutuhkan karena sebuah pertandingan robo-boxing.

Yah...dari ringkasan cerita diatas aja udah kebayang gimana-gimananya.
Ayah yang troublemaker. Anak yang sok bijaksana. Anak menyadarkan si Ayah. Robot bertarung. Lalu menang. Hore. Udah cuma gitu. Klise.

Bener ya kata review-review Imbd yang kasih rate jelek film ini: PREDICTABLE FILM.
Bahkan gw (yang suka loading) udah menduga alur ceritanya bakal gimana dan akhirnya gimana sejak awal film. It was seriously boring. Udah hoaam...hoamm mulu dah gw selama nonton film ini. Itu juga gw paksain nonton biar si aa gak ngoceh mulu soal Real Steel yang katanya bagus yang katanya lebih epic dari Transformer. Nah πŸ˜‘
Sumbernya dari sini
Maap ya, gw jadi kubu oposisi dulu sekarang.
Alur cerita yang flat. Gak ada emosi apapun yang gw rasain difilm ini. Sedih enggak. Seneng enggak. Seru enggak. Lucu enggak. Tegang apalagi. 😐

Yang paling bikin gw makin males sama film ini adalah si Max. Kaya gak realistic aja.
Dialog-dialognya tuh yampun sok orang gede banget  padahal dia baru 11 tahun seumuran Nobita πŸ˜…
Gw suka geuleuh aja sama anak kecil/remaja yang sotoy dikira idup itu cuma sebatas susahnya PR matematika aja 
Gw masih inget aja ada dialognya yang bikin gw ngoceh:
"Yampun anak kecil kamu tau apa tentang kehidupan yang kejam ini?! Baru 11 tahun aja udah jumawa kau"
Gak masuk akal lagi adalah, dia yang ngutak-atik robot. Yang masang ini itu ke si robot. Seriously?! 11 tahun udah bisa bogkar pasang robot ?
Ada lagi. Masa anak sekutil gitu kuat ngangkat robot gede (yang di gambar pertama) dari bawah lembah keatas lembah seorang diri pas malem-malem dan hujan deras? Situ Limbad apa gimana dah ? πŸ˜’

Sumbernya dari sini
Padahal difilm ini ada Bailey Tallet (Evangeline Lilly) yang bisa otak atik robot. Tapi justru dia diposisikan sebagai supporting mental system nya si Charlie doang. Hmmmm πŸ˜’

Coba aja kalo akhir filmnya dibuat begini: "Charlie dan Max udah punya bonding sebagai ayah-anak lalu karena keputusan pengadilan mereka harus terpisah" supaya rada-rada dramatis gitu. Tapi sayangnya enggak tuh πŸ˜‘ gw lebih ngeliat Chalie dan Max itu kaya pelatih sama atletnya aja. 

Atau diselipin scene Farra Lemkova (Olga Fonda) main curang ke si robotnya Charlie sebelum pertandingan. Misal dipretelin kek atau dibuang ke jurang atau digiles mesin. Kan jadi lebih greget ya. Lah ini mah ya lempeng-lempeng bae 😐 Gw jadi mempertanyakan sebenernya difilm ini ada bener-bener villain nya gak sih ? 

Ada sih villain yang ngeroyok si Charlie sampe terkapar terus ngambil duitnya. Terus ya udah aja gitu keesokan harinya Charlie sudah sehat walafiat 😐 coba misal dibikin Charlienya kaga bisa jalan atau masuk rumah sakit jadi si Max yang harus bertanding nemenin si Robot. Terus Charlie muncul pas si robot udah menang dan memandang Max dengan bangga. Kan rada keren gitu ya

Mbok dibikin ada kejutan gitu loh... Hambar pisan lah ini film ketebak semua.

Tadi sempet baca di Twitter, banyak yang ngarep film ini dibikin sekuel.

Me:
Sumbernya dari sini
Tapi gw ini oposisi yang baik kok. Kalo ada yang bagus ya bakal gw sebutin kok.
Untungnya ya...untungnyaaaa... Hugh Jackman-nya ngganteng πŸ˜dan gak setua pas jadi Wolverine hihi.
Selain itu teknik tinjunya juga ya boleh lah~

Kalo dirangkum dari pengamatan gw dan baca review Imdb,
Ini adalah film Robot-Rocky Bilboa yang membosankan


Sorry to say Hun, rekomendasi film aa yang ini πŸ‘Ž

Rate (1-10): 5/10
Recommendation (yes/no): No

🎬Salam Hangat,
Dari yang suka komentarin film